Sastra sebagai pengalaman bersama – "Satu Kota Membaca Satu Buku"
![]() |
Bahngespräche |
Apa yang sama pada karya Uwe Timms Die Entdeckung der Currywurst/Penemuan Sosis Kari, karya Günter Grass Die Blechtrommel/Genderang Kaleng, karya Carl Zuckmayer Die Fastnachtsbeichte/Pengakuan Dosa pada Rabu Abu, karya Sten Nadolny Die Entdeckung der Langsamkeit/Penemuan Kelambanan dan karya Friedrich Christian Delius Der Spaziergang von Rostock nach Syrakus/Jalan-jalan dari Rostock ke Sirakus? Di tahun-tahun terakhir semua teks prosa ini merupakan atraksi utama dalam proyek dengan judul „Satu kota, satu buku“.
Sebuah gagasan dengan karir internasional
Gagasan proyek ini lahir di Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya membaca sebuah buku di Seattle di tahun 1998 menjadi pengalaman bersama para penduduk si satu kota. Mulai saat itu model „One city, one book“ sukses tur keliling dunia dengan berbagai wajah berbeda. Kabarnya proyek yang tersebar di 200 kota di seluruh dunia ini berhasil mendorong terjadinya pertukaran informasi yang luar biasa tentang sastra.Adalah kota Leeds di Inggris yang membuka jalan bagi proyek „One city, one book“ ini ke daratan Eropa. Pada 2002 proyek ini sampai juga di Jerman dengan nama „Satu Kota Membaca Satu Buku", tepatnya di kota Hamburg di mana atas prakarsa senator budaya Dana Horáková para penduduknya selama satu minggu buku membaca dan mendiskusikan Der Mann im Strom/Lelaki dalam Badai karya Siegfried Lenz. Kemudian berbagai kota di seluruh Jerman, baik kota kecil maupun metropol, mengikuti contoh ini, antara lain kota Bad Hersfeld, Potsdam, Düsseldorf, Hanau, Erlangen, Hamm, Frankfurt am Main, Freiburg dls. Daftar tempat yang secara rutin menyelenggarakan acara seperti ini terus memanjang.
Buku sebagai pusat pertemuan
Keberhasilan proyek ini adalah berkat kesederhanaan gagasan yang mendasari proyek ini, dan berkat ruang gerak yang luas bagi perancangannya. Sasaran dari proyek ini adalah mendorong sebanyak mungkin orang untuk membaca. Membaca sebuah buku yang sama – melampaui semua batas usia – menciptakan suatu tema bersama yang bisa dibahas oleh penduduk di suatu kota.Yang menjadi faktor pendorong adalah buku itu sendiri. Sejauh ini teks naratif yang memiliki hubungan konkrit dengan daerah bersangkutan tetap menjadi perhatian dalam pemilihan buku atau bahan bacaan. Misalnya pengarangnya berasal dari kota tempat kegiatan dilakukan, ceritanya berkaitan dengan tema yang menyinggung kota tersebut, atau setting ceritanya berada di kota yang bersangkutan. Kriteria yang disebut terakhir misalnya terlihat dalam pemilihan novel Uwe Timm Die Entdeckung der Currywurst yang pada November 2003 menjadi penghubung penduduk kota Hamburg. Pasar Besar Baru Hamburg yang menjadi tempat warung cepat saji yang memainkan peran penting dalam cerita Timm menjadi tempat sentral kegiatan selama pekan aksi baca tersebut.
Di beberapa kotawarga bahkan dilibatkan dalam proses pemilihan buku. Mereka berkesempatan menyampaikan usulan mereka atau memilih buku favorit mereka dari buku-buku yang dinominasikan.
Acara untuk segenap kota
Akhirnya yang membuat kegiatan baca buku ini menjadi pengalaman bersama bagi segenap kota adalah beragamnya acara. Pembacaan sastra dan poetry slams, ceramah dan diskusi, pameran, pertunjukan film dan wisata sastra di kota: gagasan-gagasan kreatif, tempat-tempat acara yang luar biasa dan tokoh-tokoh ilustratif menarik warga untuk ikut meramaikan acara.Pada aksi "Düsseldorf membaca satu buku" yang menjadi fokus acara adalah pembacaan secara estafet 28 bab roman Die Blechtrommel/Genderang Kaleng karya Günter Grass. Satu bab dibaca di sebuah trem bersejarah, sementara yang lainnya di sebuah perusahaan pemakaman.
Acara dengan spektrum yang luas menanti penduduk kota Mainz ketika acara serupa digelar pada Februari 2005 di di kota tersebut selama lima hari atas prakarsa mahasiswa dimana dibahas novel Die Fastnachtbeichte/Pengakauan Dosa pada Rabu Abu karya Carl Zuckmayer. Sebagai pembuka aksi ini Uskup Lehmann berceramah pada Rabu Abu di katedral Mainz tentang topik cerita novel tersebut. Kemudian ada acara jalan-jalan menelusuri tempat-tempat setting alur cerita. Anak-anak bisa belajar menyusun dan mencetak sendiri paragraf teks di Museum Gutenberg dan mencari sendiri informasi tentang asal-muasal Rabu Abu di Museum Rabu Abu. Lalu sebuah teater hasil improvisasi mengisahkan lebih lanjut cerita novel Zuckmayer tersebut. Seorang spesialis anggur menjelaskan makna anggur dalam karya-karya Zuckmayer dan menyajikan segelas atau dua gelas anggur dengan merujuk ke cerita buku. Sebuah harian di Mainz setiap hari menulis teka-teki silang baru berhadiah dengan pertanyaan-pertanyaan seputar si pengarang dan Rabu Abu di Mainz.
Sebuah konsep diadaptasi, dimodifikasi dan dikembangkan
Adalah pihak perpustakaan, toko buku atau departemen budaya yang menggagas aksi ‚satu kota membaca satu buku’ ini. Namun keberhasilannya sangat tergantung pada komitmen dan kreatifitas mitra kerjasama dan rekan penyelenggara yang digandeng pihak-pihak tersebut untuk proyek ini.Setiap kota membuat konsepnya sendiri untuk proyek "One City, one Book". Dan walau usianya terhitung masih muda, sejauh ini konsepnya terus dikembangkan dengan hasil yang mengagumkan.
Pada Maret 2004 misalnya, satu pasang kota di Jerman untuk pertama kalinya bersama-sama membahas satu buku, yakni novel Die Entdeckung der Langsamkeit karya Sten Nadolny di kota Wiesloch und Walldorf. Acara selama tiga minggu ini merupakan sarana penghubung budaya. Dengan motto "2 lesen 1" (2 baca 1) proyek ini dimanfaatkan secara terarah dalam rangka mendorong perkembangan warga kedua kota yang pada 2002 dijadikan „sentra ganda“ sejalan dengan rencana pengembangan kota di wilayah negara bagian Baden-Württemberg.
Di wilayah sungai Rhein-Neckar bahkan tiga kota bahu-membahu menyukseskan proyek "1 buku dalam segitiga". Para Maret 2006 perpustakaan umum kota Heidelberg, Ludwigshafen dan Mannheim bersama-sama menjadi penggagas diskusi sastra dengan mengangkat karya F. C. Delius Der Spaziergang von Rostock nach Syrakus
.bekerja sebagai publisis lepas di Bonn
Terjemahan: Arpani Harun
Copyright: Goethe-Institut, Online-Redaktion
August 2006









