Lobby untuk sastra dunia

Masyarakat Promosi Sastra dari Afrika, Asia dan Amerika Latin
Misi asosiasi ini adalah menciptakan dialog budaya melalui sastra. Sejak pembentukannya asosiasi ini berupaya membuat pengarang dari Afrika, Asia dan Amerika Latin dikenal di negara-negara berbahasa Jerman. Cara yang paling efektif untuk itu adalah mempromosikan penerjemahan karya-karya sastra ke dalam bahasa Jerman.
Agen Buku Dunia Ketiga demikian nama sebuah prakarsa dari Pameran Buku Frankfurt yang terilhami oleh Angkatan 68 dan Gerakan Dunia Ketiga bermaksud memperkenalkan lebih dekat sastra Asia, Afrika dan Amerika Latin kepada pihak penerbit Jerman. Pada 1976 untuk pertama kalinya penulis seperti Jorge Amado, Julio Cortázar atau Mario Vargas Llosa menjadi fokus tema pada Pameran Buku Frankfurt. Ketika menetapkan Amerika Latin sebagai fokus tema pameran para pemrakarsa sadar betapa pasar buku Jerman kurang memperhatikan sastra-sastra dunia. Kemudian dimulailah upaya mediasi yang intensif. Penyandang dananya adalah Kementerian Luar Negeri, Gereja Protestan, pihak otoritas Pameran Buku Frankfurt dan organisasi budaya dari Swiss, Pro Helvetia.
26 tahun mediasi
Pada 1980 fokus tema pada pameran buku tersebut adalah Afrika. Pada tahun itu dibentuk Masyarakat Promosi Sastra dari Afrika, Asia dan Amerika Latin. „Asosiasi“ ini (sekarang 70 anggota) awalnya tumbuh dari organisasi yang disebut „Agen Buku Dunia Ketiga“ dan mendirikan berbagai institusi dalam rangka memediasi sastra dari selatan: Klub sastra YANG LAIN ini sekarang memiliki sekitar 2000 anggota, yang setiap tahunnya memperoleh masing-masing empat buku terjemahan baru. Katalog QUELLEN merupakan referensi unik dari semua penulis dari Selatan yang karyanya pernah diterjemahkan, kini katalog ini sudah edisi ke-11. Selain itu majalah triwulanan „LiteraturNachrichten“ dengan 3000 pelanggan juga memediasi gambaran aktifitas „Asosiasi“, memublikasikan potret, artikel dan pracetak, sebuah ringkasan ekslusif tentang penghargaan-penghargaan literatur untuk penulis dari Selatand an bagian resensi terhadap literatur yang relevan.
Dari Nagib Machfus sampai Miral al-Tahawi
Pekerjaan yang paling penting dan paling kelihatan hasilnya adalah mempromosikan penerjemahan. Dana program ini masih tetap ditanggung oleh Kementerian Luar Negeri dan Pro Helvetia. Aplikasi atau proposal yang masuk diputuskan oleh juri yang telah dibentuk khusus untuk program ini dan juga merupakan anggota dari Goethe-Institut. Dari 1984 sampai 2005 ada sekitar 460 judul karya sastra hiburan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Dampak dari kegiatan ini terasa mengesankan ketika „negara-negara Arab“ menjadi fokus pameran pada Pameran Buku Frankfurt 2004. Keberadaan para penulis Arab yang tiba-tiba itu tidak mengherankan mengingat sekitar 120 karya dalam bahasa Arab selama bertahun-tahun ini sudah pernah diasuh dan dipromosikan dalam jaringan yang efektif. Peraih nobel sastra dari Mesir Nagib Machfus juga pernah mendapat dukungan dari program ini dan ia termasuk kelompok pertama yang mendapatkannya. Tahun ini wanita penulis dari generasi muda Mesir, Miral al-Tahawi, menghadiahkan kepada generasinya sebuah roman yang sangat indah. Ciri khas yang dituntut oleh program dukungan ini, yakni „sastra bermutu“, sayangnya hanya bisa dipenuhi oleh beberapa pria penulis seperti Nurrudin Farah (Somalia), Wole Soyinka (Nigeria), Mahmoud Darwish (Palestina), Abdalrachman Munif (Arab Saudi), Edouard Glissant (Martinique), Leonardo Padura (Kuba).
Layanan untuk penerbit
Saat ini "Asosiasi" menganggap dirinya sebagai pemberi jasa bagi para penerbit yang berminat, bagi berbagai multiplikator dan seperti sebelum-sebelumnya untuk pameran buku. Arsip dengan informasi tentang lebih dari 5500 pengarang dari Selatan bisa diakses di situs web „asosiasi“, pada rubrik „service für verlage/layanan untuk penerbit“ bisa ditemukan referensi tentang penulis dan naskah. Selama 16 tahun ini ada aksi "Guck mal übern Tellerrand/Tinggalkan kaca mata kuda" yang memediasi sastra anak-anak dan remaja khusus dari spektrum Selatan kepada pendidik yang berminat. Selain itu "Asosiasi" juga bekerjasama antara lain dengan PEN, Gedung Sastra Dunia di Berlin, dengan LiBeraturpreis (penghargaan LiBeratur) dan dengan banyak penerbit, sering juga penerbit kecil. Justru bagi penerbit kecil yang aktif inilah pameran buku Frankfurt tidak boleh dilupakan. Bagi Peter Ripken motto asosiasi kini sudah jelas: "Service is our business."
Konsep "Dunia Ketiga" sudah berlalu
Peter Ripken menjadi ketua harian „Asosiasi“ sejak 1987. Figur yang banyak melakukan perjalanan ini adalah motor organisasi dan sekaligus juga orang yang tahu betul jaringan sastra global. Baginya jelas bahwa „Asosiasi“ „belum terhitung mubazir“ karena kalau dihitung-hitung judul-judul karya sastra di bidangnya masing-masing masih terus bertambah dan itu perlu dimediasi. Keadaan bagi para penulis tidak terkenal dari Selatan tidak mudah, memerantai mereka kepada penerbit-penerbit yang berminat berjalan lebih mudah melalui jaringan profesional. Memang situasi sastra dunia saat ini telah mengalami perubahan: „Dunia terus-menerus bergerak. Apakah 10 tahun lalu ada yang membayangkan bahwa China akan jor-joran membeli hak penerjemahan dari Eropa? Sekarang kita melihat betapa negara-negara seperti India, Argentina, Meksiko, Brasil Indonesia dan Chili mengembangkan cukup banyak gagasan untuk bisa berbicara di pasar global. Konsep „Dunia Ketiga“ jelas telah berlalu. Tapi konsep mempormosikan pengarang dari Selatan seyogyanya belum berlalu. Konsep ini terbukti berhasil dan menciptakan suatu keberagaman kehidupan sastra yang belum ada sebelumnya. Dari keberagaman inilah budaya Jerman hidup.
jurnalis lepas
Terjemahan: Arpani Harun
Copyright: Goethe-Institut, Online-Redaktion
Maret 2006








