Raoul Schrott dan Puisi

![]() |
Tiga jam sebelumnya, sensasi yang mirip berlangsung di ruang pameran yang bersisian dengan auditorium, yang saat itu dijadikan tempat diskusi terbatas. Dikitari oleh sekitar 20an perserta diskusi, Raoul memaparkan pandangan dia tentang hakekat puisi, tentang asal-usul rima, tentang daya pukau kata dalam menghadirkan citra yang menggiring tindakan manusia. Selain menyentuh problem alih bahasa karya sastra, Raoul juga menyinggung problem bahasa yang melingkupi fisika modern. Pemaparan Raoul itu seakan sebuah tamasya yang menerobos tembok waktu, dan membuat peserta diskusi kembali menengok fajar kelahiran puisi 4000 tahun yang silam, hingga ke pergulatan mutakhir puisi yang meletakkannya pada satu tataran yang sama dengan mekanika kuantum.
![]() |
| Obrolan sastra bersama Raoul Schrott |
Raoul Schrott jelaslah sastrawan cemerlang yang hidup dan karyanya adalah kisah tentang pelintasan batas, yang tak canggung berada di tengah bangsa, bahasa dan budaya yang beraneka. Penyair berusia 42 ini dilahirkan di Brasil, dibesarkan di Tunisia dan menetap di Pulau yang melahirkan sejumlah sastrawan puncak abad 20: Irlandia. Dianggap sebagai salah seorang sastrawan berbahasa Jerman terpenting saat ini, Raoul menggemparkan negeri yang tak cuma memiliki Goethe, Schiller dan Holderlin itu dengan kompendium “Die Erfindung der Poesie / Gedichte der ersten viertausend Jahre” (The Invention of Poetry / Poems from the First Four Thousand Years). Kerja Raoul mencari dan menerjemahkan puisi dari berbagai penjuru Bumi yang dihasilkan selama kurun waktu empat milenium itu tentu saja merupakan kerja yang besar. Kerja itu ikut menyelamatkan sebagian masa kanak-kanak peradaban, masa pertumbuhan dan pergulatan kebudayaan manusia.
![]() |
| Raoul Schrott |
Nirwan Ahmad Arsuka
Esais, kritikus sastra, editor.
Publikasi dan penerjemahan artikel dengan izin penulis.









