Bayang-Bayang Sang Penulis
Penerjemahan Sastra di Jerman

Tanpa penerjemah karya sastra kiranya kita tidak akan bisa menikmati sebagian besar sastra dunia. Bukan ketenaran dan bukan pula uang yang mendorong orang-orang ini melakukan pekerjaan menerjemah yang sulit itu. Sebab honor yang mereka terima terhitung kecil dan sebagai seniman kedua dan di balik layar dari karya yang mereka terjemahkan mereka hampir tidak dikenal masyarakat luas. Mereka ini adalah pelaku penerjemahan yang melakukan pekerjaan atas dasar keyakinan, orang-orang yang menganggap diri mereka sebagai perantara bahasa dan budaya.
Jerman adalah negara penerjemah sejak berabad-abad, sebuah negara dimana banyak orang suka membaca karya sastra asing. Berdasarkan keterangan Himpunan Penerjemah Jerman (Verband deutscher Übersetzer/VdÜ) hampir satu dari setiap dua buku sastra ringan adalah buku terjemahan. Ini berkat kerja keras para penerjemah sastra yang berminggu-minggu, bahkan seringkali berbulan-bulan mengutak-atik setiap kata dan formulasi kalimat, mencari padanan dalam bahasa Jerman, tenggelam dalam dunia lain agar bisa memindahkannya ke dalam dunia budaya kita.
Ciri Utama: Keakuratan
Ketika Maria Bamberg, penerjemah terkenal untuk sastra Amerika Latin, menerjemahkan karya monumental Carlos Fuentes „Terra Nostra“ ke dalam Bahasa Jerman, ia membuat sketsa peta kota Meksiko City yang dilukiskan dalam novel tersebut untuk bisa merasakan dengan lebih baik setting alur cerita. Ketika beberapa tahun kemudian dia ke Meksiko City untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa ia sudah mengenal kota itu dan hampir tak punya kesulitan menemukan orientasi di sana. Dunia nyata bisa terbuka bagi dirinya melalui dunia fiksi dimana ia hidup selama satu tahun, yakni selama mengerjakan penerjemahan novel tersebut. Salah satu ciri utama dari penerjemah karya sastra adalah keakuratan. Untuk menemukan makna yang tepat dari setiap kata, tidak jarang para penerjemah melakukan kontak telpon dengan penulis novel yang berada di bagian dunia lain, ujar Maria Bamberg dalam sebuah seminarnya di Institut Amerika Latin di Berlin.
Saudara Sejiwa Sang Penulis
Tidak ada orang, selain si penulis sendiri, mengenal sebuah karya sastra begitu baik seperti si penerjemah karya tersebut. Willi Zurbrüggen, penerjemah beberapa penulis terkenal Amerika Latin seperti Mario Benedetti, José Donoso dan Miguel Angel Asturias serta penulis-penulis Spanyol seperti Vásquez Montalbán, Luis Landero dan Antonio Munoz Molina, kenal secara pribadi dengan para penulis buku yang ia terjemahkan selama penulis itu masih hidup. „Persahabatan pribadi penting untuk bisa mengenal pribadi si penulis dan gaya tuturnya dalam menulis“, kata Zurbrüggen. Pada akhir sebuah penerjemahan seringkali si penerjemah merasa seperti „saudara sejiwa“ dari si penulis.
Studi di perguruan tinggi atau belajar sendiri?
Bagaimana caranya menjadi penerjemah sastra? Biasanya melalui studi di perguruan tinggi selama sembilan semester dengan gelar Diplom atau setingkat S2. Salah satu bagian yang wajib ditempuh selama kuliah adalah praktikum, misalnya di sebuah biro penerjemahan. Tapi banyak juga penerjemah yang tidak berlatar belakang pendidikan penerjemahan atau penerjemah alam. Maria Bamberg contohnya adalah seorang penerjemah otodidak. Ia pernah tinggal bertahun-tahun di Argentina dan baru mulai menerjemah di saat usianya tidak muda lagi. Willi Zurbrüggen mulanya adalah bankir, lalu suatu saat meninggalkan profesi ini, kuliah bahasa Spanyol, tinggal dua tahun di Meksiko dan memutuskan bekerja sebagai penerjemah.
Spesialisasi pada bidang kebahasaan atau Non-fiksi
Biasanya penerjemah sastra membuat spesialisasi pada satu wilayah bahasa, penulis tertentu atau bidang ilmu tertentu. Sebagai contoh, Maria Bamberg menjadi tenar karena ia berkonsentrasi pada penerjemahan karya-karya penulis Meksiko Carlos Fuentes yang juga menjadi sahabatnya sesudah ia menerjemahkan karyanya. Sebaliknya penerjemah muda Kirsten Borchardt memfokuskan diri pada bidang yang paling disukainya: musik pop-rock. Ia menerjemahkan karya-karya dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Jerman untuk sebuah penerbit musik kecil sejak beberapa tahun.
Tokoh kunci untuk masuk ke dunia lain
Apa sebenarnya yang mendorong seseorang secara sukarela menempatkan dirinya dalam bayang-bayang seorang majikan yang tak terlihat, yakni si penulis? Tidak mungkin uang jawabannya, sebab penerjemah sastra adalah pekerja lepas dan honornya tidak menggiurkan. Kecintaan pada kesusasteraan dan bahasa lah yang membuat ia melakukan itu. Willi Zurbrüggen menggambarkannya sebagai berikut: „Jika saya menerjemahkan sebuah novel yang bagus, saya hidup dalam dunia novel itu dan membuatnya dikenal orang.“ Penerjemah adalah figur kunci – dalam artinya yang sebenarnya – karena hanya melalui mereka kita bisa melihat dunia lain. Tapi sayangnya hanya sedikit dari mereka yang bisa hidup dari honor penerjemahan. „Bahwa orang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dari salah satu profesi terpenting yang mengenal kehidupan kejiwaan kita, ini benar-benar menohok kita“, kata mantan presiden Jerman Roman Herzog.Beasiswa dan penghargaan
Buruknya situasi sosial penerjemah merupakan latar belakang dibentuknya Deutsche Übersetzerfonds (Dana Penerjemah Jerman) pada 1997. Institusi ini dibiayai dari dana pusat, yayasan budaya negara bagian dan dana sumbangan dalam dan ia membantu penerjemah bentuk pemberian beasiswa kerja, tinggal, perjalanan dan beasiswa mengikuti lokakarya. Besarnya beasiswa antara 500 sampai 10.000 Euro. Selain itu dalam homepagenya institusi ini juga menginformasikan tentang berbagai penghargaan untuk terjemahan sastra yang dianugerahkan sekali setahun.
Penulis lepas, Mannheim
Copyright: Goethe-Institut, Online-Redaktion
Diterjemahkan dari bahasa Jerman oleh Arpani Harun








