Film

24 Wochen 24 Wochen Film cerita // 102 menit // Jerman, 2016

Sutradara: Anne Zohra Berrached // Pemeran: Julia Jentsch, Bjarne Mädel, Emilia Pieske, Johanna Gastdorf, Maria Dragus, Mila Bruk, Sabine Wolf, Karina Plachetka

Astrid pemain kabaret yang mencari nafkah dengan membuat orang tertawa. Suaminya merangkap sebagai manajernya. Mereka tim yang kompak, mempunyai putri berusia sembilan tahun, dan sedang menanti kelahiran anak kedua. Ketika diberi tahu sang bayi akan lahir tidak sehat, mula-mula mereka optimistis menghadapi kabar buruk. Tetapi semakin lama, Astrid semakin cemas - mengenai masa depan anak dalam kandungannya dan juga mengenai keluarga dan kariernya. Setelah banyak diskusi dan perselisihan, Astrid menyadari hanya ia sendiri yang dapat mengambil keputusan yang akan berdampak kepada kehidupan mereka semua. Situasi bertambah sulit mengingat ia artis terkenal yang disorot oleh publik dan media.

Film cerita kedua sutradara Anne Zohra Berrached menyajikan potret intens seorang perempuan di hadapan konflik moral tanpa jalan keluar yang mudah. Tanpa berupaya menguras air mata pun, film ini benar-benar menyentuh.

www.24wochen.de
Anna Zohra Berrached, kelahiran 1982, kuliah pedagogi sosial di Frankfurt. Setelah lulus ia bekerja di London sebagai ahli pedagogi teater dan kemudian sebagai asisten sutradara di Hansa Theater dan di Ballhaus Ost di Berlin. Tahun 2009 ia mulai kuliah penyutradaraan di Akademi Film Baden-Württemberg. 24 Wochen merupakan film cerita berdurasi panjang keduanya setelah Zwei Mütter (2013), dan pada tahun 2016 menjadi satu-satunya peserta lomba dari Jerman di Berlinale.

Agonie Agonie Film cerita // 93 menit // Jerman / Austria, 2016

Sutradara: David Clay Diaz // Pemeran: Samuel Schneider, Alexander Srtschin, Alexandra Schmidt, Simon Hatzl, Mercedes Echerer, Alexander Jagsch, Martina Poel

Dua pemuda, Christian (24) dan Alex (17), menjalani hidup masing-masing tanpa saling terkait. Pada akhir film, satu dari mereka telah menjadi pembunuh. Siapa pun yang pernah menemui peristiwa seperti itu, mungkin bahkan di sekitar lingkungannya sendiri, mau tidak mau akan berusaha mencari pemicu kejahatan tersebut dan menggali makna di balik drama yang terjadi, betapa pun menyimpang dan kejam. Tetapi bagaimana kalau apa yang biasa disebut dengan kehidupan ternyata menyimpan cerita, namun tidak mengikuti alur tertentu.

Agonie dengan tangkas melawan dramaturgi yang lazim. David Clay Diaz menyelidiki kasus pembunuhan, tetapi ia memilih sekadar menampilkan apa yang terjadi alih-alih menjelaskannya. Penonton dibiarkan menarik kesimpulan sendiri. Sebuah penyajian yang sangat bernas!

www.davidclaydiaz.com
David Clay Diaz lahir tahun 1989 di Paraguay, melewati masa kecilnya di Lima, Peru dan kemudian mengikuti ibunya ke Wina, tempat ia kuliah filsafat. Sejak 2010 ia kuliah penyutradaraan film di Sekolah Tinggi Televisi dan Film München. Agonie dibuat sebagai tugas kuliah tahun ketiga.

Ein Atem Ein Atem Film cerita // 101 menit // Jerman, 2015

Sutradara: Christian Zübert // Pemeran: Jördis Triebel, Chara Mata Giannatou, BenjamenitSadler, Apostolis Totsikas, Nike Maria Vassil, Pinilopi Sergounioti, Mary Nanou, Akilas Karazisis

Dua perempuan, satu perjalanan menuju diri sendiri. Seorang ibu penyayang yang bermasalah tengah mencari anaknya. Seorang perempuan hamil berupaya lari dari tanggung jawab. Tessa, 37, seolah memiliki kehidupan sempurna. Ia tinggal di apartemen mewah di Frankfurt bersama suaminya Jan dan putri mereka Lotte, yang berusia 18 bulan. Elena, 27, berasal dari Yunani. Krisis yang melanda negerinya dihadapinya dengan tegar dan percaya diri: Ia mengadu nasib di Jerman dan mendapat pekerjaan sebagai pengasuh Lotte. Mula-mula semua terasa mudah, tetapi situasi menjadi rumit ketika Elena menyadari ia hamil. Tiba-tiba tanggung jawabnya bukan lagi sekadar atas dirinya sendiri.

Anak atau karier, pertanyaan ini dihadapi oleh dua perempuan di bawah kondisi yang sangat berbeda dalam film Ein Atem garapan Christian Zübert. Film ini memberi ruang bagi sudut pandang kedua perempuan itu dan sangat berkesan terutama karena penampilan memukau kedua pemeran utama.

www.wildbunch-germany.de
Christian Zübert, kelahiran 1973, mengawali kariernya pada tahun 2001 sebagai penulis skenario untuk seri detektif Der Clown. Film bioskop pertamanya adalah komedi Lammbock (2001), di mana ia menjadi penulis skenario sekaligus sutradara. Sejak itu ia mencatat sukses sebagai penulis skenario dan sutradara melalui film seperti Neue Vahr Süd (2010) dan Dreiviertelmond (2011) dan meraih berbagai penghargaan.

Coconut Hero Coconut Hero Film cerita // 101 menit // Jerman / Kanada, 2015

Sutradara: Florian Cossen // Pemeran: Alex Ozerov, Bea Santos, Krista Bridges, Sebastian Schipper, Jim Anann, R.D. Reid, David Thompa, Jeff Klarke, Udo Kier

Mike Tyson (nama ini hanya satu dari sekian hal yang menyusahkannya) sudah lama berharap ia mati saja. Pemuda berusia 16 tahun itu ditinggal oleh ayahnya ketika masih kecil dan terus dirisak oleh teman-teman sekolahnya. Ia tinggal berdua ibunya di kota kecil di daerah antah berantah di bagian utara Kanada. Setelah gagal bunuh diri, Mike diharuskan ikut terapi kejiwaan. Pada pemeriksaan rutin di rumah sakit lalu ditemukan tumor mematikan di otaknya, dan Mike mengira harapannya akan terwujud. Tetapi ketika ia bertemu Miranda, orang pertama yang benar-benar bisa memahaminya, ia membangun harapan baru.

Dengan tokoh-tokoh simpatik, alur cerita penuh kejutan, gambar-gambar indah daerah pedesaan Kanada, serta iringan musik yang asyik, film terbaru Florian von Cossen mengenai hidup dan mati menjadi tontonan wajib. Sebuah film Jerman yang menyerupai film indie dari Amerika!

www.coconuthero.de
Florian Cossen lahir tahun 1979 di Tel Aviv dan tahun 2002 mulai kuliah penyutradaraan film di Akademi Film Baden-Württemberg di Ludwigsburg. Pada tahun 2005 dan 2006 ia memperoleh beasiswa sehingga dapat berkuliah di University of California di Los Angeles dan di Universidad del Cine di Buenos Aires. Di sana ia memperoleh inspirasi untuk film karya akhir sekaligus film cerita perdananya Das Lied in mir, yang memperoleh nominasi untuk Hadiah Perfilman Jerman.

Freistatt Freistatt Film cerita // 104 menit // Jerman, 2015

Sutradara: Marc Brummund // Pemeran: Louis Hofmann, Alexander Held, Stephan Grossmann, Katharina Lorenz, Max Riemelt, Uwe Bohm

Musim panas 1968. Angin perubahan hanya terasa sepoi-sepoi di kota-kota kecil di bagian utara Jerman. Wolfgang yang berusia 14 tahun menghadapi kesehariannya, ibunya, dan terutama ayah tirinya dengan sikap membangkang. Ketika ia dimasukkan ke panti asuhan Freistatt milik gereja di daerah terpencil, ia mendapatkan dirinya di sebuah dunia yang membuat keinginannya untuk bebas semakin menggebu: Pintu-pintu terkunci, jendela-jendela berterali, kerja bakti bergaya militer di lingkungan sekitar panti. Tetapi satu hal sudah jelas bagi Wolfgang: Hasratnya akan kebebasan takkan pernah padam.

Sebuah film yang memikat dan menyentuh berdasarkan kisah nyata. Marc Brummund menyajikan cerita Wolfgang dan teman-teman senasibnya dengan gambar-gambar yang sangat ekspresif. Sebuah film sensasional!

www.freistatt-film.de
Marc Brummund, kelahiran 1979, kuliah psikologi dan publisistik di Universitas Hamburg dan kemudian kuliah film dokumenter di Sekolah ZELIG untuk Film dan Televisi di Bozen, Italia. Pada tahun 2014 ia mengikuti master class penyutradaraan film di Hamburg Media School. Ia meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, termasuk nominasi untuk Hadiah Film Pendek Jerman dan Oscar Mahasiswa.

Grüße aus Fukushima Grüße aus Fukushima Film cerita // 104 menit // Jerman, 2016

Sutradara: Doris Dörrie // Pemeran: Rosalie Thomass, Kaori Momoi, Moshe Cohen. Nami Kamata Aya Irizuki

Marie, perempuan muda Jerman, pergi ke Jepang setelah gagal meraih impiannya. Ia bergabung dengan organisasi Clowns4Help, yang hendak menghibur para korban bencana alam yang melanda Fukushima pada tahun 2011. Sebagian besar orang lanjut usia yang masih tinggal di penampungan darurat karena tidak mau atau tidak bisa pindah ke tempat lain. Marie segera menyadari ia tidak sanggup menjalani tugas ini. Tetapi sebelum ia kabur lagi, ia bertemu Satomi yang keras kepala, geisha terakhir di Fukushima, yang bertekad kembali ke rumahnya yang hancur di kawasan terlarang. Maria membantu Satomi membereskan rumah. Kedua perempuan yang sangat berbeda itu bukan saja menjadi akrab satu sama lain, tetapi juga menghadapi momok masa silam masing-masing.

Setelah sukses dengan Kirschblüten – Hanami (Bunga Ceri), Dorris Dörrie -yang merangkap sebagai penulis skenario - kembali ke Jepang. Drama hitam-putih ini menyajikan kisah puitis yang universal mengenai melepaskan masa lalu dan melanjutkan kehidupan.

www.gruesseausfukushima.de
Doris Dörrie, kelahiran 1975, mulai kuliah film di Sekolah Tinggi untuk Televisi dan Film München pada tahun1975. Kini ia salah satu sutradara Jerman yang paling sukses dan paling dikenal. Di samping bekerja sebagai sutradara, ia juga aktif sebagai penulis dan produser dan telah meraih banyak penghargaan untuk film dan tulisannya. Di antara filmnya yang paling sukses tercatat komedi Männer (1985) dan kisah melankolis Kirschblüten – Hanami (2008), yang memperoleh perhatian internasional.

Hedi Schneider steckt fest Hedi Schneider steckt fest Film cerita // 92 menit // Jerman / Norwegia, 2015

Sutradara: Sonja Heiss // Pemeran: Laura Tonke, Hans Löw, Leander Nitsche, Melanie Straub, Simon Schwarz, Margarita Broich

Hedi, Uli dan Finn, putra mereka, hidup nyaman bagai air mengalir sambil bermimpi mengenai masa depan. Tetapi tiba-tiba saja Hedi tertimpa masalah. Mula-mula lift yang ditumpanginya macet, kemudian pikirannya pun buntu. Semuanya berubah. Dan meskipun Hedi dan Uli mencoba bertahan, dunia mereka semakin kacau. Demi menyelamatkan perkawinan, mereka memutuskan bepergian ke Norwegia untuk mencicipi kebahagiaan - setidaknya untuk 24 jam.

Membuat komedi mengenai serangan panik dan gangguan kecemasan merupakan upaya yang ambisius. Sutradara Sonja Heiss mengatasi tantangan itu dengan cara yang memikat dan dengan pemeran utama wanita yang meyakinkan.

www.hedi-schneider.com
Sonja Heiss, kelahiran 1976, kuliah film dokumenter di Sekolah Tinggi untuk Televisi dan Film München. Film karya akhir dan sekaligus film berdurasi panjang perdananya Hotel Very Welcome (2007) mendapat pujian dari para kritikus dan meraih berbagai penghargaan internasional. Karya perdana Sonja Heiss sebagai penulis adalah antologi Das Glück, yang terbit pada tahun 2011.

Herbert Herbert Film cerita // 109 menit // Jerman, 2015

Sutradara: Thomas Stuber // Pemeran: Peter Kurth, Lina Wendel, Lena Lauzemis, Edin Hasanovic, Peter Schneider, Manfred Möck

Herbert berbadan kekar. Meskipun ia sudah mulai berumur, otot dan kepalan tangan tetap menjadi modal utamanya. Dulu ia "Kebanggaan Leipzig". Sekarang ia menyambung hidup sebagai penagih utang dan penjaga pintu yang andal, dan pada malam hari ia menyiapkan petinju muda Eddy menghadapi petarungan perebutan gelarnya yang pertama. Namun tidak lama kemudian Herbert terpaksa mengakui bahwa hidupnya berantakan. Ia terakhir bertemu putrinya yang kini telah dewasa ketika anak itu berusia enam tahun. Ia menjaga jarak dengan pacarnya yang bernama Marlene. Hidupnya semakin kacau ketika ia didiagnosis mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Herbert sadar bahwa telah tiba saatnya untuk pertarungan terakhir, bahwa ia harus memperbaiki berbagai kesalahannya. Sebelum terlambat.

Dengan Herbert, yang merupakan debutnya sebagai sutradara, Thomas Stuber berhasil menampilkan potret lugas seorang petinju yang mulai menua. Sebuah drama yang apa adanya, keras, tanpa ampun, dan diperankan dengan baik.

www.wildbunch-germany.de
Thomas Stuber, kelahiran 1981, kuliah penyutradaan film di Akademi Film Baden-Württemberg pada tahun 2004 sampai 2011. Sebelumnya ia telah mengumpulkan pengalaman di industri film dengan bekerja sebagai pegawai magang. Film mahasiswanya Teenage Angst (2008) diputar perdana di Berlinale, dinominasikan untuk banyak penghargaan, dan berhasil meraih beberapa di antaranya.

Junges Licht Junges Licht Film cerita // 122 menit // Jerman, 2015

Sutradara: Adolf Winkelmann // Pemeran: Oscar Brose, Charly Hübner, Lina Beckmann, Peter Lohmeyer, Ludger Pistor

Julian Collien, 12 tahun, tinggal di desa pertambangan yang dicirikan oleh kekangan, kemiskinan dan kebrutalan. Julien tidak melihat manfaat sekolah. Ia ingin menjadi penambang - seperti ayahnya. Ibunya yang mengidap penyakit batu empedu mengalami gangguan mental dan pergi tetirah di pantai bersama adik perempuan Julian, sehingga ayah dan putra tinggal berdua selama liburan musim panas. Julian merasa bertanggung jawab di rumah: Ia menyiapkan roti untuk ayahnya dan menjemputnya di tambang. Julian jarang menghabiskan waktu luang bersama kaum remaja sedesa, yang kerap bercanda dengan kasar. Ia mendapat pinjaman kamera dari Gorny, pemilik rumah mereka, dan diminta memotret teman-temannya ketika sedang mandi. Tetapi Julian lebih suka mengamati Marusha, putri tiri Gorny yang berumur 15 tahun, namun terlalu cepat dewasa, yang membuat bukan saja Julian mabuk kepayang, melainkan juga ayahnya.

Penghormatan Adolf Winkelmann terhadap Ruhrgebiet zaman dahulu ini membangkitkan kawasan pertambangan tersebut dalam gambar-gambar puitis. Sebuah adaptasi novel berjudul sama karya Ralf Rothmann.

www.jungeslicht.weltkino.de
Adolf Winkelmann adalah sutradara, produser, dan profesor untuk film di Sekolah Tinggi Kejuruan untuk Seni dan Desain di Dortmund. Ia bekerja di industri film sejak tahun 1967, dan pada tahun 1978 ia berhasil mencatat sukses besar dengan film bioskop perdananya Die Abfahrer. Di sini pun ia telah menyajikan potret kawasan Ruhrgebiet, sebuah tema yang selalu ia angkat kembali. Winkelmann meraih berbagai penghargaan untuk film-filmnya.

Lenalove Lenalove Film cerita // 93 menit // Jerman, 2016

Sutradara: Florian Gaag // Pemeran: Emilia Schüle, Jannik Schümann, Sina Tkotsch, Kyra Sophia Kahre, Anna Bederke, Sandra Borgmann

Lena, 16, sangat kreatif dan berperasaan halus. Ia merasa semakin terkekang dan tidak dipahami di perumahan di pinggir kota tempat ia tinggal. Dalam diri Tim, seorang artis grafiti, ia menemukan teman sejiwa. Mereka sempat bermain mata, tetapi cinta yang mulai bersemi itu langsung kandas ketika Nicole, mantan sahabat Lena, mendekati Tim. Dengan kecewa Lena mencurahkan isi hatinya kepada Noah, teman chat yang baru dikenalnya. Ia belum menyadari siapa yang berada di balik akun tersebut. Sebuah permainan licik mulai bergulir dan sedikit demi sedikit menggerogoti suasana serba sempurna di kawasan pinggiran itu. Suatu malam, saat berkencan dengan Noah, "permainan" itu pun lepas kendali. Setelah itu segalanya berubah bagi Lena dan semua pihak lain yang terlibat.

Peraih Penghargaan Grimme Florian Gaag berhasil menyajikan drama remaja yang menegangkan dan sangat aktual, dengan rangkaian gambar hebat, tokoh-tokoh yang tegas, dan tempo yang tinggi.

www.alpenrepublik.eu/lenalove
Florian Gaag, kelahiran 1971, menjalani kuliah selama empat tahun di Tisch School of Art pada New York University, dan kemudian bekerja sebagai manajer unit dan penata suara pada berbagai produksi film. Dari tahun 1995 sampai 2005 ia menjadi asisten sutradara atau sutradara untuk berbagai film pendek dan film dokumenter. Film cerita perdananya Wholetrain (2006) meraih sejumlah penghargaan.

Die Lügen der Sieger Die Lügen der Sieger Film cerita // 112 menit // Jerman / Prancis, 2015

Sutradara: Christoph Hochhäusler // Pemeran: Florian David Fitz, Lilith Stangenberg, Horst Kotterba, Ursina Lardi, Avred Birnbaum, Gottfried Breitfuß

Fabian Groys wartawan terkemuka di redaksi ibukota sebuah majalah berita politik. Bersama Nadja, pegawai magang yang ditugaskan membantunya, ia menginvestigasi perlakuan angkatan bersenjata Jerman terhadap kaum veteran. Ketika penyelidikannya kandas karena informannya berubah pikiran, Groys beralih ke skandal limbah beracun. Kemudian muncul petunjuk bahwa kedua kasus itu saling terkait, dan semuanya bergulir semakin kencang. Namun ada yang membuat Groys curiga: Bisakah ia mempercayai informasi yang diterimanya?

Die Lügen der Sieger karya Christoph Hochhäusler bercerita secara padat dan meyakinkan mengenai penyalahgunaan kekuasaan dan jurnalisme investigatif.

www.dieluegendersieger-derfilm.de
Christoph Hochhäusler, kelahiran 1972, adalah sutradara dan penulis skenario. Ia kuliah penyutradaraan film di Sekolah Tinggi untuk Televisi dan Film München. Bersama dengan teman-teman kuliah ia mendirikan majalah film Revolver, dan hingga kini ia masih terlibat sebagai ko-penerbit dan penulis. Film perdananya Milchwald (2013) mendapat perhatian internasional dan juga diputar di bioskop-bioskop di Prancis. Film cerita berdurasi panjang ketiganya Unter dir die Stadt (2010) diputar perdana di Festival Film Cannes.

Der Nachtmahr Der Nachtmahr Film cerita // 88 menit // Jerman, 2015

Sutradara: AKIZ // Pemeran: Carolyn Genzkow, Sina Tkotsch, Wilson Gonzalez Ochsenknecht, Arnd Klawitter, Julika Jenkins

Tina berusia 17 tahun dan seakan-akan memiliki semua hal yang didambakan remaja seusianya. Seusai menghadiri sebuah pesta ia dihantui mimpi buruk, dan selanjutnya setiap malam didatangi makhluk buruk rupa. Satu-satunya orang yang diajaknya bicara mengenai ketakutannya adalah psikiaternya. Ia lalu disarankan menjalin kontak dengan makhluk itu. Mula-mula Tina menolak, namun ketika ia menyadari bahwa orang tuanya mempertimbangkan untuk memasukkannya ke rumah sakit jiwa, ia memberanikan diri dan menyapa makhluk itu. Ternyata makhluk itu merupakan perwujudan rasa takutnya dan mengalami perasaan yang sama seperti Tina. Karena takut dianggap aneh, Tina menyembunyikan makhluk tersebut di kamarnya. Lambat laun ia tidak lagi merasa jijik, dan keakraban pun mulai terjalin. Tetapi kemudian lingkungan sekitar Tina mulai curiga.

AKIZ menggarap makhluk mimpi buruk ini mulai tahun 2001 di Los Angeles. Hasilnya adalah film genre istimewa: Cool, bertempo tinggi, berisik, dan psycho. Visi sang sutradara dan implementasinya yang tanpa kompromi menjadikan Der Nachtmahr sebagai berlian perfilman Jerman.

www.der-nachtmahr.com
AKIZ, kelahiran 1969, adalah seorang sutradara dan perupa. Dari tahun 1991 sampai 1996 ia kuliah di Akademi Film Baden-Württemberg di Ludwigsburg dan di University of Southern California. Sejak tahun 1999 ia bekerja di Los Angeles sebagai pembuat film dan penulis skenario. Tahun 2007 ia meluncurkan Das wilde Leben, film bioskopnya yang pertama, ketika itu masih di bawah nama aslinya Achim Bornhak. Pada tahun 2012 ia mendirikan perusahaan produksi OOO-FILMS.

Sybille Sybille Film cerita // 87 menit // Jerman, 2015

Sutradara: Michael Krummenacher // Pemeran: Anne Ratte Polle, Thomas Loibl, Dennis Kamitz, Levi Lang, Heiko Pinkowski, Andreas Lust, Thomas Fränzel, Elisabeth Rath, Thomas Bestvater, Franziska Rieck

Setelah melewati masa sangat sibuk di biro arsitek miliknya, Sibylle sulit mendapatkan ketenangan saat berlibur bersama Jan, suaminya, dan David dan Luca, kedua putra mereka. Sementara keluarganya masih tidur, Sibylle berjalan-jalan menyusuri tebing di tepi sungai. Perempuan seusia yang setiap hari berpapasan dengannya nyaris luput dari perhatiannya - sampai suatu pagi ia menyaksikan perempuan itu bunuh diri. Sekembalinya ke München, Sibylle sia-sia berusaha melupakan kejadian tersebut. Selalu saja ada kejadian aneh yang seolah-olah menyiratkan kaitan antara nasib perempuan itu dan dirinya. Sibylle semakin menjauhi keluarganya dan dihantui penampakan yang bagaikan mimpi buruk. Karena diduga lelah mental, Sibylle diminta berhenti bekerja untuk sementara. Dalam keadaan terisolasi, ia berupaya meraih kembali kendali atas hidupnya serta keakraban dengan keluarganya. Tetapi ternyata upaya itu tidak mendapat sambutan hangat.

Dengan film thriller Sibylle, Michael Krummenacher berhasil menembus ranah film genre, sesuatu yang masih langka dalam perfilman Jerman. Sebuah film yang menegangkan sekaligus menggelisahkan.

www.sibylle-film.de
Michael Krummenacher, kelahiran 1985 di Swiss, mulai kuliah penyutradaraan Sekolah Tinggi untuk Televisi dan Film München pada tahun 2006. Tahun 2009 ia bersama seorang mitra mendirikan perusahaan produksi Passanten Filmproduktion. Ia memproduksi dan menyutradarai film cerita perdananya Hinter diesen Bergen pada tahun 2010. Krummenacher telah meraih berbagai penghargaan untuk karya-karyanya.

Der Staat gegen Fritz Bauer Der Staat gegen Fritz Bauer Film cerita // 105 menit // Jerman, 2015

Sutradara: Lars Kraume // Pemeran: Burghart Klaußner, Ronald Zehrfeld, Sebastian Blomberg, Jörg Schüttauf, Lilith Stangenberg, Laura Tonke

Jerman, 1957. Sementara Jerman Barat yang masih berusia muda ingin melepaskan diri dari bayangan zaman Nazi, satu laki-laki berjuang tanpa mengenal lelah untuk memperadilkan para pelaku di negeri sendiri: Dua belas tahun seusai perang, Fritz Bauer, jaksa agung yang tidak kenal kompromi, mendapat petunjuk menentukan mengenai keberadaan mantan perwira SS Adolf Eichmann. Bauer dan jaksa junior Karl Angermann melakukan investigasi. Ternyata mereka menghadapi perlawanan dari kalangan tertinggi. Perang yang seakan tanpa harapan melawan musuh yang tidak terlihat pun dimulai, tetapi Bauer dan Angermann pantang menyerah, meskipun sadar bahwa pengejaran Eichmann akan berdampak besar terhadap kehidupan profesional dan pribadi mereka.

Setengah abad setelah kematian Bauer, sutradara Lars Kraume membangkitkan kembali kenangan akan seorang laki-laki yang telah nyaris terlupakan dan sempat dimusuhi oleh banyak orang di bekas Jerman Barat akibat keberaniannya. Sebuah film yang luar biasa dan patut ditonton!

www.derstaatgegenfritzbauer.de
Lars Kraume, kelahiran 1973, bekerja sebagai fotografer lepas sampai ia menempuh kuliah pada Akademi Film dan Televisi Jerman di Berlin dari tahun 1994 sampai 1998. Sejak itu ia telah menjadi sutradara, penulis skenario dan produser untuk banyak proyek film dan televisi. Tahun 2005 Lars Kraume berhasil meraih sukses besar dengan tiga proyek berturut-turut yang sangat berbeda satu sama lain: Film dokumenter Kismet –Würfel Dein Leben, film cerita Keine Lieder über Liebedan film detektif televisi Wo ist Max Gravert?.

Verfehlung Verfehlung Film cerita // 95 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Gerd Schneider // Pemeran: Sebastian Blomberg, Kai Schumann, Jan Messutat, Sandra Borgmann, Valerie Koch, Hartmut Becker

"Kalau orang terus melontarkan fitnah, lambat laun ada yang percaya…" Itulah yang diyakini rohaniwan Katolik Jakob Völz yang bertugas di penjara ketika sahabat sekaligus koleganya Dominik Bertram ditahan karena dicurigai melakukan pelecehan seksual. Dugaan Jakob, yang terus disangkalnya, akan menjadi batu ujian bagi imannya dan pemahamannya mengenai diri sendiri.

Dengan film perdananya ini, sutradara Gerd Schneider berhasil menyajikan drama yang kompleks dan autentik. Verfehlung bercerita mengenai persahabatan, tanggung jawab, iman, dan pengkhianatan, dan mengungkapkan situasi di dalam sistem gereja sambil menyoroti hubungan antarmanusia. Sebuah pengalaman filmis yang intens!

www.verfehlung-film.de
Gerd Schneider, kelahiran 1974, kuliah teologi Katolik di Bonn dan Wina sebelum beralih ke dunia perfilman dan kuliah di Akademi Film Baden-Württemberg. Film karya akhirnya Am Rand der Hoffung (2006), sebuah film dokumenter berdurasi sedang, diputar di berbagai festival internasional dan meraih sejumlah penghargaan.

Victoria Victoria Film cerita // 136 menit // Jerman, 2015

Sutradara: Sebastian Schipper // Pemeran: Laia Costa, Frederick Lau, Franz Rogowski, Burak Yigit, Max Mauff, André M. Hennicke, Anna Lena Klenke

Satu jam lagi, dan malam ini pun akan berlalu di Berlin. Victoria, perempuan muda asal Madrid, berkenalan dengan empat pemuda Berlin - Sonne, Boxer, Blinker dan Fuß - di depan sebuah klub. Ia dan Sonne langsung tertarik satu sama lain, tetapi waktunya tidak tepat. Sonne dan teman-temannya masih ada urusan lain. Untuk menebus utang, mereka sepakat melakukan hal yang melanggar hukum. Ketika salah seorang dari mereka mendadak berhalangan, Victoria diminta menjadi sopir. Apa yang diawali sebagai petualangan seru, kemudian menjadi tarian euforia - sebelum menjelma sebagai mimpi buruk. Menjelang fajar Victoria dan Sonne pun mempertaruhkan segala sesuatu.

Ini bukan ide biasa: Membuat satu film utuh dalam satu kali pengambilan gambar, tanpa trik teknis, tanpa pengaman maupun tipuan, dan dengan risiko penuh. Itulah yang dilakukan Sebastian Schipper dan timnya dengan sangat berhasil. Salah satu film Jerman paling menggairahkan dalam beberapa tahun terakhir!

www.wildbuch-germany.de/movie/victoria
Sebastian Schipper, kelahiran 1968, kuliah seni peran di Otto Falckenberg Schule di München dari tahun 1992 sampai 1995. Setelah lulus ia sering tampil sebagai pemeran pendukung di berbagai film sukses seperti Kleine Haie (1996), The English Patient (1996) dan Run Lola Run (1998). Film Absolute Giganten (1999) merupakan film cerita perdananya sebagai sutradara dan penulis, dan sejak itu ia berhasil baik sebagai aktor maupun sebagai sutradara.

Wild Wild Film cerita // 97 menit // Jerman, 2016

Sutradara: Nicolette Krebitz // Pemeran: Lilith Stangenberg, Georg Friedrich, Sike Bodenbender, Saskia Rosendahl, Kotti Yun, Laurie Young

Semuanya dimulai tanpa menarik perhatian: Di kota yang biasa saja di bagian timur Jerman, Ania yang pendiam bekerja di perusahaan tanpa ciri khas. Setiap hari ia naik kereta dari rusun ke kantor, duduk di depan komputer, mengambilkan kopi untuk Boris, bosnya, dan sebenarnya tidak hadir sepenuhnya. Tetapi kemudian terjadi sesuatu yang menjungkirbalikkan seluruh hidupnya: Ia melihat seekor serigala, sepintas saja, ketika ia sedang naik bus. Bayangan serigala itu bagai terpateri dalam otak Ania, dan ia berusaha menangkap satwa tersebut. Sedikit demi sedikit terbentuk suatu hubungan yang akan mendobrak hidup Ania yang serba teratur namun menjemukan.

Kisah cinta Nicolette Krebitz yang liar dan anarkistis ini merupakan dongeng abadi yang tidak bermanis-manis. Dengan bahasa gambar yang puitis dan gairah seksualnya, Wild termasuk karya agung untuk layar lebar.

www.wild-film.de
Nicolette Krebitz, kelahiran 1972, adalah sutradara, aktris, dan penyanyi. Semasa remaja ia telah bermain dalam banyak film, dan kemudian kuliah seni peran di Fritz-Kirchhoff-Schule. Pada tahun 2001 ia menjalani debutnya sebagai sutradara dengan film Jeans. Untuk karya keduanya sebagai sutradara, Das Herz ist ein dunkler Wald, yang meraih penghargaan, ia juga bertindak sebagai penulis skenario. Di samping berkarya sebagai sutradara, Nicolette Krebitz tetap tampil sebagai pemeran di berbagai produksi terpilih.