Kilas Balik 2015

Kilas Balik 2015

Als wir träumten Als wir träumten Film cerita // 177 menit // Jerman, Perancis, 2015

Sutradara: Andreas Dresen // Pemeran: Merlin Rose, Julius Nitschkoff, Joel Basman, Marcel Heuperman, Frederic Haselon, Ruby O. Fee

Di pinggir kota Leipzig, tidak lama setelah Republik Demokratik Jerman bubar. Rico, Dani, Paul dan Mark, yang beberapa waktu lalu masih menjadi pemuda Pelopor dengan syal leher merah yang menjadi ciri khasnya, menjadi dewasa di tengah hiruk-pikuk reunifikasi. Peraturan kemarin sudah tidak berlaku hari ini. Malam menjadi siang, jalanan menjadi ajang petualangan. Keempat remaja itu berkeliaran sesuka hati, mencuri mobil, mencoba narkoba, mengunjungi klub seks yang baru. Mereka mendirikan diskotek sendiri, yang segera dijadikan sasaran penggerebekan gerombolan Neonazi berkepala gundul. Kebangkitan dan kehancuran berjalan seiring di mana-mana. Tetapi impian pun berkembang. Rico mengharapkan karir sebagai petinju sementara Dani berusaha menggapai cinta – ia mendambakan Sternchen, gadis paling cantik yang pernah ada di Leipzig.

Semua hal yang pada tahun 2006 ditulis oleh pengarang asal Leipzig Clemens Meyer dalam novel perdananya berjudul sama yang meraih banyak penghargaan dipadatkan dan ditajamkan oleh penulis skenario Wolfgang Kohlhaase dan sutradara Andreas Dresen. Mereka menyajikan parabel mengenai persahabatan dan pengkhianatan, harapan dan ilusi, kebrutalan dan kelembutan. Film ini menceritakan kisah mengenai masa muda yang hilang sekaligus menghadirkan permainan seputar pemberontakan dan utopia tentang kebahagiaan mutlak yang tetap ada apapun perubahan yang terjadi.

www.alswirtraeumten.de
Andreas Dresen, lahir 1963 di Gera. Pengalaman pertama dalam bidang film ia dapatkan ketika menjadi asisten sutradara di DEFA (Perusahaan Film Republik Demokratik Jerman). Dia kuliah penyutradaraan di Sekolah Tinggi Film Potsdam Konrad Wolf dan sejak 1992 menjadi penulis dan sutradara film, teater dan opera. Filmnya Halbe Treppe sukses di mana-mana dan tahun 2002 mendapat penghargaan Beruang Perak dari dewan juri Festival Film Internasional Berlin (Berlinale). Untuk filmnya Halt auf freier Strecke Dresen mendapat penghargaan Un Certain Regard di Festival Film Internasional Cannes 2011. Dengan Als wir träumten Dresen sudah tiga kali ikut dalam seksi kompetisi Berlinale.

Auf das Leben! Auf das Leben! Film cerita // 85 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Uwe Janson // Pemeran: Hannelore Elsner, Max Riemelt, Sharon Brauner, Aylin Tezel

Ruth, perempuan setengah baya berlidah tajam dengan pengalaman traumatis semasa kanak-kanak, bertemu Jonas, laki-laki muda putus harapan yang kehilangan tujuan hidupnya. Pertemuan yang kebetulan belaka itu berkembang menjadi hubungan istimewa bagi keduanya. Meskipun berbeda jauh dari segi usia dan perjalanan hidup, dan meskipun masing-masing telah tertimpa musibah berbeda, Ruth dan Jonas berkeinginan begitu kuat untuk saling membantu, sehingga mereka pun tidak segan-segan untuk mengambil tindakan yang tidak biasa. Tanpa terasa dan dengan ditopang oleh selera humor keduanya, persekutuan timpang ini mengatasi semua rintangan dan menunjukkan jalan menuju masa depan yang penuh harapan.

Auf das Leben! adalah film arthouse yang dibuat dengan saksama, disempurnakan dengan porsi sarkasme yang masih bisa tertahankan dan tradisi-tradisi Yahudi tanpa harus terjerumus menjadi sebuah film yang kekanak-kanakan.

www.aufdasleben-film.de
Uwe Janson lahir pada 1959, kuliah Sosiologi, Ilmu Politik dan Ilmu Bahasa dan Sastra Jerman. Ia pernah menjadi asisten sutradara, lalu pada 1987 mendirikan usaha distributor film Konterbande. Sejak 1994 ia menjadi dosen di dffb (Akademi Film dan Televisi Jerman) Berlin dan sejak 1997 menjadi salah satu pengurus persatuan sutradara Jerman. Dengan 29 film yang telah ia buat antara 1989 sampai 2005, Janson merupakan salah satu sutradara Jerman paling produktif yang telah terbukti mampu membuat berbagai jenis film, dari mulai drama, komedi, sampai adaptasi karya teater ke film.

Beltracchi - Die Kunst der Fälschung Beltracchi - Die Kunst der Fälschung Film dokumenter // 102 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Arne Birkenstock // Menampilkan: Wolfgang und Helene Beltracchi

Ia bertanggung jawab atas skandal pemalsuan karya-karya seni terbesar di dunia pada masa pascaperang dunia kedua: Wolfgang Beltracchi telah menambah kumpulan karya beragam seniman, dan bersama istrinya Helene menjual semuanya sebagai karya asli. Berbekal bakat, pengetahuan sejarah seni, dan keterampilan tangan, ia berhasil memperdaya pakar terkemuka, konsultan, kurator, pedagang karya seni, pemilik galeri, dan kolektor di seluruh dunia dengan karya-karya yang dipalsukannya itu.

Inilah sebuah film mengenai pemalsu karya seni Wolfgang Beltracchi dan perjalanan hidupnya dari mobil karavan ke villa di Freiburg.

www.beltracchi.senator.de
Arne Birkenstock lahir pada 1967, Arne Birkenstock adalah penulis, sutradara dan produser film. Kuliah ekonomi, politik, sejarah dan romanistik di Cologne, Buenos Aires dan Córdoba. Pernah tinggal lama di USA dan Argentina. Arne Birkenstock adalah anggota Akademi Film Jerman dan Akademi Film Eropa di European Documentary Network (EDN) dan di Asosiasi Film Dokumenter Jerman (agdok).

Die Böhms – Architektur einer Familie Die Böhms – Architektur einer Familie Film dokumenter // 88 menit // Jerman / Swiss, 2014

Sutradara: Maurizius Staerkle Drux // Menampilkan: Gottfried Böhm, Elisabeth Böhm geb. Haggenmüller, Paul Böhm, Peter Böhm, Stephan Böhm

Gottfried Böhm tergolong arsitek terkemuka Jerman. Pemenang Hadiah Pritzker itu belajar arsitektur dari ayahnya. Ketiga putranya, yaitu Stephan, Peter, dan Paul, mengikuti jejaknya dan menjadi arsitek. Gottfried kini telah berusia 94 tahun, namun setiap hari masih menangani proyek bangunan. Ketika Elisabeth – yang juga arsitek dan sekaligus istri, ibu, serta sumber inspirasi terpenting – meninggal dunia, keluarga itu kehilangan titik fokus emosional. Gottfried Böhm pun mengawali perjalanan yang menyinggahi tahap-tahap dan bangunan-bangunan terpenting dalam hidupnya. Sebuah potret keluarga yang memukau mengenai kehidupan, kasih sayang, keyakinan, dan seni (bangunan) yang begitu kompleks dan tidak terpisahkan.

www.dieboehms-film.ch
Maurizius Staerkle Drux lahir pada 1988 di Cologne dan dibesarkan di Zürich. Tumbuh di tengah keluarga seniman, sejak kecil Maurizius sudah terbiasa dengan dunia bahasa dan gambar, yang menyatu dalam filmnya. Sejak lulus kuliah dari Sekolah Tinggi Seni Rupa Zürich, dia bekerja sebagai penata suara dan pembuat film dokumenter.

Der Bunker Der Bunker Film cerita // 85 menit // Jerman, 2015

Sutradara: Nikias Chryssos // Pemeran: Pit Bukowski, Daniel Fripan, Oona von Maydell, David Scheller

Seorang mahasiswa menyewa kamar di rumah sebuah keluarga yang tinggal di hutan. Ia sengaja memilih bungker bawah tanah yang tenang dan jauh dari keramaian itu agar dapat berkonsentrasi kepada tugas ilmiahnya. Keluarga tuan rumah menyambutnya dengan hangat, dan mula-mula semua baik-baik saja. Tetapi setelah beberapa waktu, mahasiswa itu semakin sering dimanfaatkan sebagai guru pribadi untuk Klaus, putra tuan rumah berusia delapan tahun yang sebelumnya selalu diajari oleh ayahnya. Anak itu diharapkan menjadi pribadi dengan latar belakang pendidikan yang menyeluruh – mulai dari sistem keuangan global sampai ajaran Machiavelli.

Sementara sang mahasiswa semakin kekurangan waktu untuk mengerjakan tugasnya sendiri, citra yang ditampilkan keluarga tuan rumah pun mulai retak. Hubungan keluarga yang tidak sehat terungkap, dan yang paling menderita karenanya adalah Klaus. Ia kewalahan menghadapi tuntutan kedua orang tuanya yang sangat berlebihan, dan tidak pernah punya waktu untuk bermain dan bersantai. Keadaan bertambah genting ketika sang mahasiswa memutuskan membantu Klaus melawan orang tuanya yang terlalu mengaturnya.

www.derbunker-film.de
Nikias Chryssos lahir 1978 di Leimen, Heidelberg, kuliah penyutradaraan di Akademi Film Baden-Wurttemberg. Saat kuliah dia terpilih untuk ikut program residensi festival film Cannes. Chryssos merupakan alumni Talent Campus Berlinale dan telah ikut kelas master ""The Hollywood Perspective"" di UCLA di Kalifornia. Film-film pendeknya diputar di Berlinale dan juga di banyak festival lainnya dan telah mendapat banyak penghargaan internasional. Der Bunker merupakan film panjang pertamanya.

Eltern Eltern Film cerita // 99 menit // Jerman, 2013

Sutradara: Robert Thalheim // Pemeran: Charly Hübner, Christiane Paul

Christine (Christiane Paul) dan Konrad (Charly Hübner) menjalankan kehidupan “keluarga moderen”. Konrad tinggal di rumah dan mengurus rumah dan anak-anak, sementara Christine mencari nafkah untuk keluarga sebagai calon dokter kepala. Ketika Konrad mendapat tawaran untuk kembali bekerja sebagai sutradara teater, manajemen keluarga mereka menghadapi tantangan besar: Gadis pengasuh anak asal Argentina rupanya tidak seperti yang diharapkan, Käthe yang keras kepala terus melawan orang tuanya, dan Emma menanti-nanti pengganti Specky, hamster piaraannya yang mati.

Bagi Konrad peralihan peran dari ayah purnawaktu ke sutradara ternyata lebih sulit dari yang diperkirakan, sedangkan Christine kewalahan membagi waktu antara bertugas di ruang operasi dan menyiapkan makanan bagi anak-anak di rumah. Baru setelah Konrad memutuskan pindah sementara dari apartemen mereka agar dapat berkonsentrasi kepada pekerjaannya, semua menjadi sadar bahwa harus ada perubahan mendasar.

www.eltern-derfilm.de
Robert Thalheim lahir pada 2 Juli 1974 di Berlin, 1992 menyelesaikan SMA nya di Indiana, USA, 1995 dia mengikuti ujian akhir Abitur di Jerman. 1997/98 dia menjadi asisten sutradara di Berliner Ensemble. 1998 kuliah di FU Berlin, sejak tahun 2000 kuliah penyutradaraan di sekolah tinggi Film Konrad Wolf di Potsdam-Babelsberg. Netto, cerita tentang ayah-anak, yang dibuat tahun 2005 merupakan film cerita pertamanya dan film ini beredar di banyak festival serta mendapat banyak penghargaan, antara lain “Förderpreis Langfilm” dari Festival Film Saarbrücken penghargaan Max Ophüls tahun 2005. Film keduanya, Am Ende kommen Touristen diputar perdana di Festival Film Cannes tahun 2007, setahun kemudian film ini masuk nominasi film Jerman terbaik dan pemeran utamanya, Alexander Fehling mendapat penghargaan “Förderpreis Deutscher Film”. Karya Robert Thalheim ketiga Westwind dirilis pada Agustus 2011. Pada tahun yang sama ia ikut menjadi salah satu sutradara "Rosakinder", karya sinematik yang didedikasikan untuk merayakan ulang tahun sutradara Rosa von Praunheim yang ke-70.

Die Erfindung der Liebe Die Erfindung der Liebe Film cerita // 99 menit // Jerman, 2013

Sutradara: Lola Randl // Pemeran: Maria Kwiatkowsky, Sunnyi Melles, Bastian Trost, Samuel Finzi

Die Erfindung der Liebe bercerita tentang cinta segitiga. Emily dan Daniel secara patriotik menyelamatkan hidup seorang milyuner yang hampir mati. Mereka tidak menyadari bahwa wanita kaya ini sebenarnya ingin bunuh diri. Emily, perempuan muda, ambisius, kreatif, tetapi miskin punya ide yang aneh. Dia meminta pacarnya menikah dengan si milyuner supaya mereka dapat menguasai hartanya. Tapi sayang sekali, cinta memang tidak bisa diatur. Ketika Daniel dan si milyuner benar-benar saling jatuh cinta, Emily pun kehilangan segalanya, semua berjalan di luar perhitungannya. Satu cerita aneh tentang cinta yang dijual.

www.dieerfindungderliebe-derfilm.de
Lola Randl lahir 1980 di Munich. Dia kuliah di Sekolah Tinggi Seni Media di Cologne, yang ia selesaikan pada 2007. Film pertamanya Days in Between diputar perdana di Berlinale di bagian Perspektive Deutsches Kino dan kemudian diputar di festival film di Sofia, Trieste, Karlovy Vary, Shanghai dan Chicago. Sutradara yang banyak mendapat penghargaan ini sekarang sedang mengerjakan proyek baru.

Fack Ju Göhte Fack Ju Göhte Film cerita // 118 menit // Jerman, 2013

Sutradara: Bora Dagtekin // Pemeran: Elyas M'Barek, Karoline Herfurth

Di tempat ia mengubur hasil curiannya kini telah berdiri sebuah gedung olahraga. Mantan narapidana Zeki Müller (Elyas M'Barek) tidak punya pilihan dan melamar pekerjaan di Sekolah Goethe dengan berpura-pura menjadi guru. Dan sekarang sistem pendidikan Jerman menghadapi satu masalah tambahan, guru paling parah sepanjang zaman. Sementara ia berusaha menggali hasil curiannya pada malam hari, pada siang hari ia menerapkan metode pengajaran yang kasar namun efektif untuk menjinakkan kelas 10b yang dikenal sebagai kelas pengacau. Tanpa menyadari kepada siapa ia tengah jatuh hati, guru muda Lisi Schnabelstedt (Karoline Herfurth) yang serba lurus rajin menegur laki-laki yang disangka rekan seprofesi itu agar mengingat tanggung jawab pedagogisnya, dan dengan demikian membangkitkan sisa-sisa nilai moral dalam diri bandit tersebut.

Sutradara dan penulis skenario Bora Dagtekin membuat penonton terpingkal-pingkal sambil menunjukkan kesuraman ruang-ruang kelas di sekolah-sekolah Jerman. Fack Ju Göhte meramu genre film komedi sekolah dengan cara tutur kasar khas anak muda sekaligus dialog mengena sarat kritik di antara tokohnya.

www.fjg-film.de
Bora Dagtekin lahir pada 27 Oktober 1978 di Hannover. Ia belajar di Akademi Film Ludwigsburg Baden-Württemberg dengan bidang keahlian khusus skenario. Pada 2007 ia dan Steffi Ackermann mulai mengembangkan konsep untuk komedi situasi Doctor’s Diary, yang kemudian memberinya Penghargaan Televisi Jerman dan Penghargaan Komedi Terbaik Jerman pada 2008 serta Penghargaan Grimme dan Penghargaan Televisi Negara Bagian Bavaria pada 2009. Karya Dağtekin lainnya sebagai penulis skenario adalah film televisi Eine wie keiner (2008) dan Undercover Love (2010). Fack Ju Göhte secara mengejutkan mampu secara komersial melampaui semua karya Dagtekin sebelumnya. Dalam waktu kurang dari empat bulan film ini berhasil menarik sekitar tujuh juta penonton ke bioskop-bioskop di Jerman. Pada ajang Penghargaan Film Terbaik Jerman 2014 Bora Dağtekin dinominasikan di kategori Skenario Terbaik.

Familienfieber Familienfieber Film cerita // 78 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Nico Sommer // Pemeran: Kathrin Waligura, Peter Trabner, Deborah Kaufmann, Jörg Witte,
Anais Urban, Jan Amazigh Sid

Perkawinan Maja dan Uwe terasa hambar akibat rutinitas yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Meskipun begitu, keduanya bersepakat untuk mempertahankan status mereka. Di lain pihak, putri mereka Alina sedang mabuk kepayang. Ia telah memutuskan bahwa ia akan menghabiskan sisa hidupnya dengan pacar barunya, Nico. Alina dan Nico pun mengatur sebuah pertemuan perkenalan untuk kedua orangtua mereka. Tetapi acara itu membawa kejutan besar bagi Maja. Ayah Nico ternyata kekasih gelapnya dalam beberapa bulan terakhir ini. Maja berusaha keras agar rahasianya tidak terbongkar.

Nico Sommer terhitung sebagai sutradara yang masih sangat muda. Familienfieber adalah karya keduanya setelah debutnya yang mendapat banyak pujian Silvi. Dalam kedua film tersebut Nico mengangkat tema-tema yang biasanya tidak sering dilirik oleh pembuat film muda seperti keunikan makna asmara, kehidupan dan penderitaan orang-orang yang telah berusia di atas 40 tahun.

www.suesssauerfilm.de/familienfieber
Nico Sommer, lahir pada 1983 di Berlin, sejak 2006 kuliah penyutradaraan film cerita dan dokumenter serta komunikasi visual di Sekolah Tinggi Seni Kassel. Saat ia masih berstatus mahasiswa, ia telah mendirikan perusahaan produksi film süsssauer Film. Pada 2008 ia menyelesaikan film cerita pertamanya, sebuah kisah anak muda yang dikerjakan dengan teknik improvisasi, Stiller Frühling. Film ini kemudian mendapat penghargaan Herkules Emas pada ajang Festival Film Dokumenter dan Video Kassel. Filmnya Familienfieber (2014) mendapat penghargaan dari Perdana Menteri Negara Bagian Saarland dalam ajang festival film Max-Ophüls-Preis. Nico Sommer sendiri menyabet predikat Sutradara Terbaik dalam festival film Achtung Berlin 2014 untuk film ini.

Hirngespinster Hirngespinster Film cerita // 90 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Christian Bach // Pemeran: Tobias Moretti, Jonas Nay, Stephanie, Japp, Hanna Plaß, Ella Frey

Simon jatuh cinta kepada Verena yang cantik dan cerdas. Ketika ayahnya yang mengidap skizofrenia kumat lagi, Simon menghabiskan seluruh waktunya untuk ibu dan adik perempuannya, dan dengan demikian membahayakan hubungan asmaranya yang baru mulai bersemi. Setelah terperangkap dalam situasi yang nyaris fatal, Simon menyadari ia tidak mungkin mengubah hidup orang lain, tapi hanya hidupnya sendiri.

Hirngespinster merupakan potret cinta pertama dan kesetiaan seorang anak laki-laki kepada ayahnya. Potret itu sangat menyentuh dan dibawakan dengan intensitas yang memukau oleh pendatang baru sensasional Jonas Nay dan oleh Tobias Moretti yang telah memiliki reputasi internasional. Kedua aktor dianugerahi predikat Aktor Terbaik pada Festival Film Bavaria 2013 untuk penampilan mereka yang luar biasa.

www.hirngespinster.de
Christian Bach lahir 1977 di Düsseldorf, Jerman. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, dia belajar di European Film College di Denmark. Di sana ia mulai belajar menjadi sutradara, penulis skenario dan editor film-film pendek. Ia kemudian bekerja untuk Gemini Film di Cologne yang memungkinnya terlibat dalam produksi film-film fiksi internasional. Pada 2009 Bach mendapat gelar sarjana penyutradaraan dari Akademi Televisi dan Film di Munich. Saat itu ia masih memfokuskan diri pada film pendek seperti Hitzschlag dan Hinter den Dünen, baik sebagai sutradara maupun penulis skenario. Hirngespinster merupakan film fiksi pertamanya.

Im Labyrinth des Schweigens Im Labyrinth des Schweigens Film cerita // 123 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Giulo Ricciarelli // Pemeran: Alexander Fehling, Johann von Bülow, Friederike Becht,
André Szymanski, Johannes Kirsch, Gert Voss

Jerman pada 1958 berada pada masa rekonstruksi pascaperang sekaligus keajaiban ekonomi. Johann Radmann (Alexander Fehling) adalah seorang jaksa baru dan harus, seperti semua pendatang baru, mengurus hal-hal remeh seperti pelanggaran lalu lintas. Pada suatu hari wartawan Thomas Gnielka (André Szymanski) membuat keributan di gedung pengadilan. Seorang teman Gnielka mengenali seorang guru sebagai mantan penjaga Auschwitz. Namun, tak seorang pun ingin mengambil kasusnya. Berlawanan dengan kehendak atasan langsungnya, Radmann tertarik dan mulai menangani kasus ini. Ia pun terjerat jaringan tak kasatmata yang teridiri dari penyangkalan, pengabaian dan pemujaan masa lalu. Pada tahun-tahun ini orang-orang berpura-pura belum pernah mendengar kata ""Auschwitz"", sementara yang pernah mendengar cuma ingin melupakannya secepat mungkin. Hanya Jaksa Agung Dr. Fritz Bauer (Gert Voss) yang mendukung rasa ingin tahu Radmann.

Ketika Radmann dan Gnielka menemukan data-data yang mengarah pada para pelaku, Dr. Bauer segera mendeteksi daya ledak kasus ini secara politis. Ia menugaskan Radmann secara resmi untuk meneruskan penyelidikan. Radmann pun segera saja larut dalam pekerjaan barunya. Ia berusaha keras mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Im Labyrinth des Schweigens dibuat berdasarkan kisah nyata. Film ini menawarkan satu cara pandang khusus terhadap bangsa Jerman pada tahun-tahun keajaiban ekonomi, saat ketika Petticoat dan Rock'n Roll menjadi lambang gaya hidup nasional dan orang-orang ingin melupakan masa lalu sambil berkata mereka lebih suka melihat ke masa depan. Inilah sebuah cerita menawan mengenai keberanian, tanggung jawab dan perjuangan untuk keadilan.

www.imlabyrinth-film.de
Giulo Ricciarelli lahir 1965 di Mailand, setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Otto-Falckenberg di Munich dia mulai berkarir di panggung teater. Ia tampil antara lain di Theater Basel, Teater kota Stuttgart, Teater Oberhausen, Gedung Pertunjukan Bonn dan Munich. Sejak pertengahan tahun 1990an dia menjadi aktor film dan fim televisi. Tahun 2000 bersama dengan Sabine Lamby dia mendirikan rumah produksi Naked Eye di Munich dan memproduksi beberapa film yang berkali-kali mendapat penghargaan, antara lain Birthday (2001), Fremder Freund (2003) dan Wie Licht schmeckt (2005). Di samping aktif sebagai produser, dia juga merupakan seorang sutradara dan penulis skenario yang aktif.

Jack Jack Film cerita // 103 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Edward Berger // Pemeran: Ivo Pietzcker, Georg Arms, Luise Heyer, Vincent Redetzki

Jack (Ivo Pietzcker) baru berusia sepuluh tahun dan belum lama tinggal di sebuah rumah singgah untuk anak-anak. Musim panas tiba. Semua orang bersiap dan bersemangat menyambut masa liburan. Namun, pada hari terakhir sekolah tidak seorang pun menjemput Jack. Ibunya, Sanna (Luise Heyer), hanya menelepon dan mencoba menenangkannya. Tinggallah Jack bersama seorang anak bernama Danilo dan para guru mereka. Jack berkelahi dengan Danilo sampai Danilo terluka dan jatuh tidak sadarkan diri. Ketakutan membayangkan akibat dari apa yang telah ia lakukan, Jack lari menuju rumahnya. Tetapi, di sana ia tidak menjumpai siapapun.

Akhirnya bersama adiknya Manuel yang masih berumur enam tahun Jack memutuskan untuk mencari ibunya. Beberapa hari mereka menyusuri kota tempat mereka tinggal, mencoba mengikuti jejak-jejak ibunya sepanjang apa yang mereka bisa ingat dari kebersamaan mereka selama ini. Berdua tanpa penjagaan orang dewasa, mereka menggelandang tanpa ada satu orang pun memedulikan kehadiran mereka. Pada suatu malam lampu di apartemen mereka menyala. Jack dan Manuel bergegas menuju rumah mereka. Di sana sang ibu sedang menanti, mengembangkan lengannya dengan penuh kehangatan menyambut kedua anaknya. Mereka makan malam bersama seolah tak ada yang aneh telah terjadi. Jack mencoba menceritakan pengalamannya beberapahari terakhir, namun ibunya seolah tak tertarik untuk mendengar. Jack pun mengambil keputusan drastis.

Jack adalah sebuah film mengenai perjalanan seorang bocah yang telah dengan begitu berani mengambil tanggung jawab yang besar dalam hidupnya.

www.jack-film.de
Edward Berger lahir 1970 di Wolfsburg, Jerman. Selesai kuliah penyutradaraan tahun 1994 di NYU di New York. Kemudian dia bekerja pada beberapa produsen independen Amerika Good Machine, di antaranya untuk film-film Ang Lee dan Todd Haynes. Pada 1998 film pertamanya, Gomez, yang naskahnya ditulis sendiri dirilis. Sebagai sutradara dan penulis naskah dia telah mengerjakan beberapa episode film seri televisi KDD. Pada 2012 dia menerima penghargaan Grimme untuk film televisinya Ein guter Sommer. Jack dibuatnya bersama dengan Niele Mueller-Stöfen berdasarkan skenario Niele yang mereka kembangkan bersama.

Kreuzweg Kreuzweg Film cerita // 107 menit // Jerman / Perancis, 2014

Sutradara: Dietrich Brüggemann // Pemeran: Lea van Acken, Franziska Weisz, Florian Stetter

Maria hidup di antara dua dunia. Di sekolah ia gadis berusia 14 tahun dengan minat khas anak remaja. Di rumah, di tengah keluarga, ia mengikuti ajaran Persaudaraan Pius XII yang sangat konservatif dalam menafsirkan agama Katolik. Segala sesuatu yang dipikirkan dan dilakukan oleh Maria harus dapat melewati ujian di hadapan Tuhan. Dan karena itu ia selalu dibayangi ketakutan salah langkah. Sementara Ibu Maria selalu memaksakan kehendaknya agar anaknya mengikuti jalan iman, ayahnya justru lebih sering diam dan tidak berbuat apa-apa di saat yang genting. Keadaan semakin meruncing ketika terjadi benturan dengan para guru dan dokter. Maria berusaha keras menyenangkan semua orang, tetapi malah diserang dari semua arah. Bagaimana mungkin ia menyelaraskan perasaannya terhadap seorang teman sekolah dengan kewajiban untuk semata-mata mencintai Tuhan? Mungkinkah Tuhan menuntut pengorbanan luar biasa agar adik laki-laki Maria dapat sembuh dari penyakitnya?

Dietrich Brüggemann memaparkan derita batin protagonis mudanya melalui 14 tahapan Jalan Salib – dari “Yesus dihukum mati” sampai “Tubuh suci Yesus dimakamkan”.

www.kreuzweg-derfilm.de
Dietrich Brüggemann, lahir pada tahun 1976 di Munich, belajar penyutradaraan film pada 2000-2006 di Akademi Film dan Televisi Konrad Wolf di Potsdam-Babelsberg. Setelah beberapa film pendek, film cerita pertamanya Neun Szenen ditampilkan di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2006. Film itu juga diputar di berbagai festival di Jerman dan di luar negeri serta telah dianugerahi beberapa penghargaan, termasuk penghargaan untuk kategori Film Terbaik di Festival Film Achtung Berlin. Film berikutnya, Renn, wenn du kannst membuka seksi Perspektive Deutsches Kino di Berlinale pada 2010, diputar di sekitar 30 festival di seluruh dunia dan memenangi berbagai penghargaan juri dan penonton. Seperti dua film pertamanya, Brüggemann mengembangkan cerita untuk filmnya yang berjudul 3 Zimmer/Küche/Bad bersama-sama dengan saudaranya Anna Brüggemann pada 2012. Kreuzweg adalah kerja kolaborasi mereka yang keempat. Selain menjadi sutradara film, Brüggemann juga membuat banyak video musik, termasuk untuk Thees Uhlmann dan Judith Holofernes, serta bermain piano untuk menyertai pemutaran film bisu.

Phoenix Phoenix Film cerita // 98 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Christian Petzold // Pemeran: Nina Hoss, Ronald Zehrfeld, Nina Kunzendorf, Imogen Kogge

Juni 1945. Dalam keadaan terluka parah dan dengan wajah hancur, Nelly yang selamat dari kamp konsentrasi Auschwitz dibawa ke Berlin oleh Lene, rekan kerjanya di Jewish Agency dan temannya dari masa sebelum perang. Begitu pulih dari operasi wajah, Nelly mulai mencari suaminya, Johnny, tanpa menghiraukan peringatan Lene. Tetapi, Johnny sendiri meyakini bahwa istrinya telah tewas. Ketika Nelly akhirnya berhasil menemukan Johnny, laki-laki itu tidak mengenalinya dan hanya melihat kemiripan yang agak menggelisahkan. Johnny mengusulkan agar Nelly berperan sebagai istrinya yang diyakini telah mati, agar mereka dapat meraih warisan keluarga Nelly yang binasa dalam holocaust. Nelly setuju. Ia menjadi kembaran dirinya sendiri. Ia ingin tahu apakah Johnny memang mencintainya, apakah Johnny mengkhianatinya. Nelly ingin meraih kembali hidupnya.

www.phoenix-der-film.de
Christian Petzold lahir pada 1960 di Hilden. Ia belajar ilmu sastra dan bahasa Jerman dan ilmu teater di Freie Universität Berlin, kemudian pada 1988-1994 belajar ilmu penyutradaraan di Akademi Film dan Televisi Jerman di Berlin. Selain itu, ia juga sempat menjadi asisten sutradara bagi Harun Farocki dan Hartmut Bitomsky. Beberapa karya Christian Petzold yang mendapat penghargaan perfilman antara lain adalah Die innere Sicherheit (2001; Film Cerita Terbaik di ajang Penghargaan Film Jerman, Penghargaan Film Negara Bagian Hessen), Yella (2007; Beruang Perak Berlinale dan predikat Aktris Terbaik untuk Nina Hoss di ajang Penghargaan Film Jerman), Jerichow (2008; berkompetisi di Festival Film Internasional Venice, Penghargaan dari Perhimpunan Kritikus Film Jerman) dan Dreileben – etwas Besseres als den Tod (Penghargaan Grimme, Penghargaan Film Televisi Terbaik bersama dua sutradara lain yaitu Dominik Graf dan Christoph Hochhausler). Untuk film Barbara (2012) Christian Petzold antara lain dianugerahi Beruang Perak Berlinale sebagai Sutradara Terbaik.

Das Salz der Erde Das Salz der Erde Film dokumenter // 110 menit // Perancis, 2014

Sutradara: Wim Wenders & Juliano Ribeiro Salgado // Menampilkan: Sebastião Salgado

Dalam kurun 40 tahun terakhir fotografer Sebastião Salgado telah mengunjungi benua-benua di bumi untuk mengikuti jejak-jejak peradaban manusia. Ia telah menyaksikan beberapa peristiwa terpenting sejarah manusia, dari mulai konflik internasional sampi bencana kelaparan dan pengungsian. Saat ini ia banyak berkutat dengan tema-tema alam yang masih belum terjamah ketamakan manusia, ia menyelidiki flora dan fauna liar, lanskap-lanskap agung; sebuah proyek fotografi yang ingin ia dedikasikan bagi keindahan bumi. Kisah hidup dan karir Sebastião Salgado dalam film ini diungkapkan melalui anaknya, Juliano, yang mengikutinya dalam beberapa perjalanan terakhir, serta Wim Wenders, seorang sutradara yang juga fotografer.

Sebastião Salgado lahir pada 8 Februari 1944 di Aimorés, Minas Gerais, Brazil. Saat ini ia tinggal di Paris, Prancis. Setelah sebelumnya berkarir sebagai ekonom, Salgado memulai jalannya di bidang fotografi profesional pada 1973 di Paris. Ia bekerja dengan agensi-agensi foto seperti Sygma, Gamma, dan Magnum Photos sampai 1994. Kemudian bersama Lélia Wanick Salgado mendirikan Amazonas Images, sebuah organisasi yang secara khusus menangani karya-karyanya. Jumlah penghargaan yang telah diterima Salgado untuk karya dan pengabdiannya sudah tak terhitung. Ia juga didaulat sebagai duta kegiatan UNICEF, badan PBB untuk anak-anak, serta menjadi anggota Akademi Seni dan Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat. Perjalanannya sebagai seorang fotografer telah mencakup lebih dari 100 negara.

www.dassalzdererde-derfilm.de
Wim Wenders lahir di Düsseldorf pada 1945. Setelah dua tahun belajar kedokteran dan filsafat serta tinggal setahun di Paris sebagai pelukis, ia belajar di Universitas Televisi dan Film Munich mulai 1967 sampai 1970. Wenders dianggap sebagai salah satu pelopor “Film Jerman Baru” yang berkembang pada tahun 1970an. Ia juga adalah salah satu pendiri perusahaan distribusi film Jerman “Filmverlag der Autoren” pada 1971. Ia kemudian mendirikan perusahaan produksinya sendiri “Road Movies” di Berlin pada 1975. Selain menyutradarai film-film auteur, Wenders juga menggeluti fotografi. Ia telah menerbitkan banyak buku berisi tulisan panjang dan karya fotonya. Wenders tinggal di Berlin bersama istrinya yang juga seorang fotografer, Donata Wenders.

Juliano Ribeiro Salgado lahir pada 1974 di Paris. Di sana ia tumbuh di lingkungan Prancis-Brazil. Pada 1996 ia membuat karya dokumenter pertamanya untuk Arte yang diberi judul Suzana, mengenai ranjau di Angola. Karya-karya dokumenter lainnya menyusul yang antara lain dibuat di Etiopia, Afganistan dan Brasil. Pada saat yang sama ia juga menjadi korespondensi berita untuk saluran televisi Canal+ di Prancis dam TV Globo di Brasil. Salgado kemudian belajar di London Film School, yang ia selesaikan pada 2003. Ia juga telah membuat beberapa film pendek dan dokumenter untuk saluran-saluran televisi di Prancis. Karyanya, Nauru an Island Adrift, yang ia buat untuk divisi Grand Format milik Arte, terpilih untuk ditampilkan di berbagai festival internasional antara lain Hot Docs diToronto dan Le Festival Dei Populo di Florence. Saat ini ia sedang mengerjakan film cerita panjang pertamanya yang ia kerjakan di São Paolo, Brasil.

Who Am I – Kein System ist sicher Who Am I – Kein System ist sicher Film cerita // 105 menit // Jerman, 2014

Sutradara:Baran bo Odar // Pemeran: Tom Schilling, Elyas M'Barek, Hannah Herzsprung, Wotan Wilke Möhring

Benjamin bukan siapa-siapa. Tetapi keadaan itu berubah secara drastis ketika dia secara tiba-tiba berkenalan dengan Max yang karismatik. Walau keduanya secara tampilan berbeda, tetapi mereka punya minat yang sama: meretas situs. Bersama dengan teman-teman Max, Stephan yang impulsif dan Paul yang paranoid mereka mendirikan grup peretas yang subversif: CLAY (CLOWNS LAUGHING AT YOU). CLAY memancing orang dengan aksi-aksi mereka dan berhasil mendapat perhatian dari publik. Untuk pertama kali dalam hidupnya Benjamin merasa menjadi bagian dari sesuatu bahkan Marie yang atraktif pun mau memperhatikannya. Tetapi, perbuatan iseng-iseng mereka menjadi sesuatu yang serius ketika grup ini diselidiki oleh Dinas Rahasia Jerman dan Europol. Ketika Benjamin diburu oleh agen Europol, Hanne Lindberg, dia sadar bahwa dia sekarang sudah menjadi seorang peretas yang paling dicari orang di dunia.

www.whoami-film.de/site
Baran bo Odar lahir tahun 1978 di Swiss. Ia kuliah penyutradaraan di Universitas Televisi dan Film di Munich. Dia telah membuat banyak iklan, video musik dan film pendek yang mendapat penghargaan. Film panjang pertamanya The Silence (2010) diputar perdana di Piazza Grande di Locarno dan menjadikannya salah satu dari 10 sutradara pilihan Variety pada 2011. Who am I meraih kesuksesan besar di Jerman. Warner Brothers sudah bernegosiasi untuk membuat ulang film ini. Sekarang bo Odar sedang dalam persiapan pembuatan film laga Sleepless Night yang akan dibintangi oleh Jamie Foxx dan Michelle Monaghan.

Zeit der Kannibalen Zeit der Kannibalen Film cerita // 93 menit // Jerman, 2014

Sutradara: Johannes Naber // Pemeran: Sebastian Blomberg, Devid Striesow, Katharina Schüttler

Öllers (Devid Striesow) dan Niederländer (Sebastian Blomberg) sedang menikmati masa kejayaan mereka. Sudah enam tahun kedua konsultan perusahaan yang sukses itu melanglang buana ke negara-negara terkotor di dunia untuk memuaskan keinginan para klien mereka untuk mendapat untung. Kini tujuan akhir mereka sudah di depan mata: naik ke level pimpinan perusahaan dan menjadi mitra!

Tetapi, keduanya sangat terpukul ketika mendapat kabar bahwa ternyata rekan mereka Hellinger yang berhasil merebut posisi yang didambakan itu. Di dunia bisnis mereka satu-satunya prinsip yang dijunjung tinggi adalah “naik atau keluar”.

Keadaan semakin runyam ketika Hellinger bunuh diri karena alasan yang tidak diketahui dengan terjun dari jendela kantor. Ia digantikan oleh Bianca (Katharina Schüttler) yang masih muda dan ambisius. Öllers dan Niederländer semakin tegang. Sarkasme dan perilaku irasional merajalela. Perjuangan mempertahankan posisi di perusahaan sangat menguras tenaga – zaman para kanibal pun dimulai.

www.zeitderkannibalen.de
Johannes Naber, lahir pada 1971 in Baden-Baden, Jerman. Mulai 1991 sampai 1993 ia belajar filsafat dan filologi India di Freie Universität Berlin kemudian film dan media di Akademi Perfilman Baden-Württemberg. Kuliah filmnya selesai pada 1999 dengan bidang pengkhususan film dokumenter. Saat ini Naber tinggal Berlin, bekerja sebagai sutradara, penulis skenario dan kepala tata cahaya untuk film.