Liputan Khas

Liputan Khas

    POKOK PIKIRAN: KRITIK

    Der Arbeitsplatz des Kritikers © Franz Anton Cramer
    Melalui serangkaian tulisan tanzconnexions mempertanyakan makna dan tujuan, motivasi dan latar belakang dari sebuah kritik tari serta potensinya untuk menghadirkan pembahasan-pembahasan analitis mengenai tari yang memiliki perbedaan latar belakang kebangsaan, budaya, politik dan media. Berikutnya ...

      LAPORAN

      [Kamboja] Shinta masa kini
      Oleh-oleh dari Pertukaran Koreografer Kedua di Phnom Penh
      Oleh Vanini Belarmino

      Pada bulan Desember 2011 Regionalinstitut Asia-Pasifik Goethe-Institut bersama Khmer Arts Ensemble untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah Pertukaran Koreografer di Phnom Penh. Proyek tersebut berlangsung dalam rangka tanzconnexions. Berikutnya ...

      ESAI

      [Indonesia] Ekspresi Tubuh Artistik Masyarakat Indonesia
      Oleh Renee Sariwulan

      Wacana tubuh di Indonesia masih sangat sedikit. Itupun lebih banyak dibicarakan di dalam teks-teks kesehatan, isu-isu sosial, politik, ekonomi (industri) dan terutama isu-isu gender. Saya belum menemukan teks yang khusus membicarakan tubuh dari sisi artistik. Berikutnya ...

      WAWANCARA

      Niels “Storm” Robitzky & Nguyen Viet Thanh ©

      [Vietnam] Antara ambisi teknis dan aktualisasi diri artistik:
      Dua pandangan terhadap HipHop di Vietnam
      Wawancara dengan Thanh dan Niels “Storm” Robitzky

      HipHop sedang naik daun di Vietnam. Anak-anak muda di kota-kota besar berkumpul di berbagai tempat umum untuk bersama-sama berlatih gerakan tari baru. Lion T, kelahiran tahun 1974, anggota grup tari terkemuka Big Toe, termasuk generasi pertama b-boys di Vietnam. Namun lebih banyak tentang latar belakang sejarah genre tari ini baru diketahuinya jauh kemudian, ketika ia bertemu pelopor breaking Niels “Storm” Robitzky dari Jerman. Tanzconnexions bertemu dengan kedua tokoh ini dan berbicara mengenai pengalaman mereka juga soal HipHop yang ada di Vietnam sekarang. Berikutnya ...

      SELISIK

      © Brigit Krans

      [Cambodia] Para-Human realities
      Eko Supriyanto choreographs his new work with Cambodian dancers
      By Brigit Krans

      The para-human phenomenon is the vehicle with which Eko Supriyanto’s new choreography drives home social issues and highlights particular incidents that have recently occurred in his native Indonesia, but which are not exclusive to his home country. Berikutnya ...