Tari di Jerman secara menakjubkan terus menerus berkembang menjadi cabang seni yang sangat independen walau mengalami bermacam-macam masa peralihan politik dan sosial kemasyarakatan pada abad ke-20. Bukan berarti bermacam-macam rezim politik -- Kekaisaran (1871 – 1918), Republik Weimar (1918 – 1933), Nasional Sosialisme (1933 – 1945), Sosialisme (1949 – 1989), Demokrasi berdasarkan hukum/undang-undang (sejak 1949) – tidak berusaha untuk mempengaruhi dan menguasai seni tari, bahkan seringkali juga memanipulasi dan menghadangnya. Meskipun demikian, para tokoh tari liberal tetap berhasil memelihara semangat tari modern dan dapat terus mengaktualisasi diri.
Berikutnya ...