Mesir

Mesir Edisi Ke-3

SFF hadir di 16 dari total 27 wilayah Kegubernuran Mesir. Diadakan dari 10 Oktober hingga 4 Desember, sebanyak 23 film yang terpilih berbicara mengenai beragam topik sains penting berkaitan dengan Antroposen. Bekerja sama dengan Planetarium Science Center, Youthinkgreen dan Arab Academy of Science, Technology and Maritime Transport, diadakan sebuah program khusus untuk kalangan mahasiswa. Catatan pencapaian lain dari penyelenggaran ini adalah keterlibatan lebih banyak lagi mitra yang bekerja dengan anak-anak kurang beruntung baik di kota besar maupun wilayah perdesaan Mesir. Melalui upaya ini, dan dengan bantuan Caritas Egypt, sebanyak 500 anak pengungsi diundang menghadiri penayangan film. Secara keseluruhan, SFF di Mesir meraih lebih dari 10.000 anak—atau hampir 10 kali lipat dari jumlah tahun lalu.
 

Egypt

 

Selain itu, lebih dari 15 orang ikut dari berbagai latar belakang—pembicaran sains, koordinator festival setempat, guru sains, dan masih banyak lagi—ikut serta dalam lokakarya nasional selama dua hari di Alexandria. Lokakarya ini diadakan oleh tim Planetarium Science Center dengan merujuk pada buku saku kegiatan Science Film Festival yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Goethe-Institut Alexandria. Lokakarya ini memberi ruang bagi pertukaran ide dan metode komunikasi sains, serta teknik berinteraksi dengan anak dari latar belakang serta kelompok usia berbeda. Pada bulan Desember, diselenggarakan Festival-Hub, acara dua hari oleh Planetarium Science Center. The Hub berlangsung di Bibliotheca Alexandrina, disertai penayangan film dan pelbagai kegiatan, termasuk kegiatan interaktif, permainan, dan eksperimen yang berhubungan dengan film. Selama dua hari, lebih dari 3.000 pelajar dari seluruh penjuru Alexandria datang. Lebih dari 100 sukarelawan terlatih turut memfasilitasi acara. Tahun lalu juga menandai tahun kedua dukungan Academy of Scientific Research & Technology tidak hanya dari segi pendanaan tetapi juga dalam bentuk kesempatan melakukan tur bersama SFF ke lima kota di Mesir. Science Film Festival berkesempatan bertamu ke Pusat Riset Daerah di Tanta, Damanhour, Alsharkeya, Al Ismaileya, dan Al Mineya, meraih lebih dari 1.300 siswa dari berbagai jenjang usia. Selain itu, dibantu Bibliothekbus milik Goethe-Institut, masih ada 1.500 siswa yang dijangkau di berbagai wilayah Mesir. Kedutaan Jerman di Kairo dan beberapa organisasi Jerman mengadakan "Germany in the Nile Delta" dari 29 Oktober hingga 2 November. Acara ini menjadi tuan rumah Science Film Festival di Damanhour dan Shibin el Kom. Penayangan film dan lokakarya diadakan oleh PSC and Icealex.

Science Film Festival di Mesir juga meluncurkan edisi perdana kompetisi video “#Mini Einstein”. Peserta diminta mengirimkan video pendek berisi penjelasan konsep atau teori yang menatang dari bidang matematika, alam dan ilmu formal, ilmu sosial, atau fisika dengan cara yang menarik dan kreatif. Pemenang dipilih berdasarkan jumlah share dan like yang dikumpulkan melalui media sosial. “#Mini_Einstein” mendapatkan total lebih dari 600 likes dan hampir 1K share untuk keseluruhan video—menjadikan festival ini populer di seluruh Mesir.

Terima kasih secara khusus disampaikan kepada semua mitra yang membuat acara dapat diselenggarakan dengan baik: Bibliotheca Alexandrina - Planetarium Science Center, Academy of Scientific Research & Technology, Caritas Egypt, Arab Academy for Science and Technology & Maritime Transport, Icealex, WESC, Youthinkgreen, Roy’a association di Al Qusair dan masih banyak lagi.


    Films

    Edutainmen Keluarga

      Ekologi dan Lingkungan

        Ilmu Alam, Teknologi dan Ilmu Alam

          Exoskeletons and Cobotsen

          Secondary School (12 - 16)
          Berikutnya ...

          Budaya dan Sejarah


            Non-Verbal & Science Shorts

              Drone in Greenlanden

              Secondary School (12 - 16)
              Berikutnya ...

              Mesir, Yordania, Wilayah Palestina, Sudan & Uni Emirat Arab

              Pra-Juri


              Ayman Elsayed
              Ayman Elsayed meraih gelar sarjana Elektronik dan Komunikasi dari Fakultas Teknik, Alexandria University ...

              more

              Dr. Osama Rayis

              Dr. Osama Rayis
              Osama Rayis adalah ilmuwan terkemuka dan General manager di Africa City of Technology di Khartoum, Sudan ...

              more


              Samar Darwish Kirresh
              Samar Darwish Kirresh adalah peneliti senior yang memimpin program pemberdayaan di Walid and Helen Science Education Project (WHKSEP) ...

              more


              Ayah Younis
              Ayah Younis berspesialisasi pada program edukasional langsung yang disusun secara ilmiah ...

              more