Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Viele Menschen sitzen an einem Bach im Englischen Garten in München in der Sonne.Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

Musim Panas di Jerman

Musim panas di Jerman berarti: barbeque di tepi sungai, bersantai di taman dan menikmati es krim di luar sana. Namun siapa bekerja dan kapan bersantai? Siapakah yang mereparasi sepeda kami, siapa yang mengawasi keselamatan kami di pantai serta siapa pula yang menerbangkan kami ke negara tempat kami berlibur? Kami memperlihatkan bagaimana musim panas terasa di Jerman.

  • Seorang pria duduk dibangku dan memandang ke arah air terjun. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Musim Panas, Matahari, Jerman


    Tidak ada yang lebih mengasyikkan daripada berada di alam bebas ketika cuaca sedang bagus. Kami mengumpulkan kesan orang-orang yang menikmati matahari dan musim panas!
  • Seekor anjing kecil menatap dari keluar tas sewaktu berkelana. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Berkelana di alam bersama anjing

    Orang Jerman senang berkelana di alam. Dan kalau sang sahabat berkaki empat tidak kuat lagi, ia boleh masuk ke dalam tas.
  • Dua orang pejalan kaki dan anjing mereka berbaring di bawah sinar matahari dan beristirahat Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Menampung sinar matahari dan vitamin D

    Makhluk berkaki empat lainnya membuat sang majikan terengah-engah!
  • Seorang perempuan terbaring di tempat tidur gantung di kebun. Foto: Eva Fritsch © Goethe-Institut

    Timur, Barat, di rumah paling nikmat

    Musim panas juga bisa dinikmati persis di depan pintu rumah sendiri! Tempat tidur gantung ideal untuk itu.
  • Kebun kecil dengan ukuran petak yang berbeda. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Berkebun kembali digemari

    Kebun berukuran kecil sedang naik daun di Jerman, khususnya di kota-kota besar! Untuk bisa mendapatkan petak sendiri, ada saja penggemar berkebun yang rela menunggu bertahun-tahun.
  • Seorang pemuda menyirami sayuran di sebuah kebun kecil. Foto: Lorena Meier © Goethe-Institut

    Kebun kecil minimalis

    Ada juga yang merasa puas dengan sebidang tanah yang mungil untuk menanam lobak, tomat, dan mungkin beberapa tanaman obat.
  • Sekelompok orang bersantai di Königplatz, Munich. Foto: Eva Fritsch © Goethe-Institut

    Janji bertemu di Königsplatz

    Di setiap kota terdapat tempat-tempat yang dijadikan titik temu. Königsplatz di München termasuk tempat seperti itu. Tangga di muka museum Glyptothek dan Koleksi Benda Antik mengundang banyak orang untuk singgah sejenak.
  • Sekelompok orang duduk ditepi sungai kecil di Taman Inggris, Munich. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Piknik di lapangan rumput

    Kota-kota besar Jerman membanggakan ruang terbuka hijau masing-masing, yang menjadi tempat untuk mengendurkan urat syaraf. Taman Inggris di München seluas empat kilometer per segi termasuk taman di lingkungan urban yang paling besar di Jerman.
  • Anak muda duduk dekat pemanggangan dan memanggang daging. Foto: Eva Fritsch © Goethe-Institut

    Tiada musim panas tanpa memanggang

    Banyak orang Jerman penggemar berbeku. Meskipun jumlah orang vegetarian terus meningkat, daging tetap menjadi favorit untuk dipanggang.
  • Kapal pesiar sungai. Foto: photoguides © Tourist-Information Bad Wimpfen

    Menjelajahi daerah sekitar dengan menumpang kapal

    Mereka yang sudah bosan bepergian di darat bisa naik kapal pesiar sungai untuk berganti suasana. Berkat sudut pandang yang tidak biasa, tempat-tempat yang sangat dikenal pun tampil berbeda.

    goethe.de/kultur

  • Sekelompok orang melakukan olahraga di alam terbuka. Foto (Ausschnitt): Gina Gorny © Open Air Fitness

    Olahraga favorit musim panas


    Meskipun hari panas dan berlangsung lama, banyak orang Jerman gemar berolahraga di luar ruangan. Di kota-kota besar pun tersedia berbagai kemungkinan untuk itu. Dengan demikian orang dapat menghabiskan waktu di alam bebas sambil menjaga kebugaran.
  • Anak perempuan dan seorang perempuan dewasa bermain badminton bersama di bawah sinar matahari. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Bukan berhadapan sebagai lawan, tetapi bermain sebagai kawan

    Permainan ini memperbaiki koordinasi, kecepatan reaksi, dan juga stamina. Orang membedakan antara permainan tepuk bulu dan badminton. Yang kedua bertujuan mengalahkan lawan secepat mungkin. Sementara itu, para pemain tepuk bulu merasa sebagai satu tim dan senang jika dapat menepuk bulu bolak-balik selama mungkin.
  • Seorang pemuda ber <i>juggling</i> dengan Flowersticks di sebuah taman. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Melakukan trik dengan flowerstick

    Di Taman Inggris, taman yang paling dikenal di kota München, para juggler menarik perhatian dengan permainan flowerstick atau tongkat kembang. Perlengkapan juggling itu memperoleh namanya karena mirip bunga. Permainan juggling itu memerlukan kesabaran dan latihan.
  • Anak lelaki memanjat di hutan panjat. Foto: Robert Niedring © Kletterinsel Fürstenfeld

    Makin tinggi, makin berani, makin kencang

    Petualangan dan tantangan jasmani menanti anak-anak dan orang dewasa di taman tali tinggi. Memanjat ke tempat tinggi, melompat bergaya Tarzan, atau berjalan meniti tali - itu merupakan uji nyali yang sesungguhnya. Berbagai aksi panjat berbeda dalam derajat kesulitan dan dapat dipilih berdasarkan kekuatan masing-masing.
  • Perempuan muda naik kanu di sungai. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Menyusuri sungai naik kano

    Dari atas air, daerah yang dikenal dengan baik pun tampak berbeda. Ada orang yang ingin rileks ketika naik kano dan membiarkan diri hanyut terbawa arus. Ada juga yang mendayung dengan penuh semangat selama dua atau tiga hari, dan melewatkan malam hari dengan bertenda di tempat kamping.
  • Peselancar beraksi di ombak, peselancar lainnnya menunggu dan memperhatikannya. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Berselancar di tengah kota

    Tunggu sebentar, lalu giliranmu! Seberapa lama kamu bisa menikmati ombak itu tergantung kepada dirimu sendiri - begitu kamu jatuh ke air, peselancar berikut langsung beraksi. Tempat berselancar di Eisbachwelle di Taman Inggris di München sementara ini telah terkenal hingga ke luar negeri, dan banyak turis menganggapnya sebagai sesuatu yang wajib dilihat.
  • Dua orang laki-laki berjoging menembus kota. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Semua ikut berlari

    Tidak ada olahraga yang lebih mudah diikuti selain berlari. Baju yang cocok dan sepasang sepatu yang baik - hanya itu yang diperlukan. Berbagai lomba yang diselenggarakan oleh perusahaan atau kota menambah motivasi. Jarak yang ditempuh tidak harus maraton atau setengah-maraton. Lomba 5K atau 10K tidak kalah menarik.
  • Seorang laki-laki dan perempuan berlatih kebugaran di udara terbukan. Foto: Gina Gorny © Open Air Fitness

    Menambah otot di udara terbuka

    Olahraga penambah otot semakin seru kalau dilakukan di luar ruangan! Latihan kebugaran di udara terbuka memanfaatkan batang pohon, tembok atau pagar.
  • Seorang laki-laki menjaga keseimbangan di slackline di taman. Foto: Eva Fritsch © Goethe-Institut

    Tantangan untuk keseimbangan

    Berbeda dengan permainan keseimbangan di atas tali dengan tradisi sirkusnya yang panjang, slacklining tergolong jenis olahraga yang relatif muda. Olahraga ini berasal dari AS dan baru pada awal tahun 80-an dikembangkan sebagai cara berlatih oleh para pemanjat tebing. Sejak 2010, taman-taman di Jerman pun mulai digunakan untuk berlatih keseimbangan di atas tali yang terentang.
  • Seorang laki-laki dan perempuan melakukan <i>Stand-up-Paddling</i>. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Dari Hawaii ke Bavaria

    Stand-up-Paddling (atau SUP) dikembangkan di Hawaii. Di sana, pada tahun 1950-an, para pelatih selancar berdayung sambil berdiri di atas papan selancar panjang agar dapat memotret para turis selancar. Dengan dikembangkannya kamera kedap air, SUP kehilangan momentum. Baru kemudian, pada tahun 2000, SUP muncul kembali sebagai jenis olahraga air tersendiri.
  • Laki-laki muda menatap danau di bawah sinar matahari. Foto: Svetlana Kerestely © Goethe-Institut

    Bersantai sepenuhnya

    Dan mereka yang tidak berminat mendayung bisa asyik menonton orang lain!

    Penulis: Eva Fritsch dan Svetlana Kerestely, sukarelawan di goethe.de/kultur