Bersama Teguh Fatchur Rozi
- Menurut Anda, apa saja kesempatan dan ancaman terbesar yang dihadapi oleh bahasa daerah di dunia digital dewasa ini?
Bahasa daerah dapat dipromosikan di dunia digital melalui konten-konten yang menarik, semisal konten yang bisa membuat netizen bernostalgia. Namun, di sisi lain, ancaman terbesar yang dihadapi adalah mengikisnya logat/pelafalan kedaerahan. Tipologi bahasa Jawa di Jawa Timur awalnya dibagi dalam beberapa: Matraman, Arek, Tapal Kuda, dan Madura. Para pembagian tersebut mempunyai ciri-ciri dan kekhasan tersendiri. Namun, akhir-akhir ini anak muda mulai terkontaminasi dengan tipologi lain, yang sedikit banyak menyebabkan mereka meninggalkan logat/pelafalan aslinya. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, tetapi salah satunya hanyalah karena ingin mengikuti pelafalan yang dianggap lebih keren. - Bagaimana perkakas digital seperti media sosial, aplikasi seluler, atau AI, dapat digunakan secara efektif untuk melestarikan dan mempromosikan bahasa daerah?
Dengan bervariasi dan majunya perkakas digital saat ini, yang juga ditunjang dengan adanya AI, hal tersebut bisa digunakan untuk membantu visualisasi konten. Konten yang disertai dengan gambar atau video akan lebih cepat menarik perhatian netizen dari berbagai usia. - Peran apa yang harus dijalankan oleh pemerintah, institusi pendidikan, atau organisasi internasional dalam mendukung komunitas bahasa daerah?
Pemerintah sangat bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas dan akses kepada siapapun yang membutuhkan, karena dengan kewenangan pemerintah hal apapun bisa diwujudkan. Contohnya adalah Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta yang memunculkan kebijakan-kebijakan tentang pemasangan aksara di surat dan kantor pemerintahan, materi ajar bahasa Jawa juga diberi porsi lebih besar, dll.
Untuk institusi pendidikan, guru di sekolah berperan sangat penting dalam sosialisasi bahasa daerah karena guru adalah orang pertama yang memberikan informasi kepada siswa dalam konteks pendidikan formal. Dengan adanya perubahan kurikulum di sekolah yang mengembalikan materi ajar dengan keadaan di daerah, maka hal tersebut turut mendukung pelestarian bahasa daerah. - Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja prakarsa tingkat lokal maupun global yang paling berhasil dalam membantu menghidupkan kembali bahasa daerah?
Setiap media sosial mempunyai keunggulannya masing-masing, seperti Twitter (X) membuat penggunanya banyak membaca, Instagram untuk sosialisasi, dan TikTok untuk melihat video pendek yang butuh sedikit membaca. Berhubung masyarakat Indonesia masih didominasi orang malas baca tulisan cukup panjang, maka TikTok atau YouTube menjadi opsi utama sebagai media sosial yang cukup berhasil untuk edukasi. - Langkah-langkah nyata apa saja yang dapat diambil generasi muda untuk mempertahankan bahasa daerah mereka, terutama dalam masyarakat yang semakin terdigitalisasi dan terglobalisasi?
Maraknya orang-orang merantau ke luar daerah, baik kerja maupun belajar, dengan secara alami akan mengubah bahasa atau logat sehingga bisa dimengerti banyak orang. Namun, ketika kembali ke daerahnya lagi, maka gunakanlah bahasa yang pertama lagi. Salah satu cara untuk cepat mengembalikan bahasa atau logat adalah dengan berkumpul/bergaul lagi dengan orang-orang di daerahnya.