Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
(BABI) BAKAR BATU © Fotografer: Albertus Vembrianto, Timika

Babi Bakar Batu

Albertus Vembrianto - @vembriwaluyas, Timika

Kembali ke "Indonesian Culinary Photography"

(Babi) Bakar Batu adalah babi dimasak dengan batu yang sebelumnya dipanaskan hingga mirip bara api. Di kawasan pegunungan tengah Papua, bakar batu bukan hanya soal memasak tapi ritus. Biasa dilakukan untuk mengungkapkan kebahagiaan, kedukaan, atau saat hendak memulai pekerjaan kolektif.

Babi, salah satu bahan baku masakan adalah binatang piaraan penting bagi suku di pegunungan tengah Papua. Babi digunakan sebagai salah satu mas kawin. Bakar batu dimulai dengan mengumpulkan batu dan kayu. Keduanya disusun sedemikian rupa agar kayu membakar batu hingga memerah. Bahan-bahan selain babi adalah talas, berbagai umbi, sayuran lokal, dan sayuran hutan. Sembari membakar batu, babi mulai disiapkan. Daging dan jeroan dipisahkan. Bagian ini adalah pekerjaan laki-laki. Para wanita mengupas umbi dan menyiapkan sayuran. Sesekali terdengar nyanyi bersama di tengah kerja yang terorganisasi ini. Sementara sejumlah pria lain membuat kolam di tanah. Kolam digunakan sebagai tempat memasak. Batu yang dibakar, dipindahkan menggunakan alat bantu ke kolam hingga menutup seluruh permukaan yang sebelumnya dialasi daun. Kemudian ditaruh sayuran, umbi-umbian, dan daging dengan dialasi rumput. Pengaturan umbi, sayuran, dan daging harus dilakukan dengan cermat, agar semua matang sempurna. Batu-batu panas lain ditata di atasnya dengan dibungkus daun terlebih dulu hingga seluruh permukaan kolam tertutup. Masakan akan matang dalam dua jam. Biasa ditambah sambal saat disajikan.

Bumbu masakan ini adalah bahan-bahan itu sendiri: daging, umbi, dan sayur-sayuran. Percampuran di antaranya membuat aroma dan rasa masakan menjadi khas. Duh! Saat menyiapkan foto ini, sa langsung lapar.