Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Movements and Moments © Marishka Soekarna

Generasi Feminis
Movements and Moments

Narasi feminisme pada umumnya masih ditulis dari sudut pandang orang Barat berkulit putih. Saat ini tuntutan dan suara feminis dari kawasan Utara Dunia masih terpinggirkan dalam arus utama patriarkal. Hal yang sama, atau bahkan sering kali lebih buruk, dapat kita lihat di kawasan Selatan Dunia. 

Inormasi lebih lanjut mengenai Proyek


Juri

Movement and Moments© Aua Mendez

AUÁ MENDES

adalah seniman trans Indigenous dari Amazonia yang menggunakan kerjanya sebagai alat bicara dan politik untuk kaum Indigenous, kulit hitam, dan trans yang terpinggirkan. Sebagai desainer grafis, ilustrator, artis grafiti, penampil, seniman tata rias dan fotografer eksperimental yang independen, ia angkat suara lewat berbagai cara dengan menggunakan alat bantu yang tersedia, baik bersifat dua dimensi, tiga dimensi, analog, atau digital. Isu yang ia angkat mencoba merebut kembali ruang bicaranya, yang hancur lebur akibat normativitascis pada standar kulit putih yang ada. 

URVASHI BUTALIA

Movement and Moments © Urvashi Butalia adalah penulis dan penerbit feminis. Ia ikut mendirikan Kali for Women, penerbit feminis pertama di India, dan kini menjadi direktur Zubaan, salah satu imprint Kali. Ia sudah terlibat dalam gerakan perempuan di India dan banyak menerbitkan karya mengenai isu-isu yang berkaitan dengan perempuan dan gender. Karyanya yang paling terkenal dan meraih berbagai penghargaan adalah riwayat seputar Pemisahan [India] berjudul The Other Side of Silence: Voices from the Partition of India dari tahun 1998. Saat ini ia sedang menyelesaikan karya non fiksi baru mengenai kehidupan seorang perempuan trans.

zubaanbooks

Maya© Maya

Maya

memandang dirinya sebagai “pemungkin”. Pada tahun 2009 ia mulai bekerja lepas untuk sejumlah organisasi, festival, dan individu yang bergerak di bidang seni dan musik, seperti ruangrupa, Jakarta Biennale, dan Toko Keperluan oleh Anggun Priambodo.. Pada tahun 2011 ia resmi bergabung dengan ruangrupa sebagai manajer RURU Corps, unit usaha ruangrupa bersama organisasi seni lainnya. Maya bergabung dengan staf Goethe-Institut Indonesien pada tahun 2016 sebagai koordinator program budaya dengan fokus pada seni rupa dan diskursus.

Sonja Eismann

Movement and Moments © Sonja Eismann adalah salah satu pendiri dan editor Missy Magazine, sebuah dwi bulanan feminis yang menaruh perhatian pada politik dan budaya populer. Dalam 12 tahun terakhir, ia telah menerbitkan sebelas buku, di antaranya Hot Topic. Popfeminismus heute (Pop Feminism Today, 2007) dan Ene Mene Missy. Die Superkräfte des Feminismus (The Superpowers of Feminism, 2017). Ia secara berkala menulis dan memberi kuliah mengenai topik-topik seperti representasi gender dalam budaya populer, teori dan aktivisme feminis, serta potensi utopis fesyen. Ms. Eismann memberi kuliah di sejumlah universitas di Jerman, Austria, dan Swiss.

missy-magazine

Movement and Moments© Johann Ulrich

Johann Ulrich

mendirikan avant-verlag pada tahun 2001. Penerbit itu berfokus pada komik dan novel grafis untuk pencinta grafik modern, seni dan sastra oleh beragam kreator, termasuk Zeina Abirached, Leila Slimani dan Liv Strömquist. Pada tahun 2008 ia memperoleh penghargaan “Aventurier de la culture” dari Kementerian Kebudayaan Prancis. Penerbit itu dianugerahi “Max and Moritz Special Prize” pada tahun 2016 atas jasa-jasanya untuk pelestarian warisan budaya dan pada tahun 2020 meraih “German Book Prize”.

Top