Akses cepat:

Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Movements and Moments © Marishka Soekarna

Generasi Feminis
Movements and Moments

Narasi feminisme pada umumnya masih ditulis dari sudut pandang orang Barat berkulit putih. Saat ini tuntutan dan suara feminis dari kawasan Utara Dunia masih terpinggirkan dalam arus utama patriarkal. Hal yang sama, atau bahkan sering kali lebih buruk, dapat kita lihat di kawasan Selatan Dunia.

Inormasi lebih lanjut mengenai Proyek

Cerita

Vanessa Peñuela dan Cesar Vargas © Vanessa Peñuela dan Cesar Vargas

Kolombia
Kaum Chola Anarkis (Las Cholas Anarquitas)

Kaum chola anarkis adalah sekelompok perempuan Indigenous anggota serikat pekerja di Bolivia pada paruh pertama abad ke-20. Mereka membentuk Federasi Pekerja Perempuan (FOF), yang bertujuan membela hak-hak pekerja perempuan dan tempat mereka di dalam serikat pekerja.
Karya Vanessa Peñuela dan Cesar Vargas

Aziza Ahmad dan Zuha Siddiqui © Aziza Ahmad dan Zuha Siddiqui

Pakistan
Hak-Hak Digital Dan Masa Depan Feminis

Narasi mereka menelusuri evolusi gerakan hak digital feminis Pakistan – sebuah gerakan yang dipimpin dan diperjuankan oleh Nighat Dad, seorang aktivis yang membantu kaum perempuan membela diri di ranah daring.
Karya Aziza Ahmad dan Zuha Siddiqui

Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres © Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres

Kolumbia
Geraldine

Geraldine Gutiérrez Piedrahita perempuan trans berusia 27 tahun dari komunitas Indigenous Emberá Chami Dojura di Chigorodó, Antioquia, Kolombia. Ia menggambarkan dirinya sendiri sebagai perempuan kuat yang berjuang untuk hak-hak komunitas Indigenous LGBT di Kolombia. Ia juga merupakan inspirasi besar bagi para aktivis zaman sekarang dan di masa depan.
Karya Catalina Vásquez Salazar dan Alejandra Pérez Torres

Ana Karenina dan Lizbeth Hernández © Ana Karenina dan Lizbeth Hernández

Meksiko
Irene: Perlawanan Di Mixe

Irene Hernandez adalah pensiunan guru. Pada tahun 2007 ia terpilih sebagai wali kota Ayutla, sebuah kota kecil di distrik Mixe di Pegunungan Utara Oaxaca. Pemilihannya berlangsung dengan sistem normatif Indigenous, yang juga dikenal dengan “usos u costumbres” (adat kebiasaan).
Karya Ana Karenina dan Lizbeth Hernández

Gantala Press dan Nina Martinez © Gantala Press dan Nina Martinez

Filipina
Biarkan Sungai Mengalir Bebas

Bunda Leticia anggota suku Naneng berusia 28 tahun ketika pembangunan bendungan Sungai Chico yang seharusnya menggenangi desa-desa Naneng dimulai. Hingga saat ini, ia dan aktivis-aktivis Indigenous lainnya terus melawan pengambilalihan Sungai Chico dan tanah mereka di sekitarnya oleh berbagai korporasi. 
Karya Gantala Press dan Nina Martinez
 

Chandri Narayan dan Sadhna Prasad © Chandri Narayan dan Sadhna Prasad

India
Cinta (அன்பு)

Dengan memandang Aravani Art Project sebagai suatu gerakan, para penulis ingin mengusulkan sebuah komik yang mengikuti kehidupan perempuan-perempuan trans di perkotaan yang berbagi tempat tinggal di Bangalore. Narasinya disampaikan melalui mata dan suara Chandri.
Karya Chandri Narayan dan Sadhna Prasad

Citlally Andrango Cadena dan Cecilia Larrea © Citlally Andrango Cadena dan Cecilia Larrea

Ekuador
Mama Dulu

Mama Dolores Cacuango (1881-1971), sebagaimana ia dikenal oleh sebagian besar orang, merupakan pemimpin Indigenous dari kawasan utara pegunungan Andes di Ekuador yang membaktikan hidupnya untuk memperjuangkan kesetaraan. Dolores hidup pada era huasipungo, sebuah masa ketika warga Indigenous tidak mempunyai akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Karya Citlally Andrango Cadena dan Cecilia Larrea

Consuelo Terra dan Greta di Girolamo © Consuelo Terra dan Greta di Girolamo

Chili
Millaray Huichalaf: Sang Pelindung Sungai Keramat (La Defensora Del Río Sagrado)

Dalam konteks sejarah panjang kolonisasi predatoris dan krisis global di bidang iklim, ekonomi dan kesehatan, kisah Machi Millaray merupakan perwujudan keberanian moral perempuan-perempuan Indigenous dalam mempertahankan ekosistem alam dan spiritual.
Karya Consuelo Terra dan Greta di Girolamo

Alejandra Retana Betancourt dan María José Retana Betancourt © Alejandra Retana Betancourt dan María José Retana Betancourt

Meksiko
Kabut Pagi (El Corazón De La Neblina)

Doña Herminia Gutiérrez Valencia (1922-2008) merupakan protagonis krusial dalam perjuangan untuk kehidupan dan martabat di Milpa Alta, yang berlokasi di sudut tenggara Kota Meksiko, tempat orang-orang masih melawan perampasan warisan Nahua dan tanah mereka.
Karya Alejandra Retana Betancourt dan María José Retana Betancourt
 

Fayrouz Kaddal dan Rana Kadry Fayrouz Kaddal dan Rana Kadry

Mesir
Om Fatma: Memori Kekuatan Feminis Nubia

“Om Fatma: Memories of Nubian Feminist Power” menceritakan kisah seorang tokoh rekaan Nubia namun sekaligus perempuan tipikal pada zamannya. Pola migrasi laki-laki yang semakin meningkat telah menyebabkan masyarakat Nubia didasarkan atas matriarki.
Karya Fayrouz Kaddal dan Rana Kadry

Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore © Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore

India
Tetes Hujan Di Tengah Kekeringan: Godavari Dange

Terdorong oleh tragedi-tragedi personal dan pengucilan yang sehari-hari dialami oleh kaum perempuan Bahujan lain di kawasan itu, Godavari menghabiskan lebih dari dua dasawarsa di lingkungan organisasi feminis yang mengupayakan solusi iklim berkelanjutan yang bersifat Indigenous, seperti “model satu hektar” yang inovatif.
Karya Reetika Revathy Subramanian dan Maitri Dore
 

Bandana Tulachan © Bandana Tulachan

Nepal
Shanti Chaudary

Shanti Chaudhary adalah penulis dan penyair Indigenous dari Nepal yang terkenal karena telah menulis lebih banyak buku dibandingkan umurnya. Pada usia 63 tahun, ia telah menulis 65 buku dalam bahasa Nepali dan Tharu.
Karya Bandana Tulachan

Flor Capella, Ana Fornaro dan María Eugenia Ludueña © Flor Capella, Ana Fornaro dan María Eugenia Ludueña

Argentina
Sekolah Trans Pertama Di Amerika Latin: Die Mocha Celis

Mocha Celis sekolah trans pertama di Amerika Latin. Sekolah ini ialah sekolah lanjutan negeri yang gratis dan inklusif berfokus pada keberagaman gender, seksual dan budaya.
Karya Flor Capella, Ana Fornaro dan María Eugenia Ludueña

Wipaphan Wongsawang, Supitcha Senarak dan Matcha Phorn-in © Wipaphan Wongsawang, Supitcha Senarak dan Matcha Phorn-in

Thailand
Kisah Sangsan

Di kawasan utara Thailand, konflik di antara kelompok-kelompok minoritas etnik dan pilih militer telah berlangsung lebih dari 30 tahun, sehingga banyak orang menjadi kehilangan kewarganegaraan dan tidak terdokumentasi. Ini adalah kisah mengenai sebuah kelompok pemberdayaan yang memperlihatkan bagaimana perempuan dapat menjadi pemimpin dalam perubahan mereka.
Karya Wipaphan Wongsawang, Supitcha Senarak dan Matcha Phorn-in
 

Tais Koshino © Tais Koshino

Brazil
Tibira: Aktivisme Lgbtq Indigenous Di Brazil

Masyarakat Indigenous di Brazil telah terlibat perlawanan dan perjuangan selama 520 tahun. Invasi dan kolonisasi oleh orang Eropa memicu proyek genosida dan etnosida masyarakat asli berikut budaya mereka yang masih bergaung hingga kini.
Karya Taís Koshino
 

Dương Mạnh Hùng dan Phạm Thu Trà © Dương Mạnh Hùng dan Phạm Thu Trà

Vietnam
Menjelajah Di Antara Warna-Warna Dataran Tinggi

Linh Nga Niê Kdam adalah salah satu tokoh perempuan kelompok etnik Ê đê dan periset Indigenous terkemuka di Vietnam. Setelah lulus dari Akademi Musik Nasional Vietnam, Linh Nga segera terpukau bukan hanya oleh musik berbagai kelompok etnik di Dataran Tinggi Tengah, tetapi juga oleh beragam praktik sosiokultural serta ritual kelompok-kelompok tersebut.
Karya Dương Mạnh Hùng dan Phạm Thu Trà

Trilce Garcia dan Helen Quinones © Trilce Garcia dan Helen Quinones

Peru
Warmimasiy

Kata warmimasiy (bahasa Quechua) dapat berarti macam-macam: persahabatan antarperempuan, persaudaraan antarperempuan, rekan, atau sekadar perempuan yang setara denganku. Helen Quiñones Loaiza dan Trilce García Cosavalente adalah warmimasiy yang ingin memberi suara kepada yang dicabut haknya.
Karya Trilce Garcia Cosavalente dan Helen Quiñones Loayza 
 


Para Mentor


Kontak

Maya
Koordinator Program Budaya
maya.maya@goethe.de
 

Top