Data2Life.Life2Data.

Anggaran dan Pendapatan Belanja Desa (APB Desa) untuk Pemberdayaan Perempuan

Foto: Iin Narniyati Mereka (wakil anggota FKKP) sedang memilih program pemberdayaan perempuan yang menjadi prioritas untuk RKP desa Wonolelo tahun 2017 terutama tentang insentif pendidik paud dan PMT bagi posyandu Lansia di Desa Wonolelo, 13 Agustus 2016. | Foto: Iin Narniyati
Sumarsih; Iin Narniyati
FKKP (Forum Komunikasi Kader Posyandu dan PAUD), Desa Wonolelo dan JPB (Jaringan Perempuan Bantul)

FKKP Wonolelo dan salah satu anggota JPB dari Desa Wonolelo, selama 10 tahun terakhir melakukan advokasi anggaran dengan mendorong keterlibatan perempuan dalam proses perencanaan pembangunan, mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten. FKKP melakukan analisis APB DESA Wonolelo dari tahun 2014-2016 untuk pemberdayaan perempuan, terutama setelah lahirnya UU Desa No.6/2014.

Pada tahun 2014 dana yang diperuntukkan bagi pemberdayaan perempuan Rp 14.000.000,00. Sejak FKKP proaktif dengan pemerintah desa, FKKP selalu diikutsertakan dalam musrenbang baik di tingkat dusun maupun desa di desa Wonolelo, maka dana untuk pemberdayaan perempuan setiap tahun meningkat sesuai kebutuhan. Pada tahun 2015 dana yang diperuntukkan bagi pemberdayaan perempuan sejumlah Rp 45.280.000,00. Pada tahun 2016 dana untuk pemberdayaan perempuan sejumlah Rp 126.118.500,00.

Alokasi Dana untuk pemberdayaan perempuan meliputi:
 
  • Fasilitasi PKK desa maupun dusun
  • Fasilitasi kegiatan FKKP
  • Fasilitasi PSN
  • PMT Posyandu
  • PMT PAUD
  • Insentif kader posyandu
  • Pelatihan-pelatihan
Untuk kegiatan posyandu lansia belum terdanai dan selama ini masih mendompleng kegiatan posyandu balita.
 
Forum Komunikasi Kader Posyandu dan PAUD Wonolelo (FKKP Wonolelo) yang berdiri tanggal 13 Juni 2007 memiliki visi: “terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender menuju masyarakat yang cerdas, demokratis, sejahtera beradab dan mandiri.”.

Visi FKKP tersebut tertuang dalam tiga tujuan FKKP yaitu
:
 
  • Mempengaruhi kebijakan publik terutama anggaran agar berpihak pada rakyat terutama perempuan dan balita dan anak.
  • Mengatasi masalah-masalah kesehatan, pendidikan dan ekonomi di masyarakat
  • Meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan perempuan