Data2Life.Life2Data.

Transparansi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Siyono 1

Foto: Panikem Pengecatan dinding dan dan tiang teras bangunan SDN Siyono 1 di Desa Siyono, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul DIY yang berwarna hijau ini menggunakan dana BOS, 24 Agustus 2016. | Foto: Panikem
Panikem; Saryati; Isnawati
JKPGK (Jaringan Kelompok Perempuan Gunungkidul)


SDN Siyono 1 adalah sekolah dasar yang terletak di desa Siyono, kecamatan Wonosari, kabupaten Gunungkidul DIY. Sekolah dasar ini adalah salah satu SDN yang melakukan pengelolaan dana BOS secara transparan dan sesuai peruntukannya.

Bentuk transparansi yang dilakukan oleh SDN Siyono 1 ini adalah selalu melibatkan perwakilan orang tua siswa, guru dan kepala sekolah dalam proses perencanaan yaitu saat membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan menginformasikan hasil perencanaan, implementasi dan pertanggungjawaban dana BOS kepada wali siswa. Selain itu SDN Siyono 1 sangat terbuka kepada pihak manapun ketika ingin mengetahui sejauh mana pengelolaan dana BOS dengan tujuan yang jelas.

Pada tahun 2015 SDN Siyono 1 memiliki siswa sejumlah 168 murid dengan menerima dana BOS pusat dan BOS daerah (BOSDA) senilai Rp 196.030.000,-. Dana bos tersebut digunakan untuk membeli beberapa kebutuhan operasional sekolah, misalnya alat peraga kerangka anatomi tubuh manusia, perpustakaan, wastafel, kipas angin, teralis, alat musik berupa seperangkat alat musik hadroh, pembangunan toilet sekolah, tong sampah, taman bermain dengan fasilitas mainan seperti ayunan.

Sejauh ini beberapa sarana dan prasarana operasional sekolah sudah dimanfaatkan oleh siswa. Seperti toilet sekolah yang diperuntukkan untuk siswa laki-laki sebanyak 2 unit dan untuk siswa perempuan 2 unit. Selain itu teralis juga menjadi salah satu kebutuhan sekolah yang menggunakan dana BOS karena selama ini keamanan atas barang-barang milik sekolah cukup rawan dicuri.

Beberapa kebutuhan seperti alat peraga anatomi tubuh manusia baru dibeli oleh pihak sekolah sehingga belum digunakan dan masih tersimpan di gudang. Alat musik hadroh juga baru dibeli dan langsung digunakan oleh siswa kelas 4 di saat jam istirahat.
 

JKPGK (Jaringan Kelompok Perempuan Gunungkidul)