Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Science Film Festival in Indonesien© Groupe de Jour

Indonesia
Pra-Juri

Setiap tahun, sejumlah besar film ilmiah dari seluruh dunia menjangkau Science Film Festival. Tujuan kami adalah untuk menunjukan film-film yang mengkomunikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara mudah dan menghibur bagi anak-anak berusia 9-14 tahun dan khalayak yang lebih luas.

Karena setiap negara adalah unik, Science Film Festival menunjuk juri nasional yang terdiri atas perwakilan dari bidang ilmu pengetahuan, film dan sekolah di negara masing-masing. Mereka secara cermat menyeleksi semua entri yang masuk dan memilih film-film yang menjamin pendidikan di bidang ilmu pengetahuan, menghibur dan menyenangkan bagi penonton. 

Kembali ke Science Film Festival in Indonesien

Evangs Mailoa

Evangs Mailoa © Evangs Mailoa Pengajar di Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana

Dipercaya menjadi salah satu juri di SFF 2018, Evangs Mailoa adalah staf pengajar di Program Studi Teknik Informatika di Fakultas Teknologi Informasi dan mangampu mata kuliah pemograman dan kecerdasan buatan. Saat ini ia sedang mempersiapkan diri menempuh studi lebih lanjut dengan fokus memadukan kecerdasan buatan dalam dunia olahraga.  

Evangs sudah tak asing dengan SFF, ia telah terlibat dalam penayangan film SFF dalam beberapa tahun terakhir di kota-kota diantaranya di Salatiga, Ambon, Jayapura dan Biak. Kegiatan SFF dianggapnya sangat bermanfaat karena menjangkau hingga kepelosok Indonesia. Pengalaman ini ia jadikan kesempatan untuk mendorong anak-anak di kawasan Indonesia Timur untuk lebih tertarik mencintai serta berkeinginan untuk mempelajari sains dan teknologi. Ia berharap Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain dibidang ini. 

Melissa Karim

Melissa Karim © Melissa Karim Aktris 

Melissa Karim biasa dikenal dengan nama Melissa adalah seorang DJ di Sarapan Seru Jak FM Radio, program pagi hari yang disiarkan Senin hingga Jumat. Kelahiran Jakarta pada 12 Mei 1978. Ia juga ibu dari seorang anak bernama Jazz yang sekarang berusia 7 tahun. Menurut kata-katanya sendiri, ia adalah seorang yang “Loves traveling and loves life!”.

Disamping itu, ia juga dikenal sebagai Master of Ceremony (MC) dan seorang aktris yang telah membintangi beberapa film. Kesibukannya ditambah dengan peran Melissa sebagai penulis skenario dan produser film.  

Melissa bangga dapat terus terlibat dalam Science Film Festival, sebuah kegiatan yang telah ia lakukan sejak 2011. 

Noah Simanjuntak

Noah Simanjuntak © Noah Simanjuntak Murid di Sekolah Pelita Harapan Kemang Village  

Noah gemar bepergian dan telah mengantongi sertifikat sebagai penyelam junior. Pari manta, udang hias, hiu berjalan, lumba-lumba, hiu karpet, hiu paus, dan gurita adalah beberapa spesies yang pernah ia temui saat menyelam. Namun, ada satu keinginannya yang belum terpenuhi, yaitu melihat langsung gurita penyamar. Berbekal kecintaan besar terhadap kehidupan bawah laut, Noah mengunjungi berbagai tempat di Indonesia empat kali dalam setahun bersama ibu dan saudara perempuannya. Alor, Wakatobi, Derawan, Sangalaki, Labuan Bajo, dan Kaimana adalah beberapa tempat yang telah ia datangi. Noah juga sangat menyukai pelajaran Sains, terutama zoologi. Ia akan mengikuti program sains musim panas di AS untuk mempelajari lebih jauh seputar hiu dan penyu. Noah juga penggemar makanan dan telah mencicipi beragam hidangan mulai dari sajian Indonesia, Jepang, India, hingga Prancis. Telah banyak restoran berlabel Michelin yang ia datangi dan tak lama lagi, dalam program musim panas nanti, Noah akan merasakan untuk pertama kalinya restoran Michelin berbintang tiga. Saat ini, Noah adalah murid kelas tujuh di SPH Kemang Village. Ia bangga dapat kembali sebagai juri di Science Film Festival. Noah punya kutipan favorit dari Thierry Henry yang berbunyi, “Kita belajar dari kesalahan.”

Putu Lia Suryaningsih

Putu Lia Suryaningsih © Putu Lia Suryaningsih Staff PP IPTEK (Pusat Peraga) 

Berkepribadian melankolis-korelis, Putu Lia Suryaningsih, Putu Lia, adalah penikmat seri drama Korea. Ia juga senang membaca novel dan sangat menggemari traveling. “Do my best and let God to the Rest” adalah motonya dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. 

Saat ini, ia menjabat sebagai kepala divisi Promosi dan Kerjasama di Pusat Peragaan IPTEK (PP-IPTEK), sebuah institusi yang memiliki misi membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara-cara yang menyenangkan sehingga sains menjadi sesutau yang mudah dimengerti. Sehari-hari, Putu Lia berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan komunitas-komunitas sains dan akademisi, baik dalam tataran nasional maupun tingkat internasional dalam rangka mencapai misi organisasi. 

Adalah suatu kebanggaan baginya untuk terlibat dalam kegiatan Scinece Film Festival yang diprakarsai oleh Goethe-Institut ini, terutama mengingat PP-IPTEK sendiri telah terlibat dalam kegiatan SFF sejak awal di Indonesia. 

Putu Lia sangat optimis bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menjadi sahabat dan sekaligus juga alat bantu yang efektif bagi kemajuan seluruh masyarakat Indonesia.

Eugene De Sade Baisa

​Eugenea De Sade Basia © ​Eugenea De Sade Basia Murid Jubilee School Sunter 

Eugene De Sade Baisa, lahir tahun 2008 dan saat ini duduk dikelas 4 Jubilee School Sunter. Gemar berkesenian, ia memainkan double-bass, menyanyi dan menari. Ia juga senang melakukan senam gimnastik. Menyaksikan film adalah salah satu kegiatan favorit Eugene, khususnya film kartun. Apresiasi terhadap film ia pelajari langsung dari ayahnya, sutradara Eugene Panji yang rutin mengajak Eugene ke bioskop untuk melihat karya-karya layar lebar yang terbaru.