RESIDENSI SENIMAN berkolaborasi dengan Cemeti - Institute for Art and Society
Cemeti-Institute for Art and Society

Residensi Cemeti 2019 © Cemeti


Pada kesempatan yang baik ini, Cemeti - Institute for Art and Society dan Goethe-Institut Indonesia berkolaborasi untuk kali ketiga dan mengundang satu seniman yang tinggal dan berkarya di Jerman untuk menghabiskan waktu tiga bulan di Cemeti Institute di Yogyakarta, Indonesia, berdampingan dengan satu seniman Indonesia dan satu seniman Singapura, yang akan mengikuti program residensi pada waktu yang sama.


TENTANG CEMETI

Cemeti - Institute for Art and Society (semula ‘Cemeti Gallery’, kemudian ‘Cemeti Art House’), didirikan tahun 1988 dan merupakan platform tertua di Indonesia untuk seni kontemporer. Tambahan nama ‘Institute for Art and Society’ dilekatkan pada tahun 2017, oleh tim yang baru, dengan tujuan memusatkan fokus kepada seniman dan praktisi budaya yang secara aktif menanggapi isu-isu sosial dan politik penting di Yogyakarta, di Indonesia, dan di kawasan; serta mempelajari kemungkinan sebuah galeri menjadi tempat kegiatan warga. Penggunaan kata ‘Institut’ dilandasi atas ide bahwa pelembagaan merupakan sebagai suatu proses sosial kolektif tempat kita mendapatkan wujud untuk kepentingan dan ideologi bersama.

Cemeti Institute menyediakan wadah bagi seniman untuk mengembangkan, mempresentasikan dan menjalankan praktik mereka dalam kerja sama erat dengan pekerja seni, termasuk kurator, peneliti, aktivis, penulis, penampil, dan juga dengan komunitas non-seni. Ini dilakukan dalam bentuk pameran, lokakarya, perbincangan, pertemuan, publikasi, penelitian bersama, residensi, dan lain-lain.
 

TENTANG PROGRAM RESIDENSI

Program residensi-seniman Cemeti menyediakan wadah bagi seniman dengan praktik berbasis luar studio, dan mendorong proses riset artistik dan pertukaran pengetahuan yang terbuka. Ambisi yang mendasari program residensi adalah mendorong dan mendukung para seniman untuk menyapa komunitas setempat secara langsung, membangun hubungan yang bermakna, menanggapi isu-isu penting pada konteks lokal maupun konteks lebih luas melalui kerja mereka dan mengembangkan praktik masing-masing. Tim residensi membantu para seniman dalam mengembangkan sudut pandang kritis terhadap praktik sendiri, menghubungkan mereka dengan seniman, kurator, pekerja seni, peneliti dan akademisi, serta beragam kelompok masyarakat dari seluruh Yogyakarta.
 

Program

Selama program residensi, tim Cemeti akan bertindak sebagai mitra diskusi selama program residensi melalui Breakfast Club mingguan, tempat para seniman dapat berbagi minat, bertanya, dan menyampaikan hal-hal yang menyita pikiran mereka. Selama kunjungan, para peserta program residensi akan diminta berpartisipasi dalam sejumlah acara publik. Ini mencakup Kamar Tokek, sebuah wadah insidental bagi para peserta untuk berbagi segala sesuatu mulai dari film, buku, makanan, karya seni sampai gagasan. Program residensi akan diakhiri dengan sebuah presentasi final, yang dapat berbentuk pameran, pertunjukan, ceramah, lokakarya, atau apa pun yang cocok untuk karya dan praktik para seniman.
 

Tim Residensi

Cemeti mempunyai Manajer Residensi purnawaktu yang menangani pelaksanaan program dengan dukungan tim Cemeti yang membantu dalam hal keperluan produksi karya seni dan pameran. Selain itu, untuk setiap periode residensi Cemeti merekrut satu asisten program (bertanggung jawab kepada Manajer Residensi) yang bekerja langsung dengan seniman peserta residensi untuk membantu proses riset artistik mereka, menghubungkan mereka dengan jaringan Cemeti (selain jaringan masing-masing), memfasilitasi pertemuan dengan komunitas non-seni melalui penerjemahan (baik linguistik maupun kultural), dan membantu dalam hal keperluan material/produksi.
 

Akomodasi

Seniman peserta residensi tinggal di satu dari dua lokasi: satu dari dua kamar tidur berlokasi di lantai dua galeri Cemeti, atau rumah satu kamar tidur berlokasi di dekat Cemeti (Rumah Nangka). Tiap-tiap kamar dilengkapi tempat tidur ganda, meja tulis, lemari, kelambu dan AC. Ruang bersama meliputi kamar mandi dengan pancuran air panas, dapur terbuka dengan meja yang menghadap ke pekarangan Cemeti, dan area ruang terbuka. Rumah Nangka berjarak jalan kaki dari Cemeti, dan memiliki tempat tidur ganda, meja tulis, lemari, kelambu dan AC, kamar mandi pribadi dengan pancuran air panas, dapur terbuka, dan teras luar ruangan. Selama bulan kedua dan ketiga pada tiap-tiap residensi, Cemeti menyediakan ruang kerja dalam bentuk studio dan meja kerja di galeri Cemeti, yang menjadi tempat kerja dan titik tolak untuk menjelajahi kota.
 

BIDANG DAN TANGGAL

Seni visual, dengan minat khusus pada praktik seni dan sosial; lama kunjungan: 3 bulan dari September hingga November 2019.
 

KRITERIA SELEKSI

Mengingat fokus program residensi pada riset artistik dan praktik sosial, kami memprioritaskan seniman yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • Minat terhadap cara kerja yang melibatkan masyarakat atau bersifat kolaboratif.
  • Perspektif kritis terhadap posisi sendiri sebagai seniman yang bekerja dalam konteks berbeda, dan pendekatan terbuka untuk mengembangkan praktik masing-masing.
 

PERSYARATAN

  • Seniman yang tinggal dan berkarya di Jerman; wajib memiliki kecakapan berbahasa Inggris
  • Memiliki pengalaman 2-3 tahun sebagai seniman di luar masa studi
  • Belum pernah belajar atau tinggal di Indonesia, maupun berpartisipasi dalam program Goethe-Institut Indonesia apa pun.
 

FORMAT DAN DOKUMEN LAMARAN

Harap mengirim dokumen-dokumen berikut kepada Maya di Goethe-Institut Indonesia: maya.maya@goethe.de
  1. Surat motivasi dalam bahasa Inggris yang menyebutkan bidang yang ditekuni, termasuk gagasan awal/topik penelitian potensial yang ingin Anda kembangkan selama program residensi di Cemeti (maks. 500 kata)
  2. Portofolio dalam bahasa Inggris (maks. 10 MB)
  3. Riwayat hidup dalam bahasa Inggris
 

BATAS WAKTU PENGAJUAN LAMARAN

Untuk residensi 2019, BATAS WAKTU pengajuan lamaran adalah 11 April 2019, pukul 23.00 WIB.
 

MANFAAT

Goethe-Institut akan menanggung biaya tiket pesawat, visa, dan antar-jemput bandara. Goethe-Institut juga akan memberikan uang harian kepada seniman, serta anggaran untuk produksi. Selain itu, seniman akan menerima honor sebesar €2.100,00. Akomodasi dan ruang studio seniman, berikut sejumlah peralatan dan perkakas, akan disediakan oleh Cemeti Institute.


PANGGILAN TERBUKA ARTIST-IN-RESIDENCE di Cemeti - Institute for Art and Society Yogyakarta, Indonesia