Seriale Indonesia
Festival Serial

Seriale Indonesia © Goethe-Institut Bandung

Seriale Indonesia merupakan festival saudara dari festival ternama Jerman die Seriale. Saat ini, serial Indonesia sedang berkembang pesat baik di televisi, platform streaming, maupun sebagai web-serial independen. Melalui festival ini, kami secara khusus mendukung kreativitas dan profesionalitas para pembuat serial Indonesia dan Jerman, serta membuka peluang baru bagi industri. 

Nikmati kembali serial terbaik dari Jerman, Indonesia, dan dunia di edisi kedua festival tahun 2026. Informasi mengenai jadwal pengajuan serial baru akan segera diumumkan di sini.

Road to Seriale 2026


Road to Seriale Indonesia 2026 merupakan rangkaian acara regional, di mana serial pemenang tahun 2025 dipresentasikan kepada khalayak yang lebih luas.
Tur ini membawa program festival ke berbagai tempat di Indonesia dan juga ke luar negeri: Sumedang, Cirebon, Sumatra, Bali, Jakarta, serta sebagai program internasional ke Timor-Leste. Melalui inisiatif ini, kami ingin memperkuat akses terhadap produksi serial baru, mendorong pertukaran antara para pembuat film dan penonton, serta meningkatkan visibilitas kreativitas Indonesia di berbagai wilayah.

Road to Seriale Indonesia 2026 menjadi pembuka tahun festival yang kembali menghadirkan serial-serial unggulan, beragam perspektif, dan jejaring hidup komunitas serial internasional di Indonesia.

Seriale Indonesia © Goethe-Institut Bandung © Goethe-Institut Bandung

Seriale Indonesia 2026

Penerimaan Film Serial akan segera dibuka

Ringkasan Seriale Indonesia 2025

Seriale Indonesia 2025 menandai inisiasi pertama platform pemutaran dan pengembangan serial di Indonesia yang mempertemukan karya-karya terpilih dengan ruang diskusi, pembelajaran, dan jejaring profesional. Selain pemutaran series, program ini menghadirkan panel diskusi, workshop, sesi berbagi, serta dialog dengan juri dan pelaku industri, dengan tujuan mendorong pertukaran pengetahuan dan penguatan ekosistem serial. Program ditutup dengan malam penghargaan, dengan satu series Indonesia terpilih untuk ditayangkan di die Seriale 2026, Jerman. Infografik ini merangkum gagasan utama, temuan, dan arah pemikiran yang muncul dari panel diskusi dan focus group discussion Seriale Indonesia 2025, sebagai refleksi bersama atas perkembangan ekosistem serial.

  • Csongor Dobrotka © Goethe-Institut / Agah Nugraha © Goethe-Institut / Agah Nugraha

  • Erik Pauhrizi © Goethe-Institut / Agah Nugraha © Goethe-Institut / Agah Nugraha

  • Blickfänger © Goethe-Institut / Agah Nugraha © Goethe-Institut / Agah Nugraha

  • FGD © Goethe-Institut / Agah Nugraha © Goethe-Institut / Agah Nugraha

Pemenang 2025

  • Serial Indonesia Terbaik: The Lost Boys Club

    Sutradara: Aby Kusdinar
    Pemeran: Rafif Habibul Fajri, Detri Angga Rita, Abdul Ghazi Ramadhan Volta, Farhan Andev Waldhan Pradana


    Sepatu sekolah Dika sudah pudar, tidak lagi berwarna hitam. Kakaknya Rini berkata agar Dika bersabar sampai hari ulang tahunnya tiba. Kecewa, Dika bilang ia tidak lagi butuh kakaknya, dan pergi sekolah tanpa minta maaf. Bersama Amir dan Candra, hari itu Dika membolos sekolah. Namun terjebak di dunia yang aneh. Dika hanya ingin kembali, agar bisa meminta maaf pada Rini.
     

    The Lost Boys Club © Sunshower Films © Sunshower Films

  • Serial Jerman Terbaik: Füxe

    Sutradara: David Clay Diaz, Susan Gordanshekan

    Füxe mengikuti kehidupan mahasiswa yang bergabung dengan perkumpulan rahasia. Serial ini menggambarkan pertemuan antara ambisi pribadi dan tradisi kuno.

    Füxe © U5 Filmproduktion © U5 Filmproduktion

  • Serial Internasional Terbaik: No One Around

    Uruguai | Sutradara: Joaquín Bravo

    Ketika rasa keterasingan makin mendalam di tengah hiruk pikuk kota, seorang pria muda mencoba memahami kesepiannya.

    No One Around © BASICO PURÉ UN3 © BASICO PURÉ UN3

Seleksi Resmi 2025

  • Indonesia | Sutradara: Daud Nugraha

    Desa Timun

    Sutradara: Daud Nugraha

    Desa Timun adalah seri animasi tentang tiga anak kancil—Cila, Cili, dan Cilo—dalam kehidupan pedesaan yang lucu dan hangat. Menggunakan teknik “aniwayang”, perpaduan wayang bayangan dan animasi digital, cerita-ceritanya mencakup petualangan seperti membuat layang-layang, bermain egrang, hingga membangun kandang ayam, penuh imajinasi dan nilai kebersamaan.
     

    Desa Timun © Aniwayang © Aniwayang

  • Indonesia | Sutradara: Dwimanto Arif Bagaskoro

    Keluarga Gini Gitu

    Sutradara: Dwimanto Arif Bagaskoro
    Pemeran: Fauzian Ghofur, Herlina Ratna Dewi, Andri Maulana, Raissa Putri


    Keluarga Gini-Gitu adalah sitkom yang menampilkan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga di bulan Ramadhan. Dengan pendekatan yang ringan dan menghibur, penonton akan disuguhkan dengan tingkah laku lucu dari keluarga ini yang pastinya akan menggelak tawa.

    Keluarga Gini Gitu © Broadcasting dan Perfilman SMKN 10 Bandung © Broadcasting dan Perfilman SMKN 10 Bandung

  • Indonesia | Sutradara: Aji Hermawan / El Aji Davendra

    Gunung Padang Peradaban yang Hilang

    Sutradara: Aji Hermawan / El Aji Davendra
    Pemeran: Bunyamin Safris, Eva Sri Rahayu, Deni Aditya, Ahmad Fatha Nudin, Willy Sabdo W., Akhmad Zeeka Johari, Daiyan Abdul Azis, Abdillah Alfathin, Zescia Asmarani


    Aji kerap bermimpi bersambung seolah menjalani dua kehidupan. Saat ikut ekspedisi penelitian di Gunung Padang, ia menemukan tempat yang pernah muncul dalam mimpinya. Penemuan artefak dan batu levitasi memicu keserakahan dan konflik antar anggota tim. Rahasia peradaban kuno pun terancam, dan Aji harus menghadapi pertarungan yang mengulang tragedi ribuan tahun silam.

    Gunung Padang Peradaban yang Hilang © Setra Sagara Universe © Setra Sagara Universe

  • Indonesia | Sutradara: Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha

    Warisan Cita Rasa Bali

    Sutradara: Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha

    Warisan Cita Rasa Bali mengeksplorasi lima hidangan ikonik Bali—Base Genep, Babi Guling, Lawar, Sate Lilit, dan Betutu—yang sarat nilai budaya, spiritualitas, dan gotong royong. Serial ini menelusuri asal-usul, makna simbolik, hingga teknik memasak tradisional yang menjadikan kuliner Bali warisan tak benda yang hidup dan berkembang hingga kini.

    Warisan Cita Rasa Bali © Film Sarad © Film Sarad

  • Jerman | Sutradara: Lisa Miller, Leonie Krippendorff

    2 Minutes - 24/7

    Sutradara: Lisa Miller, Leonie Krippendorff

    Serial ini menampilkan potret remaja Berlin yang hidup di antara media sosial, cinta, dan pencarian identitas dalam waktu singkat.

    2 Minutes - 24/7 © Redpony Pictures © Redpony Pictures

  • Jerman | Sutradara: Mark Lorei

    Haus Kummerveldt

    Sutradara: Mark Lorei

    Di era Kekaisaran Jerman, Luise berjuang menembus batasan gender dan kreativitas dalam masyarakat patriarkal.

    Haus Kummerveldt © Lotte Ruf © Lotte Ruf

  • Jerman | Sutradara: Andreas Prochaska & Lea Becker

    Love Sucks

    Sutradara: Andreas Prochaska & Lea Becker

    Kisah cinta tak biasa antara manusia dan vampir, dibalut dengan humor gelap dan konflik moral yang tak terduga.

    Love Sucks © Studio Zentral © Studio Zentral

  • Jerman | Sutradara: Clara Zoë My-Linh von Arnim

    Marzahn, Mon Amour

    Sutradara: Clara Zoë My-Linh von Arnim

    Sebuah potret hangat tentang kehidupan sehari-hari di Marzahn melalui cerita-cerita warga lokal, penuh rasa cinta dan humor.

    Marzahn, Mon Amour © ARD Mediathek © ARD Mediathek

  • Kanada | Sutradara: Zoé Tremblay-Bianco

    The Care-Breakers

    Kanada | Sutradara: Zoé Tremblay-Bianco

    Kelompok perawat rumah jompo memutuskan untuk memberontak, menentang sistem yang menindas dan tak peduli.

    The Care-Breakers © Productions St Laurent Web © Productions St Laurent Web

  • Argentina | Sutradara: Diego Leanza, Sofía Szelske

    Death Phone

    Argentina | Sutradara: Diego Leanza, Sofía Szelske

    Sebuah ponsel misterius memungkinkan penggunanya menghubungi orang mati—namun setiap panggilan memiliki harga.

    Death Phone © Space TM © Space TM

  • Argentina | Sutradara: Santiago Mouriño

    Hell

    Argentina | Sutradara: Santiago Mouriño

    Ketegangan psikologis meningkat saat seorang pria terjebak dalam rutinitas gelap yang tak bisa ia lepaskan.

    Hell © Pablo Balmaceda © Pablo Balmaceda

  • Kolumbia | Sutradara: Roberto Flores Prieto

    Hotel Sweet Hotel

    Kolombia | Sutradara: Roberto Flores Prieto

    Sebuah hotel tua menjadi saksi kisah-kisah unik dari tamu yang datang dan pergi, menyimpan rahasia dan nostalgia.

    Hotel Sweet Hotel © Kymera Films © Kymera Films

Mitra

  • Die Seriale
  • Bahasinema
  • Bandung Film Commission
  • Blickfänger

Ikuti kami