Anders Hören
Anders Hören

  • Barock Lounge Barock Lounge Foto: © Mick Sandra

  • Brezel Göring_Barocklounge Brezel Göring-Barocklounge Foto: © Marco Maas

  • Barock Lounge Barock Lounge Foto: © Mick Sandra

  • Barock Lounge Barock Lounge Foto: © Mick Sandra

  • Konzert Mirijam Contzen Konzert Mirijam Contzen Foto: © Robert Arcangel

Tentang Anders Hören

Dengan rangkaian konser Anders Hören (Listening differently), Goethe-Institut telah memulai perjalanannya di Asia Tenggara menjelajahi cara baru untuk mempromosikan musik klasik. Semakin banyak musisi dan orkestra di Jerman melibatkan diri dalam upaya menunjukkan musik klasik di luar konteks berkonser tradisional Jerman dan berupaya mencari format baru guna merebut perhatian penonton. Alhasil para penonton merespon dengan antusias dan segera ingin menerima cara baru bertatap muka dengan musik klasik.


Alur Bunyi | Linnéa & Sady bersama Jevin Julian

15 Agustus 2017 | 20.00 WIB
GoetheHaus

Zatua

17 Mei 2017 | 20.00 WIB
GoetheHaus
 

Anders Hören bersama Ensemble Resonanz dan Dea

Februari 2017, Jakarta, Kuala Lumpur, Singapore, Manila, Bangkok, Hanoi

Kelompok Ansambel Resonanz kerap menampilkan musik-musik berbeda dari yang biasa dalam rangkaian konser mereka urban string setiap bulannya di Resonanzraum, sebuah tempat terkenal yang berlokasi di jantung kota Hamburg, bernama St. Pauli. Kini, untuk pertama kalinya urban string akan mengadakan tur di Asia Tenggara, memperkenalkan paduan mengagumkan antara musik klasik dan elektronik. Setiap pertunjukan urban string berbeda di setiap malamnya. Setiap konser yang ditampilkan dalam rangkaian ini berdasarkan pada program siaran langsung yang dipilih dengan seksama yaitu percampuran musik abad ke 18 dan 19 dengan gubahan musik kontemporer. Karya-karya paralel ini tidak tertulis di atas kertas tapi muncul dari kisah yang ingin diceritakan oleh para musisi ansambel ini, yang juga bertindak sebagai tuan rumah acara konser. Para musisi akan berdialog dengan penonton dan memperkenalkan bagian musik yang mereka mainkan. Program ini tidak hanya memadukan karya musik lama dan baru tetapi juga klasik dan elektronik. Setiap konsernya selama tur urban string di Asia Tenggara akan menampilkan pula DJ lokal yang akan turut bercerita. DJ yang akan tampil bukan sekadar menampilkan lounge music, tetapi akan bertindak sebagai arkaeolog musik yang berkontribusi pada karakter unik konser tersebut.

Di Jakarta, Dea akan bergabung dengan Ensemble Resonanz dalam konser dan akan memberikan sentuhan jenis musik disko tahun 70-an serta psychedelic rock-nya ke dalam konser tersebut.
 

Tautan Acara

urban string: scanners


Anders Hören bersama Elbipolis Barockorchester ft. Brezel Göring (Stereo Total)

Oktober 2016, Jakarta, Singapore, Manila, Yangon, Hanoi

Barok bertemu elektro – dua hal yang seakan-akan mustahil disatukan menghasilkan sintesis yang tidak terduga pada format eksperimental ini. Ansambel barok Elbipolis, yang dalam waktu singkat berhasil mendapat tempat di ranah musik barok berkat kegemaran bermain dan interpretasi yang gemilang, membawakan karya-karya barok dalam suasana lounge yang santai dan mengilhami DJ Brezel Göring dari Stereo Total untuk melakukan transformasi langsung ke bunyi elektro. Hasilnya adalah dialog yang memikat, yang sesekali memperkuat dan menggarisbawahi struktur dan irama musikal dan pada kesempatan lain melencengkan dan mengolok-oloknya. Sebuah pengalaman musik spontan yang membuka wawasan baru melalui dinamikanya yang khas.
 

Tautan Acara

Konzert - Barock Lounge: Outerspace


Anders Hören bersama Violis Mirijam Contzen

September 2015, Manila, Kuala Lumpur, Hanoi, Yangon

Tutup mata, buka telinga. Pada Desember 2015 Goethe-Institut mengundang seluruh pecinta musik yang bersedia bereksperimen untuk menghadiri sebuah pengalaman mendengar yang istimewa. Mirijam Contzen menggelar sebuah konser biola dalam keadaan gelap gulita. Baik sang pemusik maupun para pendengarnya menghadapi satu tantangan yang sama. Hanya empat dari lima panca indera mereka dapat digunakan selama konser berlangsung. Namun, para pendengar tidak dibiarkan sendirian. Beberapa anggota organisasi non-pemerintah Resources for the Blind menemani mereka sepanjang malam dan menuntun mereka menembus kegelapan.

 

Tautan Acara

Konzertreihe - Konser Musik dalam Kegelapan

Detail

Elizabeth Soegiharto
elizabeth.soegiharto@jakarta.goethe.org


 

Top