Kehidupan sehari-hari di Jerman: Edisi makan malam
Bertamu di rumah teman
Membuka sepatu, membawa minuman anggur, dan (tidak) ikut membantu. Lena Maurer dari Tirol Selatan senang menghabiskan malam hari di rumah teman. Karena itu ia tahu seperti apa undangan makan malam “khas Jerman”. Sebuah kesan pribadi.
Semasa remaja pun, acara masak makan malam bersama teman-teman di Tirol Selatan sudah merupakan bagian dari keseharian saya. Kami memilih sebuah hidangan pasta, memotong sayur bersama-sama, lalu salah satu dari kami memasak, dan sehabis makan kami bereskan semuanya bersama-sama.
Semasa kuliah di München pun, kami masih sering mengadakan acara makan malam di rumah teman. Masalahnya, kami memang tidak punya uang untuk makan di restoran. Tapi semuanya berubah setelah kami mulai memasuki dunia kerja. Alih-alih memasak bersama, kami semakin sering makan di luar. Selain itu, setiap kali ada undangan makan malam, saya semakin sering menemukan kebiasaan yang saya anggap “khas Jerman”, meskipun terus terang banyak juga yang sekarang sudah menular ke diri saya.
Agar para pembaca yang bukan orang Jerman terbebas dari perasaan ragu-ragu, berikut ini beberapa kebiasaan seputar acara makan malam bersama di rumah orang Jerman.
Selamat datang di rumahku!
Jika kalian berhasil diundang ke rumah orang Jerman, pertama-tama saya mengucapkan selamat. Soalnya, di Jerman orang tidak biasa mengundang teman ke rumah. Kadang-kadang ini soal tempat. Bisa jadi meja makannya terlalu kecil, atau tanpa tamu pun orang sudah merasakan rumahnya terlalu sempit. Kecuali itu, rumah sendiri dianggap sebagai tempat untuk menarik diri – menerima tamu berarti membuka diri dan mengungkapkan banyak hal tentang diri sendiri. Hanya teman baik dan anggota keluarga terdekat yang diperkenankan masuk ke ruang pribadi seseorang.Maaf tempatnya berantakan…
Meskipun sebuah rumah terlihat bersih mengilap, orang Jerman memiliki kebiasaan untuk pertama-tama minta maaf atas keadaan yang berantakan. Bahwa mereka telah menghabiskan waktu banyak untuk merapikan rumah sengaja tidak disinggung.Buah tangan yang sempurna
Ada kalanya para tamu diberi arahan sebelum acara makan malam. Satu orang diminta membawa hidangan pencuci mulut, satu orang membawa anggur bersoda. Jika tidak ada arahan seperti ini, kalian bisa datang dengan tangan kosong atau bertanya sehabis acara apakah “setidaknya bisa ikut urunan uang belanja”. Atau, kalian juga bisa membawa anggur putih. Saya tidak tahu apa alasannya, tapi di kalangan teman-teman saya orang Jerman, buah tangannya selalu anggur putih. Bukan anggur merah, bukan bir, bukan anggur bersoda. Nanti kalian boleh ucapkan terima kasih untuk saran ini.Harap buka sepatu!
Banyak orang Jerman sama sekali tidak suka kalau orang memakai sepatu di dalam rumah. Karena itu ada baiknya bertanya dulu sebelum masuk apakah kita perlu melepas sepatu. Jadi pikirkan juga kaus kaki yang akan kita pakai.“Anggap saja di rumah sendiri“
Setelah kita melepas sepatu, kalimat berikut sering kali: “Anggap saja di rumah sendiri.” Soal ini saya hanya bisa bilang – tolong jangan menganggap sedang di rumah sendiri (kecuali kalau kalian memang sahabat karib dan sudah sejak taman kanak-kanak biasa kongko di sofa).
Ucapan “anggap saja di rumah sendiri” jangan diartikan terlalu harfiah. | Grafik (Detail): © sketchify via Canva.com
Bantuan tidak diinginkan
Belanja dan masak bersama sebelum acara makan malam di rumah teman cenderung merupakan perkecualian. Biasanya pihak tuan rumah sudah menyiapkan semuanya sebelum para tamu datang sehingga memang tidak ada lagi yang bisa dibantu. Urusan cuci piring sesudah makan malam juga bukan tugas bersama, melainkan pada umumnya dikerjakan oleh tuan rumah. Meskipun begitu, demi sopan santun tidak ada salahnya bertanya apakah kita bisa membantu. Paling-paling kita diizinkan menumpuk piring kotor.Setelah pukul 22 harus hening
Menurut saya, istilah ini keterlaluan: Mengganggu ketenangan. Saya sering mendengar cerita teman-teman yang didatangi polisi pukul setengah sebelas karena ada tetangga yang mendengar suara dari dalam flat. Orang Jerman sangat ketat dalam hal undang-undang dan suara keras setelah pukul 22 berarti mengganggu ketenangan.Saran saya di sini: Jika berencana membuat pesta yang ramai, suaplah para tetangga dengan camilan dan beri tahu mereka sebelumnya bahwa suasana mungkin akan sedikit ramai. Tapi untuk kumpul-kumpul spontan setelah pukul 22 hanya ada satu cara: Tutup jendela rapat-rapat dan berharap bahwa para tetangga Jerman berbaik hati.