Kunjungan ke Sekolah-sekolah Indonesia

Siapakah perdana menteri Jerman? Kota Hamburg terletak di Jerman bagian mana? Ada apa di „Adventkalender“? dan seperti apakah sarapan khas Jerman? Pada acara kunjungan sekolah, pertanyaan-pertanyaan ini dan pertanyaan lainnya dijawab oleh dua orang relawan budaya dari bagian Bahasa Goethe-Institut Indonesia,  Lena Antes & Linda Ringel.

Bagian Bahasa Goethe-Institut Indonesia di Jakarta membina 28 sekolah mitra (sekolah: mitra menuju masa depan) dan juga sekolah-sekolah lainnya di seluruh Indonesia, yang menawarkan pelajaran Bahasa Jerman. Siswa dan siswi mengenal Bahasa Jerman pada jam pelajaran. Selain kosakata, tata bahasa dan tata kalimat yang juga penting adalah budaya, agar mereka mengerti dan memahami Negara dan Bahasa Jerman lebih baik. Karena alasan ini, perwakilan Goethe-Institut mengunjungi sekolah di seluruh indonesia secara rutin dan mempresentasikan pengetahuan mengenai Jerman. Siswa dan siswi dikenalkan hari libur di Jerman, seperti Fasching, paskah dan natal dan juga makanan dan minuman khas jerman. Selain itu mereka belajar tentang orang terkenal dari Jerman juga fakta jumlah penduduk dan kota-kota di Jerman. Tentu saja, pertanyaan spontan mengenai bahasa dan budaya yang diajukan oleh siswa dan siswi dijawab juga.

Pada kunjungan tersebut, kedua relawan budaya Goethe-Institut mengenalkan layanan Goethe-Institut: „Onleihe“, perpustakaan digital milik institut. Para siswa dan guru dapat meminjam buku dan buku audio secara gratis melalui internet. Dan juga aplikasi seperti „Erste Schritte in Deutschland“, „Lern Deutsch – die Stadt der Wörter“ atau „Goethe-Institut Vokabeltrainer“ tersedia di smartphone untuk dapat selalu digunakan untuk melatih Bahasa Jerman dimanapun. Pameran „Lautstark“ menawarkan para guru Bahasa Jerman berbagai macam materi mengenai musik buatan Jerman, untuk dibahas bersama dengan siswa mereka.

Bulan Juli dan Agustus, kedua relawan budaya Goethe-Institut mengunjungi tujuh sekolah mitra: St. Peter’s School Jakarta, Madania School dan SMA Dwiwarna di Bogor, SMAN 5 Malang, SMAN 15 Surabaya, SMAN 3 Mataram, SMAN 1 Ambon dan SMA Santa Ursula Jakarta. Selain itu mereka juga mengunjungi SMAN Unggulan MH Thamrin dan SMAN 75 Jakarta, yang juga dibina oleh Goethe-Institut Indonesia. Lena Antes dan Linda Ringel tidak hanya mengenalkan negara Jerman dan Goethe-Institut selama jam pelajaran, tapi juga mendapat kesempatan untuk mengenal kehidupan sekolah di Indonesia.