Deutschcamp di Kota Gwalior, India

Deutschunterricht beim Deutschcamp
© Goethe-Institut Indonesien/ Neza D. Safitri

Atas undangan dari Goethe-Institut Max-Mueller Bhavan di New Delhi, sebanyak enam siswa dan satu pendamping mengikuti Deutschcamp (perkemahan bahasa Jerman) di kota Gwalior, India pada tanggal 02 – 08 Januari 2017.

Selain Indonesia, Deutschcamp diikuti oleh peserta dari India, Bangladesh, Nepal dan Sri Lanka. Seluruhnya ada 95 siswa yang menghabiskan waktu bersama selama satu minggu penuh. Deutschcamp diadakan di sekolah mitra India “The Scindia School-Fort Gwalior”. Sekolah ini terletak di benteng Gwalior dan merupakan sekolah asrama khusus putra.

Pada kelas Bahasa Jerman terdapat tingkat A1, A2 dan B1. Peserta ditempatkan pada tingkat tertentu sesuai dari ujian Bahasa Jerman, yang sebelumnya telah diikuti di negara asalnya. Siswa dari Indonesia tergabung di kelas Bahasa Jerman tingkat B1. Proses pembelajaran dibawakan oleh salah satu guru Bahasa Jerman dari Goethe-Institut India. Menurut para peserta, belajar Bahasa Jerman disini menantang dan menarik, karena mereka belajar bersama dengan siswa dari negara lain dengan latar belakang budaya dan aksen Bahasa yang beragam.  

Selama Deutschcamp berlangsung ditawarkan tiga Workshop: pameran Erfinderland Deutschland (Jerman, negeri penemuan), seni kerajinan tanah liat dan pameran yang bertema musik pop dan budaya musik di Jerman, yang bernama Lautstark.

Pada waktu luang seluruh peserta diajak bermain permainan Bahasa Jerman seperti „Fischer, Fischer“ dan „Ton-Schlager“. Semuanya sangat antusias. Selain itu mereka juga disibukkan oleh kegiatan pagelaran busana, dimana semua peserta diwajibkan merancang model pakaian dan menampilkan di atas panggung. 

Deutschcamp ditutup oleh malam budaya. Seluruh peserta harus mempresentasikan negaranya masing-masing. Ada tarian, nyanyian, teater, musik akapela dilengkapi dengan baju tradisional yang bewarna warni di atas panggung.

Pada perjalanan pulang ke bandara New Delhi, para peserta mendapatkan kejutan terakhir mereka. Perjalanan dari Gwalior ke New Delhi  berlangsung selama 8 jam, ditengah perjalanan mereka mengunjungi kota Agra. Di kota ini terletak salah satu warisan budaya dunia „Taj Mahal“, sebuah bangunan megah yang terbuat dari batu marmer dan berbentuk seperti sebuah masjid. Bangunan ini adalah bukti cinta dari Raja Shah Jahan kepada istrinya Mumtaj Mahal yang meninggal dunia pada tahun 1631.    

Deutschcamp di India meninggalkan kenangan yang indah bagi semua peserta. Disini mereka mendapatkan teman dari berbagai negara, berkenalan dengan budaya baru dan tentu saja juga bersenang-senang.