Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)


Konferensi Kepala Sekolah PASCH

Konferenz Bali
© Goethe-Institut Indonesien

Dalam rangka perayaan 10 Tahun PASCH diselenggarakan konferensi Kepala Sekolah selama dua setengah hari (25-27.10.2018) bertema “Bahasa Membuka Kesempatan - Peluang bersama Bahasa Jerman” yang ditujukan untuk kalangan pengambil keputusan. Konferensi dalam rangka ulang tahun ini diikuti oleh 83 peserta dari kesembilan negara PASCH di wilayah Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru (SAN), yaitu Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Australia dan Selandia Baru. Peserta konferensi bukan hanya para kepala sekolah PASCH, melainkan juga mencakup alumni serta wakil-wakil dari Kementerian Pendidikan, universitas, dunia usaha/ perusahaan, Goethe-Institut, DAAD dan Kedutaan Besar Jerman. Dari negara Indonesia sendiri hadir 15 kepala sekolah PASCH dari sekolah-sekolah berikut: SMA Pesantren Al Falah Abu Lam U Aceh Besar, SMK N 1 Banda Aceh, SMA N 1 Matauli Pandan, SMA Santa Ursula BSD, SMA Kolese de Britto Yogyakarta, SMA K Frateran Maumere, SMA N 1 Ambon, SMA N 1 Manado, SMA N 15 Surabaya, SMA N 7 Bandung, SMA N 3 Tasikmalaya, Madania School Bogor, SMA Santa Ursula Jakarta, SMA Dwiwarna Bogor dan SMA Taruna Nusantara; satu alumnus SMA Madania School dan dua perwakilan dari program studi Bahasa Jerman, masing-masing dari Universitas Malang dan Universitas Padjajaran Bandung. 
 
Konferensi dibuka dengan sambutan dari empat institusi, yaitu oleh Ibu Santi Ambarukmi, Kasubdit Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud; oleh Bapak Jörg Kinnen, Atase Kebudayaan dan Pers dari Kedutaan Besar Jerman di Jakarta; oleh Dr. Gatot Hari Priowirjanto sebagai Direktur SEAMEO (Southeasat Asian Ministers of Education Organization Secretariat); dan oleh Dr. Heinrich Blömeke sebagai Direktur Goethe-Institut untuk wilayah Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru. Konferensi diarahkan oleh ceramah kedua pembicara utama, yaitu Prof. Dr. Kim Haataja dari Universitas Heidelberg dan Dr. Diana Feick dari Universitas Auckland, yang mempresentasikan CLIL (Content and Language Integrated Learning) serta hasil-hasil penelitian terkini di bidang CLILiG (CLIL in German) maupun proyek-proyek dari Selandia Baru. Dalam berbagai format berbeda seperti diskusi panel, lokakarya dan pameran, para peserta berbagi pengalaman dari lingkungan kerja masing-masing dan menandai strategi-strategi potensial untuk masa mendatang. Juga berlangsung pertukaran pikiran antara alumni PASCH dari Indonesia, Australia, Thailand dan Vietnam, yang menyampaikan tentang kisah-kisah pribadi mengenai kesuksesan mereka bersama PASCH, dan wakil-wakil dari dunia usaha seperti Kamar Dagang dan Industri Jerman-Malaysia (AHK-Malaysia) serta PT.  Siemens Indonesia dan DAAD Jakarta.

  • Konferensi PASCH © Goethe-Institut Indonesien
  • Konferensi PASCH 9 © Goethe-Institut Indonesien
  • Konferensi PASCH 10 © Goethe-Institut Indonesien
  • Konferensi PASCH 1 © Goethe-Institut Indonesien
  • Konferensi PASCH 2 © Goethe-Institut Indonesien
  • Konferensi PASCH 3 © Goethe-Institut Indonesien
  • Konferensi PASCH 4 © Goethe-Institut Indonesien
  • Konferensi PASCH 5 © Goethe-Institut Indonesien
  • Konferensi PASCH 6 © Goethe-Institut Indonesien
Acara puncak konferensi adalah resepsi yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Jerman Jakarta. Di sini para pengambil keputusan dapat melihat sendiri bagaimana para siswa dan siswi PASCH dalam kurun waktu satu minggu menjadi “Para ahli dalam keseharian untuk Pengajaran Bahasa Jerman” melalui teater yang mereka kembangkan sendiri. Acara lain yang ditunggu-tunggu pada malam itu adalah penganugerahan “Penghargaan untuk Pengajar Bahasa Jerman - Asia-Pasifik 2018”. Goethe-Institut memberikan penghargaan tersebut kepada guru dari Indonesia, yaitu Siti Samsiah dari SMA Dwiwarna Parung, Bogor, dan kepada guru dari Malaysia, yakni Abdul Kadir Narmawarni dari SMK Ahmad Boestaman Perak, Malaysia, atas upaya luar biasa mereka sebagai guru bahasa Jerman. Kedua pemenang mendapat hadiah perjalanan dua minggu ke Jerman yang mencakup seminar metodik dan acara liburan pada musim panas 2019.

​Presentasi Para Pembicara

Presentasi Dr. Diana Feick (PDF, 369 KB)
Presentasi Dr. Gatot Hari Priowirjanto (PDF, 906 KB)
Presentasi Prof. Dr. Kim Haataja (PDF, 694 KB)

Kembali
 

Top