Jejak kami di pantai utara
Perjalanan keliling dunia dimulai dari Sankt Peter-Ording, menghabiskan musim panas yang penuh dengan pertemuan, budaya, petualangan, dan momen-momen tak terlupakan. Dalam kursus remaja PASCH, kami bertemu dengan siswa-siswi dari berbagai penjuru dunia, belajar bahasa Jerman, menjelajahi Jerman Utara, dan tumbuh menjadi sebuah komunitas yang erat. Sebuah masa yang meninggalkan jejak – dan membuat kami ingin segera kembali ke Laut Utara.
Perjalanan dimulai
Tibalah kami di kota yang sudah terpatri dalam benak kami selama beberapa bulan terakhir. Rasa lega menyelimuti perjalanan panjang kami sejak 27 Juni-29 Juli 2025. Perjalanan ini dimulai dari Jakarta ke Dubai dengan durasi sekitar delapan jam, dilanjutkan dari Dubai menuju Hamburg selama enam jam, kemudian diakhiri dengan perjalanan darat selama dua jam menuju arah barat laut.Setibanya di sana, kami langsung bertemu dengan 74 siswa PASCH lainnya yang berasal dari 13 negara. Berbagai latar belakang, kepribadian, serta budaya, berkumpul selaras dalam suasana hangat Sommerjugendkurs 2025 yang diselenggarakan di tepi pantai Laut Utara Jerman, kota Sankt Peter-Ording.
Antusiasme memenuhi hari-hari kami. Kami mengawali kegiatan dengan mengikuti kursus bahasa Jerman. Dalam kursus ini, kami mendalami materi tingkat lanjut, dengan metode pembelajaran yang interaktif dan aktif. Di samping pembelajaran di kelas, kami juga mendapatkan kesempatan berharga untuk mengunjungi Markt (pasar) di tengah kota Sankt Peter-Ording yang buka setiap hari Rabu, dari pagi hingga tengah hari. Di sana kami berinteraksi dengan para pengunjung dan pedagang, serta melakukan wawancara kecil dalam bahasa Jerman yang sedang kami pelajari. Pengalaman ini menjadi ajang praktik berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekitar, sekaligus memperdalam pemahaman kami tentang budaya lokal.
Aktivitas selama Jugendkurs
Selama kursus berlangsung, kami juga dibagi beberapa kelompok untuk melaksanakan proyek kelas (Klassenprojekt). Terdapat empat pilihan proyek kelas, yaitu: memasak, mendaur ulang sampah menjadi pakaian, menjadi reporter, dan membuat video musik. Setiap kerjasama dari Klassenprojekt juga didampingi oleh guru-guru yang akan membimbing kami dalam proses pembuatan proyek. Hasil dari kerja keras kami nantinya ditampilkan dalam acara malam kelulusan atau Abschlussabend.Selain mengikuti kursus bahasa Jerman, setiap harinya kami bisa memilih berbagai aktivitas seru yang telah disiapkan. Pilihannya sangat beragam, mulai dari olahraga yang memacu energi hingga kegiatan kreatif yang menenangkan pikiran. Bagi yang gemar berolahraga, tersedia banyak opsi seperti bulu tangkis, basket, jogging, tur sepeda, acro yoga, bowling, minigolf, tenis meja, hingga sepak bola yang selalu ramai peminatnya.
Bagi yang lebih suka bersantai, ada aktivitas yang memadukan kreativitas dan kebersamaan. Kami bisa berkaraoke, memanggang, merangkai perhiasan, bermain kartu, melukis, membatik, hingga mengikuti paduan suara. Semua kegiatan itu bukan hanya menambah keterampilan, tetapi juga mempererat persahabatan di antara kami. Sesekali, kami bahkan mendapat kesempatan menjelajahi Sankt Peter-Ording secara mandiri, asalkan dalam kelompok minimal tiga orang.
Kunjungan ke kota-kota lain
Keseruan kami tidak hanya berlangsung di Sankt Peter-Ording. Pada hari-hari tertentu, kami menjelajahi kota-kota lain di Jerman utara. Minggu pertama, kami berkunjung ke kota Hamburg, menikmati suasana kota, dan melihat koleksi menarik di International Maritime Museum, Deichtorhallen Museum dan Museum Kunst und Gewerbe. Minggu kedua, kami pergi ke Büsum, kami naik kapal dan mengamati anjing laut di habitat aslinya. Di minggu terakhir sebelum pulang, kami mengunjungi kota Flensburg dan mampir ke Europa Universität Flensburg. Di sana kami memperoleh informasi mengenai program studi yang ditawarkan, lalu mengikuti tur singkat mengelilingi area kampus. Setelah itu, kami berjalan-jalan menikmati suasana kota Flensburg yang tenang dan memikat.Malam budaya dan pesta
Salah satu kegiatan paling berkesan adalah Länderabend. Dalam acara ini, para peserta menampilkan budaya dari negara masing-masing melalui pakaian tradisional, musik, tarian, hingga makanan khas. Sangat menarik melihat beragam tradisi dari berbagai negara berkumpul dalam satu tempat. Setiap malam Minggu, selalu ada pesta untuk bersantai, menari, dan menikmati waktu bersama teman-teman. Yang paling unik adalah pesta bertema “Bad Taste”, di mana semua orang mengenakan kostum yang aneh, lucu, dan kreatif. Suasana penuh tawa menjadi momen yang sulit dilupakan.Acara terakhir kami -Abschlussabend- adalah sebuah malam perpisahan. Pada acara tersebut setiap peserta yang ingin tampil diberi kesempatan, termasuk menampilkan hasil Klassenprojekt. Kami menghabiskan malam tersebut dengan bersorak ria, mendukung seluruh teman-teman yang unjuk bakat dengan berani. Setelah itu, Jens, sebagai ketua kegiatan memberikan kata-kata perpisahan yang hangat dan penuh makna.
Usai sudah perjalanan kami pada Sommerjugendkurs di kota Sankt Peter-Ording kali ini. Tiga minggu telah kami lalui bersama, suka dan duka, bahagia dan sedih, banyak perasaan yang tidak bisa kami ungkapkan melalui tulisan.
Perpisahan
Tibalah kami pada malam terakhir. Saat malam tersebut, kami diizinkan untuk tidak tidur setelah Abschlussabend selesai. Malam itu, kami melanjutkan kegiatan kami dengan pesta terakhir. Tidak ada tema maupun dress code pada pesta kali ini dibandingkan dengan pesta sebelumnya, sehingga membuat kami merasa sedikit sedih. Selain berpesta, kami juga melakukan suatu kegiatan yang cukup menarik. Di ruang bersama (Gemeinschaftraum) Haus 6, terpajang foto para peserta Jugendkurs saat pertama kali mereka tiba. Di bawah foto ada sebuah amplop, untuk meletakkan surat. Kami diberikan kesempatan untuk menuliskan surat untuk teman-teman peserta Jugendkurs. Sedih rasanya saat melalui malam tersebut. Tidak sedikit dari kami melewatkan pesta hanya untuk menulis surat kepada satu sama lain. Setelah menulis surat, kami menghabiskan waktu sepanjang malam di Haus 6 dengan berbicara, menari, menyanyi, bahkan beberapa dari kami tertidur lelap di sana.Matahari mulai menunjukkan sinarnya, tibalah pada waktu yang mengingatkan pada realita, koper berisi baju kotor, makanan manis sebagai oleh-oleh, memori gawai yang penuh dengan foto dan video, serta hati kami yang terisi penuh dengan kasih sayang satu sama lain. Satu per satu dari kami mulai meninggalkan Sankt Peter-Ording. Sayangnya, tim Indonesia menjadi yang terakhir menuju ke bandara, sehingga kami menyaksikan semua kepulangan teman-teman lainnya. Tentunya, ada perasaan bahagia karena akan bertemu keluarga, teman-teman, dan kerabat di Indonesia. Namun, tidak dapat dipungkiri, sedikit rasa sedih dan tidak rela akan berakhirnya kegiatan ini terasa jauh di dalam lubuk hati kami.
Sungguh suatu kebanggaan bagi kami dapat menjadi bagian dari kegiatan yang indah ini, tiga minggu mungkin terdengar lama, tetapi bagi kami, ini adalah waktu singkat yang bermakna.
"Ich will wieder an die Nordsee, Ich will zurück nach Westerland" Westerland - Die Ärzte
Sampai berjumpa di lain waktu, Sankt Peter-Ording. Tschüss!