SMA Kolese De Britto

idBild_SMA De Britto © SMA De Britto SMA Kolese De Britto didirikan pada tanggal 19 Agustus 1948, oleh para rohaniwan dari Serikat Jesuit. Kolese De Britto (De Britto College) atau yang lebih dikenal dengan singkatan JB (berasal dari nama Santo Johanes De Britto) adalah Sekolah Menengah Atas Katolik yang dibangun di atas tanah seluas 32.450 m² yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto 161 Yogyakarta

Terletak di kota Yogyakarta bagian timur di jalan raya menuju arah kota Surakarta. SMA ini termasuk salah satu SMA favorit di Yogyakarta dan terkenal karena prestasi di bidang akademis dan intelektual, olahraga, dan bidang non-akademis lainnya. Nama ‘De Britto' sendiri diambil dari nama seorang santo dan misionaris Portugal pada abad ke-17 yang berkarya di India : Johanes de Britto.

idBild_SMA De Britto © SMA De Britto SMA Kolese De Britto adalah sebuah sekolah menengah atas dengan napas pendidikan katolik. Pengelolaan De Britto berada di bawah Yayasan De Britto yang dikelola oleh pastor-pastor / frater-frater Serikat Jesus (S.J.). SMA Kolese De Britto semua siswanya adalah putra. Hal inilah yang memberikan ciri khas pada suasana belajar mengajar di SMA ini.

Pendidikan SMA Kolese De Britto berlandaskan Ad Maiorem Dei Gloriam, yang artinya "demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar". Sekolah ini memberikan kesempatan dan bimbingan kepada siswa untuk secara jujur, sadar, berani, dan mampu menentukan pilihan untuk masa depan, tetapi sekaligus harus bisa mempertanggungjawabkan pilihan itu. Siswa dapat mengembangkan intelektual dan pribadinya, serta kebebasan untuk berekspresi dan berkreasi dalam hal apa saja.

Siswa SMA Kolese De Britto berjumlah lebih kurang 700 siswa, dan hampir 50 persennya adalah anak kost. Dari jumlah anak yang kost, sebagian besar siswa berasal dari daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jabotabek, dan DIY sendiri. Sementara sisanya berasal tersebar dari hampir seluruh Indonesia, antara lain : Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya. Mayoritas siswa SMA De Britto menganut agama Katolik, namun ada juga siswa-siswa yang menganut agama Islam, Kristen, Hindu, dan Budha.

Jumlah siswa
691

Jumlah guru
53