Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Goethe-Institut Indonesien

B1-Fobi
©Goethe-Institut

November 2017 – Februar 2018
 

Di samping menyelenggarakan kursus bahasa Jerman, Goethe-Institut Jakarta juga memiliki andil dalam pengembangan  pendidikan di Indonesia, terutama dalam pembelajaran bahasa Jerman di sekolah-sekolah. Banyak sekolah di Indonesia yang menjadikan bahasa Jerman sebagai salah satu mata pelajaran, oleh karena itu kegiatan diklat di bidang „Bahasa Jerman untuk Penutur Asing“ menjadi sangat penting bagi tenaga pengajar bahasa Jerman. Dalam hal ini BKD (Bildungskooperation Deutsch) sebagai bagian kerja sama pendidikan Goethe-Institut Jakarta telah menyusun dan mempersiapkan berbagai format konsep diklat berkualitas guna menjamin mutu pendidikan dan latihan bagi tenaga pengajar bahasa Jerman secara menyeluruh.

Rangkaian pendidikan dan pelatihan selanjutnya dilaksanakan di propinsi-propinsi di seluruh Indonesia. Dari bulan November 2017 s/d Februari 2018 berhasil diselenggarakan program pendidikan dan pelatihan ini. Pada tanggal 13 November 2017 dua puluh tenaga pengajar bahasa Jerman dengan tingkat kemampuan berbahasa Jerman A2.2 asal Maluku, Papua, Sulawesi, Kalimantan dan Nusa Tenggara Timor bertemu di Makasar, ibukota propinsi Sulawesi Selatan berpartisipasi sebagai peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) B1.Diklat berlangsung di bawah bimbingan Dr. Raimond Selke, Hartono Pangi dan Dadan Hamdani, Goethe-Institut Indonesien, serta Ending Khoerudin, tenaga pengajar UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Bandung. Adapun fokus pelatihan ini adalah pengetahuan akan kemampuan berbahasa Jerman serta berbagai hal metodik didaktik dan diakhiri dengan ujian B1 pada tanggal 25 November 2017. Sebagian besar dari ke duapuluh peserta telah berhasil meningkatkan kemampuan berbahasa Jerman mereka melalui diklat ini serta berhasil lulus ujian. Selain itu setiap tenaga pengajar mendapatkan hibah buku dari Goethe-Institut, yang dapat digunakan sebagai media penunjang dalam mempersiapkan konsep pengajaran.

Dalam pelajaran bahasa Jerman tidak hanya terpaku pada penyampaian bahasa saja, melainkan sastra memiliki peranan penting juga untuk membuat pelajaran bahasa asing menjadi menarik serta memotivasi siswa. Bagi mereka yang bukan penutur asli fokus bahasan sastra tidak lah mudah. Untuk itu BKD, bagian kerja sama pendidikan Goethe-Institut Jakarta menyiapkan rangkaian seminar khusus di bidang sastra pada tingkat kebahasaan A1/A2. Salah satunya adalah dengan diadakannya seminar atau diklat dengan tema “Literarische Formate im Deutschunterricht” (format-format sastra dalam pembelajaran bahasa Jerman) di Kupang, NTT pada tanggal 23 – 25 November 2917. Sebanyak lima belas orang tenaga pengajar bahasa Jerman asal Nusa Tenggara Timor telah berpartisipasi dalam seminar ini. Bahwa pelajaran sastra juga bisa efektif di kelas pemula, hal ini disimulasikan langsung dalam seminar. Seperti lagu dan puisi sangat cocok untuk latihan intonasi dalam berbicara.

Seminar BKD berikutnya berlangsung pada tanggal 26 s/d 28 November 2017 di Bali. Keadaan Gunung Agung yang pada saat itu dalam kondisi menyemburkan material dan asap tidak menyurutkan BKD untuk mempresentasikan ujian internasional tingkat B1  kepada dua puluh orang tenaga pengajar jurusan pendidikan bahasa Jerman dari berbagai Universitas.

Di kota budaya Yogyakarta juga telah dilaksanakan diklat selama dua minggu yaitu dari tanggal 4 s/d 16 Desember. Dimana dua puluh orang tenaga pengajar yang berbakat dari seluruh Indonesia mendapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jerman mereka dan mengikuti ujian tingkat B1 pada akhir diklat.

Selain diklat untuk tenaga pengajar di dalam negeri, BKD Goethe-Institut Indonesien juga menyelenggarakan diklat bertaraf tingkat internasional. Seperti pada awal tahun ini  pada tanggal 15 s/d 18 Januari 2018 tenaga pengajar dari universitas di wilayah Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru (SAN) bertemu di Bandung dalam rangka mengikuti diklat „Deutsch Lehren Lernen“ (Mengajar dan Belajar Bahasa Jerman) yang dpimpin oleh Dr. Christian Hoffmann dari Jerman.

Seminar dengan fokus bahasan sastra diadakan juga di Yogyakarta pada tanggal 20 Januari 2018 yang mengusung tema „Literarische Formate im Deutschunterricht“ (Format-format sastra dalam pembelajaran bahasa Jerman) bagian kedua. Seminar ini dihadiri oleh tiga belas orang tenaga pengajar bahasa Jerman. Selain format-format sastra disampaikan juga dalam seminar ini metode-metode yang dapat memotivasi siswa. Diharapkan setelah seminar ini, peserta dapat mencoba metode tersebut dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.