Olimpiade Bahasa Jerman Asia-Pasifik (APDO) 2019

Pada tanggal 9-16 Agustus 2019 Goethe-Institut menyelenggarakan Olimpiade Bahasa Jerman Asia-Pasifik. Lomba diadakan untuk jenjang A1 dan A2.

Asien Pazifik Deutschomlympiade
© Goethe-Institut Indonesien


Peserta yang diundang adalah siswa-siswi dari kawasan Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru (SAN): Australia, Indonesia,  Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Thailand dan Vietnam; serta dari kawasan Asia Selatan (SAS): India, Pakistan dan Sri Lanka.
 
Para siswa dan siswi berikut para guru pendamping akan menginap di kota Bogor, yang terkenal akan alamnya yang hijau. 72 peserta akan mengikuti program selama satu minggu ini, yang terdiri dari lomba bahasa, ekskursi, presentasi kelompok, malam keakraban antarnegara dan aktivitas waktu luang. Mereka akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok dengan masing-masing satu pembina, yang akan membantu selama program berlangsung.
 
Bersamaan dengan acara ini, 15 tenaga pengajar akan mengikuti Kursus DLL - DaF für Jugendliche (Belajar Mengajar Bahasa Jerman).  Program ini bertujuan memberi pengantar kompetensi mengajar dan memperluas wawasan terkait perubahan pada masa remaja, cara pandang guru yang baik dan prinsip-prinsip mengajar remaja, serta pengajaran remaja dengan media digital.
 

Informasi lebih lanjut terkait Olimpiade Bahasa:

Tanggal: 9-16 Agustus 2019
Tempat: Novotel Bogor & Ibis Styles Bogor
Golf Estate Bogor Raya, Bogor 16710, Jawa Barat
 

Apa persisnya APDO itu?

Gagasan ini mula-mula muncul setelah melihat keberhasilan para peserta dari negara-negara ASEAN di Olimpiade Bahasa Jerman Internasional 2016 (IDO 2016) pada jenjang A2. Berhubung IDO merupakan lomba yang diadakan hanya sekali setiap dua tahun, dicari kemungkinan untuk melanjutkan karakter internasional IDO pada tataran regional guna mengisi waktu kosong tersebut. Pada kuartal terakhir 2016, Pusat-Pusat Bahasa Jerman pada sekolah-sekolah lanjutan di Thailand bekerja sama dengan Goethe-Institut lalu mengembangkan gagasan Olimpiade Bahasa Jerman antarnegara ASEAN.
 
Pada bulan Januari 2017, konsep tersebut diperluas atas prakarsa instansi sekolah Thailand sehingga mencakup pula negara-negara di kawasan Asia-Pasifik yang menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara. Dengan demikian APDO pertama berlangsung pada tahun 2017 di Thailand dan akan kembali digelar pada tahun ini.
 
Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan pertukaran internasional di antara para pembelajar bahasa Jerman di kawasan Asia-Pasifik. Berhubung sebagian besar pembelajar bahasa Jerman di negara-negara ini belajar bahasa Jerman pada jenjang A1-A2, APDO dimaksudkan sebagai kontribusi untuk menambah daya tarik khususnya untuk jenjang-jenjang tersebut. Semoga banyak di antara para peserta tetap rajin belajar bahasa Jerman dan mungkin bahkan mulai kuliah di Jerman di kemudian hari.
 

Syarat keikutsertaan

  1. Siswa dan siswi yang menjadi peserta belajar bahasa Jerman pada sebuah sekolah lanjutan dan berusia 15-18 tahun.
  2. Keterampilan bahasa yang diperlukan adalah level A1 atau A2.
  3. Ayah atau ibu bukan penutur asli bahasa Jerman
  4. Tidak pernah tinggal di negara DACHL dalam jangka panjang (maksimal 30 hari)
  5. Bukan peserta IDO atau kegiatan lain yang dibiayai oleh Goethe-Institut (Kursus Remaja PASCH, beasiswa PAD, dsb.)
  6. Per negara maksimal 3 peserta pada jenjang A1 dan 3 peserta pada jenjang A2 (pengecualian hanya dimungkinkan berdasarkan konsultasi dengan tim penyelenggara).
Seleksi para peserta dilakukan oleh Goethe-Institut terkait dalam konsultasi dengan Ikatan Guru Bahasa Jerman setempat, jika ada. Cara seleksi dapat berupa lomba, hasil ujian, wawancara seleksi, dsb. Nama para peserta berikut jenjang yang diikuti harus sudah diterima oleh Goethe-Institut Thailand paling lambat pada tanggal 30 Juni 2019.
 

Format lomba

Format lomba untuk jenjang A2 akan mengikuti soal-soal pada Olimpiade Bahasa Jerman Internasional.
Untuk jenjang A1 akan diadakan format soal baru yang sesuai dengan jenjang tersebut.
 

Juri

Juri serta tim tugas dan organisasi akan terdiri dari perwakilan dari negara dan lembaga yang berpartisipasi dan akan dicalonkan oleh tim penyelenggara hingga 31.05.2019.
 

Biaya keikutsertaan

  • Biaya untuk akomodasi, makan dan minum serta program pendamping akan ditanggung oleh Goethe-Institut di kawasan SAN.
  • Biaya perjalanan internasional untuk enam peserta serta satu guru pendamping per negara dapat ditanggung oleh Goethe-Institut di negara bersangkutan.
  • Akomodasi, makan dan minum, serta perjalanan internasional para anggota juri atau pun tim penyusun soal juga dibiayai oleh Goethe-Institut di kawasan SAN.
 

Narahubung

Markus Stichel
Goethe-Institut Thailand
apdo-jakarta@goethe.de

Dr. Raimond Selke
Goethe-Institut Indonesien
raimond.selke@goethe.de