|

14:00

Reproduktion

Pemutaran Film dan Diskusi|Kinofest 2025

  • Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat

  • Bahasa Bahasa Inggris dan bahasa Jerman
  • Harga Gratis
  • Bagian dari rangkaian: KinoFest 2025

Reproduktion © Fünferfilm

Reproduktion © Fünferfilm

28.11.2025 | 14.00 WIB
Studio Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki

Reproduktion (2025, 111 menit)
Dokumenter
Sutradara: Katharina Pethke

Sinopsis
Bagaimana seni menyikapi feminitas? Seorang nenek, seorang ibu, dan seorang anak belajar di sekolah seni yang sama di sebuah gedung, dan ini memicu proses perenungan mengenai ambisi artistik dan tekanan sosial.

Serba-serbi/Penghargaan/Nominasi:
Pemutaran perdana | Forum Berlinale pada 2025

Setelah pemutaran film Reproduktion karya Katharina Pethke, kami mengundang Anda untuk bergabung dalam sebuah percakapan bersama Ikhaputri Widiantini dan Ishvara Devati mengenai bagaimana seni merespons dan membentuk gagasan tentang femininitas. Kisah lintas generasi, tentang nenek, ibu, dan anak perempuan (Pethke sendiri), yang semuanya pernah bersekolah di institusi seni yang sama di Hamburg, menjadi titik awal untuk merefleksikan ambisi artistik dan tekanan sosial yang menyertainya.

Makna berlapis dari kata “reproduksi” mulai dari praktik artistik, pengalaman keibuan, hingga wacana medis, menjadi ruang bermain dokumenter ini. Film Pethke menyoroti tantangan dan kontradiksi yang dihadapi perempuan dalam dunia seni. Pada saat bersamaan, ia menempatkan kisah-kisah personal tersebut dalam konteks sejarah budaya Hamburg, khususnya gedung tempat ketiga perempuan itu belajar. Dulu dikenal sebagai Geburtsklinik atau Frauenklinik Finkenau, sebuah rumah bersalin yang dirancang antara 1911–1914 oleh salah satu arsitek laki-laki paling berpengaruh abad ke-20, Fritz Schumacher, ruang ini sekarang telah bertransformasi menjadi bagian dari Kunst- und Mediencampus Hamburg, ruang yang setiap tahun menyambut banyak seniman muda dan pemikir dunia melalui Hochschule für Bildende Künste Hamburg (HFBK).

Biografi

  • M. Si. Ikhaputri Widiantini

    adalah dosen Filsafat (FIB) Universitas Indonesia. Ia merupakan staf pengajar sejak 2007 di Program Sarjana Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, ia juga pernah memegang proyek pendidikan di Yayasan Jurnal Perempuan, menjadi redaksi Jurnal Perempuan periode 2009-2011, dan hingga sekarang masih aktif membantu sebagai redaksi tamu di Jurnal Perempuan. Ia juga telah banyak melakukan riset dan publikasi terkait tema kekerasan seksual, estetika feminis, dan seni kontemporer.

  • Ishvara Devati

    berfokus pada eksplorasi interdisipliner dalam seni pertunjukan. Ia telah mengikuti berbagai lokakarya, antara lain CP[3] oleh Dance Nucleus dan Feminist Activism Tech Camp oleh PurpleCode. Praktiknya banyak menelusuri gagasan mengenai identitas perempuan trans. Karya Ishvara, “Less Than An Ounce”, diputar dalam program Indonesia Bertutur 2024, sementara “Deliberated Weirdness” dipentaskan di Theater der Welt (Jerman) dan Theater Spektakel (Swiss). Ishvara aktif dalam sejumlah residensi, termasuk Invisible Dance – The Body in Friction di Ahmedabad (India) dan Farm-Lab Exhibition di Tokyo (Jepang). Ia juga terlibat dalam berbagai kolaborasi internasional, salah satunya proyek “CROSS” bersama para seniman dari Jerman.