|
16:00-17:30
Warisan Budaya Digital dan Kebijakan Akses
Diskusi Panel|Digital Discourses
-
Balai Sastra Hans Bague Jassin, Jakarta Pusat
- Bahasa Bahasa Indonesia dengan penerjemahan simultan (bahasa Inggris)
- Harga Gratis
- Bagian dari rangkaian: Digital Discourses 2026
Diskusi panel ini menjelajahi bagaimana digitalisasi mengubah akses terhadap warisan budaya, mulai dari arsip dan koleksi hingga pengetahuan lokal. Hal ini bukan hanya tentang peluang baru, tetapi juga tentang kekuasaan: siapa yang menetapkan prioritas, mengendalikan data, dan membangun narasi?
Bergabunglah dalam diskusi mengenai perkembangan terkini, berbagai tantangan utama, hingga dinamika antara platform global dan perspektif lokal.
Bersama dengan
-
merupakan periset di bidang sastra, manuskrip, dan tradisi lisan dengan kepakaran pada identitas budaya dan tradisi lisan. Ia berkarier di Badan Pengembangan Bahasa (1993–2021) sebelum bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan. Karya pentingnya antara lain Mendengar Nenek Moyang Turun dari Langit (2018) dan Dengan Bailau Memanggil Harimau (2021).
-
merupakan Pamong Budaya Ahli Madya di Direktorat Sejarah dan Permuseuman, Kementerian Kebudayaan, dengan pengalaman panjang di bidang permuseuman. Ia memiliki keahlian dalam pengelolaan museum, kurasi, edukasi, serta pelestarian dan registrasi cagar budaya. Ia juga merupakan lulusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada dan Magister Museologi Universitas Padjadjaran PAD ini dan memiliki sertifikasi sebagai asesor kompetensi, kurator museum, edukator museum, serta ahli cagar budaya.
-
merupakan ahli musikologi berfokus pada etnomusikologi, etnologi, dan sejarah budaya Indonesia. Setelah meraih magister di Universitas Köln, ia bekerja di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, menganalisis isu politik, keagamaan, dan HAM, sambil fasih berbahasa Indonesia. Sejak 2011, ia menjadi Kurator Asia Tenggara di Weltkulturen Museum. Penelitiannya menitikberatkan pada identitas, budaya populer, serta relasi lingkungan, bunyi, manusia, dan budaya, khususnya Indonesia timur.
-
memimpin Layanan Informasi Khusus untuk Ilmu Sosial, Studi Budaya, dan Antropologi (FID SKA), sebuah prakarsa bersama antara Perpustakaan Universitas Humboldt Berlin dan Pusat Data Penelitian Qualiservice di Universitas Bremen. Ia termasuk salah satu pendiri Jaringan Konteks Kolonial dan telah banyak berkarya dalam isu-isu digitalisasi, khususnya prinsip-prinsip F.A.I.R. dan C.A.R.E., serta menyelenggarakan lokakarya mengenai tema-tema tersebut dalam ruang lingkup jejaring tersebut.
-
merupakan peneliti independen yang berkarya di bidang sastra Indonesia modern dan studi budaya. Karya-karyanya berfokus pada penelitian antardisiplin dan praktik artistik, termasuk seni rupa dan musik. Tulisan dan penelitiannya yang telah diterbitkan mengangkat isu-isu resistensi terhadap tekanan politik di Indonesia dalam konteks sastra, teater, dan film.
Tempat
Perpustakaan Jakarta & Pusat Dokumentasi Sastra H. B. Jassin Lantai 4
Jalan Cikini Raya No. 73
Kompleks Taman Ismail Marzuki
Jakarta Pusat
Indonesia