|

15:00-17:00

Digitalisasi Warisan Budaya: Praktik, Kolaborasi, dan Ketahanan Arsip

Diskusi Panel|Diskusi tentang proses digitalisasi warisan budaya dan pengelolaannya.

  • Balai Sastra Hans Bague Jassin, Jakarta Pusat

  • Bahasa Bahasa Indonesia dengan penerjemahan simultan (bahasa Inggris)
  • Harga Gratis | Dengan pendaftaran
  • Bagian dari rangkaian: Digital Discourses 2026

Digital Discourses 2026 © Goethe-Institut Indonesia - Each Other Company

Digital Discourses 2026 © Goethe-Institut Indonesia - Each Other Company

Dokumentasi digital memainkan peran yang kian penting dalam melestarikan dan menyebarluaskan warisan budaya. Hal ini dapat membantu dalam pencatatan, pengelolaan, dan pemanfaatan manuskrip, artefak, sejarah lisan, serta praktik tradisional di luar lokasi fisiknya. Namun, digitalisasi bukan sekadar proses pemindaian atau perekaman. Proses ini membutuhkan perencanaan yang matang, pengelolaan yang bertanggung jawab, dan strategi pelestarian jangka panjang. Apabila tidak didukung oleh sistem yang mumpuni, materi digital berisiko menjadi tidak dapat diakses, tercerai-berai, atau hilang seiring berjalannya waktu.

Diskusi panel ini membahas bagaimana dokumentasi digital dapat mendukung pengelolaan warisan budaya yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan warisan budaya dalam jangka panjang, dengan menggarisbawahi bahwa keputusan yang diambil saat ini tidak hanya akan menentukan apa yang dilestarikan, tetapi juga bagaimana warisan tersebut diakses dan dinikmati oleh generasi mendatang. 

Berpartisipasilah dalam diskusi ini untuk membahas peran pelestarian, dokumentasi dan pengelolaan digital, serta kerja sama multisektoral.

Bersama dengan

  • adalah peneliti yang mengkaji naskah Jawa-Pegon, Melayu-Jawi, dan Arab. Fokus penelitiannya meliputi wacana keagamaan, transformasi pemikiran, serta living manuscript. Pendidikan ditempuh di bidang sastra Arab dan kajian Islam hingga doktor (2025) tentang penggunaan naskah dalam ritual. Ia menjabat Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) periode 2025–2029 serta aktif sebagai editor dan mitra bestari jurnal ilmiah.

  • menyelesaikan studi magister filologi di Universitas Indonesia (2020) dengan tesis tentang Wawacan Layang Siti Hasanah. Ia berkontribusi penting dalam program DREAMSEA di UIN Jakarta sebagai pengalih data, mendukung pelestarian dan digitalisasi naskah terancam di Asia Tenggara. Ia juga menjadi asisten editor Studia Islamika dan Manuskripta, aktif di komunitas aksara Jawa, serta merupakan anggota Manassa.

  • merupakan lulusan S1 Teknik Elektro Institut Sains dan Teknologi Nasional serta S2 Teknologi Informasi Universitas Indonesia (2018). Ia memulai karier di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 2010 dan diangkat sebagai Arsiparis Ahli Pertama pada 2015. Saat ini ia menjabat Arsiparis Ahli Madya, Ketua Tim Restorasi Arsip, serta sejak Maret 2026 menjadi Pelaksana Tugas Direktur Pelestarian dan Perlindungan Arsip.