Quilt Partisipatoris, Perbincangan, Pertunjukan #fempop night

#fempop night © Goethe-Institut Indonesien

14.02.2019 | 19.00 WIB

GoetheHaus

Pusat Kebudayaan Jerman Jakarta
Jl. Sam Ratulangi 9-15
10350 Jakarta

Perbincangan budaya pop dan pemberdayaan

#fempop night menggabungkan kegiatan berkreasi, berbicara dan konser yang menawarkan kesempatan untuk bertemu, berkarya, dan bertukar pikiran bersama para praktisi budaya dari Asia Tenggara, Selandia Baru dan Jerman dalam suasana informal.
 

QUILT KOMUNITAS

Sebagai bagian dari #fempop night, quilt komunitas Grrrl Gang Manila menyambangi Jakarta untuk pertama kali, dibawa oleh pendiri Grrrl Gang Mich Dulce. Quilt komunitas yang belum lama ini ditampilkan pada Bangkok Biennial perdana merupakan proyek seni partisipatoris yang sedang berjalan. Siapa pun diundang untuk berkontribusi dengan merancang potongan kain berukuran 10 x 10 inci – semua potongan kain akan dijahit sehingga membentuk quilt yang terus tumbuh. Potongan kain dapat dirancang sesuka hati: dibordir, diberi manik-manik atau aplikasi, dilukis atau digambar, berbasis teks, bergaya abstrak atau pun figuratif. Yang terpenting adalah perbincangan yang berkembang saat berkreasi bersama.
 
Quilt komunitas tersebut menyoroti kerja perempuan melalui kerajinan tangan dengan material lunak. Ukuran yang digunakan, 10 x 10, merupakan rujukan langsung kepada estimasi 10 triliun dolar AS yang hilang setiap tahun sehubungan dengan kerja domestik dan kerja emosional tanpa upah oleh kaum perempuan di seluruh dunia.
 
Semua material akan disediakan!  Jika ingin, silakan membawa kain atau material sendiri.
 

PERBINCANGAN

#fempop night menyajikan tiga perbincangan dengan praktisi budaya dari Asia Tenggara dan Selandia Baru. Perbincangan tersebut membahas cara menciptakan dan memfasilitasi jejaring untuk menguatkan suara-suara yang kurang terwakili dalam budaya pop, mengamati budaya zine dan penerbitan independen sebagai alat untuk menciptakan wadah yang ampuh bagi suara Anda, dan menelaah bagaimana pengalaman pribadi berpautan dengan perjuangan politik untuk kesetaraan dan keterwakilan.
 

MUSIK

#fempop night ditutup dengan sesi solo akustik oleh pemain multi-instrumen, komposer dan penyanyi Alyana Cabral. Saat ini, ia menjadi vokalis dan gitaris kelompok musik folk Ourselves the Elves. Penjelajahannya ke ranah seni bunyi dan musik elektronik menghasilkan bahan baku untuk proyek solo eksperimentalnya. Di samping menjadi penampil, Alyana juga mengorganisasi pertunjukan, sebagian besar (tetapi tidak selalu) untuk pemusik perempuan dan band yang dipimpin oleh perempuan. Belum lama ini, ia mendirikan Kababae Mong Tao, wadah multimedia yang bertujuan memberdayakan perempuan-perempuan kreatif dari semua kalangandan ekspresi. Alyana tinggal di Manila dan baru-baru ini sempat tinggal selama tiga bulan di Yogyakarta dalam rangka residensi di Lifepatch.
 

BERTEMU DENGAN

Alyana Cabral, Filipina / musisi dan seniman visual
Amanda Keisha Ang, Singapura / DJ, promotor dan perancang grafis
Dia Sabrina, Singapura / penulis dan editor
Hera Diani, Indonesia / wartawan dan editor
Indraswari Pangestu, Indonesia / penulis dan ahli strategi konten digital
Kartika Jahja, Indonesia / musisi dan wiraswasta
Mich Dulce, Filipina / perancang busana dan musisi
Natasha Matila-Smith, Selandia Baru / seniman visual dan penulis
Nhung Dinh, Vietnam / kurator dan pembuat film
Wannakarn Opassatien, Thailand / pencipta konten
Yadanar Win, Myanmar / seniman performans dan seniman visual

Ruang apa saja yang dibuka oleh budaya pop untuk kreasi kultural feminis? Bagaimana budaya pop dapat dimanfaatkan untuk menciptakan wadah bagi sudut pandang terpinggirkan dan memperluas jangkauannya melampaui komunitas masing-masing? Tantangan apa saja yang dihadapi oleh pekerja seni dan budaya, yang menggabungkan praktik seni dan aktivisme? Aliansi internasional seperti apa yang mungkin dan produktif? Melalui serangkaian acara dan aktivitas, proyek #fempop mempertemukan praktisi budaya dari kawasan Asia-Pasifik dan Eropa untuk berjejaring, mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan di atas, dan bersama-sama mengembangkan strategi pemberdayaan melalui budaya pop.
 
#fempop night diselenggarakan oleh Goethe-Institut sebagai kelanjutan perjalanan berjejaring Feminism and Pop Culture ke Berlin pada bulan Agustus 2018 untuk praktisi budaya dari Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru, yang bekerja sama dengan Missy Magazine.

Kembali