100 Tahun Joseph Beuys

100 Tahun Joseph Beuys © Anschlaege.de 100 Tahun Joseph Beuys © Anschlaege.de

Aktivis. Pendidik. Pelopor. Ahli teori seni. Politikus. Joseph Beuys.

Praktik, karya, dan aktivisme Joseph Beuys (1921-1986) memantik banyak perdebatan di berbagai bidang, seperti humanisme, filsafat sosial, antropologi, serta berpengaruh besar pada wacana seni kontemporer internasional abad ke-20. Fokus utama Beuys adalah memperluas definisi dan batas-batas seni. Pernyataannya >> semua orang adalah seniman (Jeder Mensch ist ein Künstler)<< mengacu pada keyakinannya akan kreativitas manusia yang universal dan kekuatan seni untuk membawa perubahan revolusioner. Sebagai salah satu profesor di Akademi Seni Düsseldorf (Kunstakademie Düsseldorf), sosoknya sampai hari ini juga masih mengingatkan banyak orang pada perdebatan mengenai dinamika antara formalitas pendidikan seni dan hasil sistem pendidikan itu bagi masyarakat.

Memperingati perayaan 100 tahun Beuys yang jatuh pada tahun ini, Goethe-Institut Indonesien bersama para kolaborator antara lain Asep Topan, Erik Pauhrizi, Iwan Wijono, dan Tisna Sanjaya, akan menghadirkan serangkaian kegiatan di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Gagasan dan semangat Beuys akan kembali diangkat dan digali relevansinya dengan konteks Indonesia melalui ceramah, lokakarya daring dan tatap muka, presentasi karya seni, dan pemutaran film dokumenter melalui wahana penayangan film daring Goethe-On-Demand. Ikuti perjalanan berbagai kegiatan ini selama Oktober sampai Desember 2021 di kanal-kanal media sosial melalui tagar #100TahunBeuys.