Para Sekutu yang Tidak Bisa Berkata Tidak
“Seperti lagu lama yang masih enak didengar…”
Sebagian besar karya dalam pameran ini berasal dari koleksi sejumlah lembaga seni rupa dari Indonesia, Singapura, Thailand, dan Jerman. Segelintir karya yang masih menjadi koleksi perupanya pun sudah pernah dipamerkan dalam ruang, waktu, dan kesempatan lain. Kenapa karya-karya ini perlu dipamerkan lagi? Setiap kali melihat karya dalam penataan yang lain sama sekali, kita jadi punya kesempatan untuk melihatnya secara berbeda. Sekalipun Anda pernah melihat satu, dua, atau tiga karya dalam pameran ini di pameran lainnya, pendapat semula Anda mengenai karya tersebut bisa berubah.
Pameran ini bermula dari karya-karya perupa antarbangsa dalam koleksi Galeri Nasional Indonesia yang berasal dari dua pameran: Paris Jakarta 1959–1960 (1992) dan Seni Rupa Kontemporer dari Negara-negara Gerakan Non-Blok (1995). Dari sana, muncul pertanyaan-pertanyaan yang membingkai pilihan: Apakah para perupa antarbangsa ini punya hubungan khusus dengan perupa di (atau dari) Indonesia atau dengan praktik artistik yang berlangsung di sini? Apakah para perupa ini kenal satu sama lain? Atau mereka digolongkan begitu saja karena kedekatan umur, kesamaan gender, anggapan kebangsaan, kesamaan gaya dalam berkarya, atau selera artistik?
Tahap selanjutnya adalah menelusuri sejumlah karya yang mengandung praktik, pemikiran, dan sikap perupanya yang saling berpaut, berkelindan, dan melengkapi pilihan awal tadi. Pada tahap ini, sebuah kata kunci—berikut rangkaian pertanyaan—yang berasal dari karya-karya dan praktik-praktik sejumlah perupa pilihan tadi menjadi panduan: Apakah kesetiakawanan (antarmanusia, antarkelompok, dan antarbangsa) punya jejak dalam praktik seorang seniman atau bisa menjelma dalam karya-karyanya? Kalau ya, seperti apa? Kalau tidak, kenapa? Apakah kita bisa mengenali ragam bentuk kesetiakawanan ini? Perlukah ia dibedakan satu sama lain? Apakah waktu (zaman) mengubah bentuk kesetiakawanan ini?
Sebelum melangkah masuk, bayangkanlah pameran ini sebagai sebuah playlist atau mix-tape yang dibuat khusus untuk Anda; dan karya, berkas, foto, serta arsip yang ada dalam pameran ini sebagai lagu-lagunya. Setiap lagu dipilih dan ditata supaya Anda mengalaminya dalam satu rangkaian. Setiap lagu tentu punya ceritanya masing-masing. Namun, untuk menikmatinya, Anda tak selalu perlu tahu kisah di balik pembuatannya. Anda hanya perlu menyisihkan waktu untuk mengalami lagu-lagu ini, karena ia hadir di sini untuk Anda. Ada segudang cara untuk memandang karya seni, untuk mengalami pameran ini. Dari mana pun Anda memandang, semua sah.
~