Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)

Indonesia
Uwalmassa

Uwalmassa
Uwalmassa

Konsep di balik trio bernama Uwalmassa adalah peleburan bebunyian internasional – dari tradisional hingga modern – dengan penerjemahan melalui lensa Indonesia. Uwalmassa menyadari bahwa jati diri Indonesia bukan sesuatu yang sedang tergerus, melainkan perlu dibangun kembali – atau dengan kata lain, masih dalam tahap reinterpretasi. Namun ini tidak membenarkan penghapusan identitas budaya yang telah ada. Sebaliknya, kehadirannya merupakan insentif untuk terus membangun di atas fondasi yang telah terbentuk. Dalam karya dan riset mereka, Uwalmassa menggugat proses pemikiran dangkal dan sempit yang digunakan dalam memahami kebesaran Indonesia.

Teknik produksi yang canggih serta metode komposisi yang tidak lazim menjadi inti musik Uwalmassa. Dengan memasukkan unsur-unsur dari spektrum musikal yang luas, Uwalmassa berupaya menyampaikan narasi yang relevan di dalam iklim kontemporer. Alih-alih mengusung preservasi, mereka berinisiatif untuk membawa seni dan budaya Indonesia ke ranah sonik yang lebih eksploratif dan imajinatif. Secara bersamaan, ini membuka jalan bagi riset yang lebih saksama ke dalam bagian-bagian pengetahuan dan sejarah musikal Indonesia yang hilang.

Pada tahun 2018, mereka merilis album pendek mereka Bumi Uthiri di DIVISI62, sebuah label seni bebunyian dan visual di Jakarta yang bertujuan mendorong konstruksi berkelanjutan identitas Indonesia Di tahun yang sama mereka juga tampil pada sebuah album pendek gabungan, Animisme, dengan rekaman yang oleh Boomkat digambarkan sebagai “kombinasi sinkopasi mengalun dan sampel vokal menawan yang terdengar seperti Shackleton menyulih suara Senyawa.” Mereka pernah tampil untuk Raung Raya (dengan kurator Rabih Beaini) di Berghain, Berlin dan di Alur Bunyi di Goethe-Institut Indonesia di Jakarta. Selain, mereka sempat membuat pameran berjudul “Paripurna” di Ruci Art Space di Jakarta.

Top