Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)

Indonesia
Nadya Hatta

Nadya Hatta
Nadya Hatta

Nadya Hatta belajar piano klasik semasa kecil, tetapi berangsur-angsur tertarik untuk mengeksplorasi bunyi piano (piano digital dan efek) serta menciptakan komposisi musik. Ia sempat berkolaborasi dana karya dan sesi improvisasi bersama musisi seperti Jay Afrisando, Dale Gorfinkel, Zoo (Rully Shabara, Bhakti Prasetyo, Dimas Budi Satya, dan Ramberto Agozalie), Otomo Yoshihide, Morinaga Yasuhiro, Ikbal Lubys, Lintang Raditya, dan banyak lagi.

Nadya terlibat sebagai komponis/pembuat aransemen/musikus di grup post-rock Individual Life. Ia berpartisipasi dalam produksi musik, pameran seni, dan pertunjukan teater dan tari seperti paduan suara perempuan “Dialita” yang beranggotakan penyintas genosida tahun 1965, “Golong Gilig Trajumanggala” oleh Knyut Y. Kubro, Royke B. Koapaha, dan Sapto Raharjo, “Memoirs of Gandari” oleh RSTH dan Slamet Gundono & Wayang Suket, “The Seagull” oleh Corrina Manara, “Je.ja.l.an” oleh Yudi Ahmad Tajudin, “Music an Encounter” oleh Otomo Yoshihide, Morinaga Yasuhiro, dan kolektif WYST (Asa Rahmana, Ikbal Lubys, Lintang Radittya, Yennu Ariendra), “Menara Ingatan” oleh Yennu Ariendra, dan “On Paradise” oleh Jompet Kuswidananto. Ia juga memberi masukan kepada komposisi musik film: “Arini” oleh Ismail Basbeth (sebagai asisten komponis), dan “The Gift” oleh Hanung Bramantyo (sebagai asisten orkestrator).

Nadya lulusan jurusan Arsitektur pada Universitas Atma Jaya, Yogya.

Top