Wassily Kandinsky (l. 1866 Moskow; m. 1944, Neuilly-sur-Seine)

TANPA JUDUL c. 1925-1935 50 x 30 cm
LITOGRAFI no. III 1925 lithographs 27 x 19 cm
TANPA JUDUL c. 1925-1935 47 x 36 cm
LithograFI no. I 1925 32 x 24 cm Dicetak oleh State Bauhaus, Weimar
Réciproque 1935 SerigraFI 50 x 65 cm Dicetak oleh Ed. Hazan, Paris

Koleksi Galeri Nasional Indonesia



Memasuki abad ke-20, persis setelah ia meninggalkan karir hukumnya, Wassily bekerja sebagai direktur artistik sebuah bengkel cetak di Moskow. Ia bergelut dengan medium etsa, cukil kayu, drypoint, dan litografi. Begitu tiba di Bauhaus untuk mengajar, ia menjelajahi satu tahap kekaryaaannya yang sekarang kita kenal dengan tajuk Dunia Kecil (Kleine Welten). Penjelajahannya kemudian berlanjut ke elemen titik dan garis pada bidang. Karya-karyanya dari kedua serial ini menunjukkan besarnya rasa penasaran, semangat uji-coba serta penjelajahan medium Wassily. Masa-masa Wassily di Bauhaus juga dikenal sebagai titik baliknya menuju spiritualitas dalam berkarya. Menurutnya, tugas seniman adalah mencari prinsip-prinsip dalam intisari yang bisa diterapkan sebagai ekspresi untuk "menggetarkan jiwa manusia". Prinsip-prinsip ini hanya bisa ditemukan dalam landasan spiritual pribadi sang seniman.

Senada dengan lukisannya, karya-karya cetak Wassily tidak merujuk pada alam atau dunia sebagaimana yang kita ketahui. Di atas bidang karyanya, kertasnya, bentuk-bentuk geometris dalam beragam ukuran seolah dibekukan dari sebuah ledakan. Kumpulan bentuk-bentuk tak bermakna ini tampak tak seperti bentuk awalnya, namun juga belum sampai pada bentuk akhirnya. Bagi Wassily, tanggungjawab pemirsa adalah mencari keindahan sudut pandang di dalam dirinya sendiri agar dapat tergetar oleh penjelajahan artistik yang disajikan. Keindahan dari dalam ini tak ada hubungannya dengan keindahan alam, dengan kesan para impresionis, perasaan para ekspresionis, atau uji-coba para cubist. Keindahan hadir saat pemirsa bisa melihatnya dalam warna dan bentuk yang murni.

 

Tentang Seniman

Pelukis dan teoris seni ini sering dicanangkan sebagai pelopor seni abstrak. Belajar di Grekov Odessa Art School, ia kemudian mengambil jurusan hukum dan ekonomi di University of Moscow. Setelah Revolusi Rusia, Wassily menjadi “orang dalam” administrasi budaya Anatoly Lunacharsky dan ikut mendirikan Museum of the Culture of Painting. Saat itu, pandangan spiritualnya dianggap asing. Ia kemudian pindah ke Jerman dan mengajar di Bauhaus sampai Nazi menutup institusi tersebut.

Informasi selengkapnya tentang: