Cinanti Astria Johansjah (l. 1985. Balikpapan)
The Expendables: Jejak (Para mereka yang habis-pakai: Jejak), 2021
Instalasi sesuai ruang (site specific installation) menggunakan cap dan tinta stempelDimensi bervariasi
Koleksi seniman
Jejak menghadirkan cap yang dicetak dari sepasang kaki sapi dan ayam—dua binatang yang dikembang-biakkan untuk kebertahanan hidup manusia. Di sebelah setiap jejak berwarna ungu gelap ini hadir angka-angka putih. Tak begitu penting dari mana angka-angka itu bersumber. Pada zaman yang katanya 4.0 ini, angka bisa berarto apapun. Mulai dari jumlah pengikut, seberapa banyak keterlibatan orang, berapa ini, dan berapa itu.
Karya merupakan bagian dari seri The Expendables—sebuah homage yang Keni rintis sejak 2020 untuk mereka yang dikenal Keni melalui jejak angka semata. Dalam seri ini, sebagian besar karyanya adalah lukisan yang disikapinya sebagai modul yang menghadirkan pola yang hampir tanpa kelim. Keni berupaya membangun ruang dimana kalibut dan keteraturan bisa bertemu, seturut jejak-jejak di dalamnya.
Kalibut, bagi Keni, adalah dinamika situasi acak yang seolah tidak dapat diprediksi. Dalam situasi acak, keteraturan bisa dilacak. Betapapun asingnya, angka adalah objek cenderung lebih mudah ditata dengan statistik. Dan, demikianlah angka digunakan; untuk menghitung, mengukur, dan melabeli. Keni bertanya, ""Bagaimana bila angka itu manusia yang punya jiwa, akal, dan rencana? Bagaimana bila angka itu adalah saya, keluarga saya, dan seseorang yang dekat saya, atau kamu? Apakah kita sekadar angka?""
Tentang Seniman
Akrab dipanggil Keni, perupa kelahiran Balikpapan ini memperlakukan karya seni sebagai medium untuk mengaji, memikirkan kembali, dan menata fragmen-fragmen kehidupan. Ia lulus dari jurusan Desain Grafis ITB. Keni sering menampilkan potret dirinya sebagai seorang perempuan beserta dengan berbagai sosok binatang. Melalui rentang karyanya, ia mempertanyakan, kadang membaurkan, ragam sifat dan sikap hidup manusia melalui bermacam karakter hewan.Informasi selengkapnya tentang: