Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)

Digital Discourses
Nasir Abas (Indonesia)

Media Sosial sebagai Jalur Rekrutmen untuk Jaringan Teror

Di era digital ini nyaris tidak ada batas untuk informasi. Siapa pun dapat mengakses informasi apa pun dalam hitungan detik dengan beberapa klik saja. Sejalan dengan itu, peluang perekrutan oleh organisasi radikal dan kesempatan untuk menyebarluaskan ideologi juga meningkat secara dramatis. Perangkat komunikasi dan diskusi di media sosial merupakan alat yang sangat efektif untuk perekrutan. Dalam presentasi ini, pembicara akan menyajikan dan menganalisis contoh-contoh laman, blog, pesan, media sosial, serta siaran radio dan televisi yang digunakan untuk perekrutan dan penyebarluasan ideologi.
 

Podcast:

Audio wird geladen

Nasir Abas Nasir Abas | © Nasir Abas Nasir Abas merupakan tokoh masyarakat di Indonesia yang secara aktif terlibat dalam berbagai kelompok ekstremis Islam antara 1987 hingga 2003, sebelum kemudian menjadi mitra Detasemen 88, sebuah unit anti-teror Kepolisian Negara Republik Indonesia. Nasir juga narasumber Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk melawan ekstremisme kekerasan di ranah publik dan terlibat dalam program pemerintah yang berfokus pada deradikalisasi. Lembaga-lembaga pemerintah lain seperti Kementerian Sosial, Direktorat-Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Agama, dan pihak militer juga melibatkan Nasir dalam kegiatan-kegiatan anti-terorisme. Nasir Abas aktif memberi kuliah di perguruan tinggi, khususnya di sebuah pusat pelatihan yang diberi nama Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC).
 

Top