Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Kluwak/Kluwek (Pangium Edule)© Fotografer: Hindra Setya Rini, Yogyakarta

Kluwak (Pangium Edule)

Hindra Setya Rini - @meetime.project, Yogyakarta

Kembali ke "Indonesian Culinary Photography"

Bentuknya seperti batu. Kulit buah keras, bila dipecah dengan palu atau ulekan kayu, akan tampak daging buahnya berwarna hitam. Kluwak dikenal sebagai bumbu rempah penting dalam masakan tradisional Yogyakarta, brongkos, dan terutama rawon. Penyebab rasa gurih yang khas dan pemberi warna hitam pada kuah kedua makanan tersebut. Asam glutamat pada kluwak bisa digunakan sebagai pengganti penyedap masakan (MSG). Lalu warna hitam dari daging buah kluwak, kan? Iya, benar! Tetapi ketika biji kluwak jatuh dari pohonnya (kepayang) itu, daging buah berwarna putih. Beracun karena mengandung asam sianida.

Supaya aman, biji kluwak direbus dan direndam dulu. Lalu, dibungkus daun pisang untuk dipendam di dalam tanah. Dua minggu, barulah daging buah kluwak berubah warna jadi hitam dan siap dikonsumsi. Cukup susah cari kluwak di pasar, hanya sedikit penjual bumbu rempah yang sedia kluwak. Tidak mudah pilih kluwak berkualitas baik. Saya baru kenal si kluwak ini ketika pindah dan menetap di Yogyakarta. Sebelumnya hanya kecap dan tinta cumi yang saya tahu untuk pewarna hitam makanan. Setelah tahu manfaat kluwak ini, sebagai pecinta kerupuk, menarik juga kalau kluwak dicoba untuk penyedap rasa dan pewarna alami kerupuk. Ada yang mau coba mengolahnya?

Top