Akses cepat:
Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Panggilan Terbuka© Goethe-Institut Indonesien

Panggilan Terbuka - Social Entrepreneurship Hack

Goethe-Institut, Universitas Bina Nusantara dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya mengelaborasi dalam sebuah hackathon tentang pertanyaan bagaimana Kewirausahaan Sosial dapat berkontribusi untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). 
 

Kembali ke Social Entrepreneurship

PANGGILAN TERBUKA UNTUK PESERTA:

 

LATAR BELAKANG

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) adalah kumpulan 17 tujuan global yang ditetapkan oleh Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015. Tujuan-tujuan itu berlingkup luas dan saling terkait, namun masing-masing memiliki daftar sasaran tersendiri yang harus dicapai hingga tahun 2030.  SDG tersebut meliputi isu-isu pembangunan sosial dan ekonomi termasuk kemiskinan, kelaparan, kesehatan, pendidikan, pemanasan global, kesetaraan gender, air, sanitasi, energi, urbanisasi, lingkungan, dan keadilan sosial.

Di dalam kerangka umum ini, Universitas Bina Nusantara, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Goethe-Institut Indonesien bekerja sama untuk menyelenggarakan hackathon yang akan membahas pertanyaan bagaimana kewirausahaan sosial dapat berkontribusi terhadap tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.


KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

Kaum wirausaha sosial menggabungkan isu-isu komersial dan sosial dengan cara yang meningkatkan taraf hidup orang dan kesejahteraan masyarakat. Mereka mengukur keberhasilan bukan dari segi keuntungan semata-mata, melainkan juga berupaya memperbaiki dunia! Di pihak lain, mencetak keuntungan tidak dianggap tabu dan diakui sebagai kekuatan penggerak di balik motivasi dan inovasi.

Pada model “earned income” – di mana seorang wirausaha sosial menghasilkan uang dengan menjual sesuatu – para pelanggan perusahaan itu tahu bahwa pembelian mereka membantu mendukung tujuan tertentu, apakah itu menyediakan sabun ramah lingkungan untuk anak-anak berkekurangan agar mereka dapat mencuci tangan sehingga terhindar dari penyakit, atau pun menjual peluit untuk membantu tercapainya perdamaian di Kongo. Tetapi platform jasa angkutan online atau platform marketing seperti Uber, Grab, GoJek, atau Tokopedia yang sangat komersial pun dapat dilihat sebagai contoh model bisnis berorientasi profit yang menampilkan elemen-elemen Kewirausahaan Sosial, karena secara sengaja membantu memperbaiki isu-isu di bidang lapangan kerja, transportasi, partisipasi sosial dan pemberdayaan.

“Hackathon Kewirausahaan Sosial” dirancang sebagai lomba sprint yang terbuka untuk para mahasiswa kedua universitas yang berpartisipasi, yaitu Universitas Bina Nusantara dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Maksimal 40 mahasiswa terpilih akan diberi kesempatan berpartisipasi dalam hackathon yang akan berlangsung pada tanggal 22-25 Juli 2019. Registrasi dibuka secara perorangan hanya bagi mahasiswa terdaftar Universitas Bina Nusantara dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Tiap-tiap pelamar harus mengajukan proposal ide bisnis inovatif di bidang Kewirausahaan Sosial yang memiliki komponen digital yang kuat dan yang, jika diimplementasikan, kemungkinan besar akan berkontribusi terhadap tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Tiap-tiap pelamar individual harus mengajukan proposal:
  • dalam bentuk rangkuman eksekutif sepanjang sampai dengan 200 kata
     dan selain itu
  • dalam bentuk visualisasi proposal berupa video atau animasi singkat
Ke-40 pelamar terbaik akan diberi kesempatan mengikuti hackathon.
Untuk detail-detail hackathon dan persyaratan pengajuan lamaran, harap pastikan Anda membaca Syarat dan Ketentuan (PDF 143KB) sebelum melakukan registrasi.
 

REGISTRASI:

Semua lamaran untuk berpartisipasi harus diajukan melalui:
Formulir Registrasi Online

Harap perhatikan: Dengan melakukan registrasi, para peserta menyetujui: Syarat dan Ketentuan (PDF 143KB)



TANGGAL PENTING:

  • Tenggat registrasi: 07 Juli 2019
  • Pengumuman peserta: 15 Juli 2019
  • "Hari Pertemuan Tim”: 19 Juli 2019
  • Hackathon (Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Kampus BSD): 22-25 Juli 2019
  • Presentasi final dan pengumuman pemenang (Universitas Bina Nusantara, Kampus Alam
    Sutera): 25 Juli 2019
  • Pemenang melakukan finalisasi lini masa proyek bersama mentor: 29 Juli-2 Agustus 2019
Para pemenang tantangan ini akan menerima dana total sejumlah 10.000 dolar AS yang dimaksudkan untuk implementasi ide bisnis mereka. Selain itu, para pemenang akan dibantu oleh mentor-mentor profesional selama kurun waktu enam bulan untuk mengimplementasikan ide masing-masing.

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Aprilia Al Abdi
WA: +62 823 62767 888
aprls10@live.com
 
Monica Renha R. D.
WA: +62 895 34403 2251
Tel.: +62 812 1153 1581

 

Universitas Bina Nusantara

Respati Wulandari
Tel. & WA: +62 812 8848 1836
respati.wulandari@binus.edu
 
Henkie Ongowarsito
Tel.: +62 817 787 058
 
 

Goethe-Institut Indonesien bekerja sama dengan

Logo - Univ. Atmajaya


Logo - BINUS