Panggilan Terbuka untuk Program Residensi Seniman
Cemeti-Institute for Art and Society

Residensi Cemeti 2018 © Cemeti


Pada kesempatan yang baik ini, Cemeti - Institute for Art and Society dan Goethe-Institut Indonesia berkolaborasi untuk kali kedua dan mengundang satu artis yang tinggal dan berkarya di Jerman untuk menghabiskan waktu tiga bulan di Cemeti Institute di Yogyakarta, Indonesia, berdampingan dengan satu artis Indonesia, yang akan mengikuti program residensi pada waktu yang sama.


TENTANG CEMETI

Cemeti - Institute for Art and Society (semula 'Cemeti Gallery', kemudian 'Cemeti Art House’), didirikan tahun 1988 dan merupakan platform tertua untuk seni kontemporer di Indonesia. Pada Januari 2017, sebuah tim baru mengambil alih kemudi dari para artis pendiri. Kami (tim yang baru) memanfaatkan tahun pertama untuk memikirkan berbagai alternatif masa depan Cemeti melalui program pameran, lokakarya, pertemuan dan kelompok kerja selama satu tahun, yaitu Maintenance Works. Tujuannya adalah untuk memberi waktu dan ruang guna mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang di mana kami berada dan ke arah mana kami hendak menuju, dimulai dengan: Apa saja urgensi sosial dan politik pokok pada lingkup kota, negara & kawasan? Apa agenda sosial dan politik praktik seni? Apa yang dapat dilakukan oleh sebuah institusi (seni)? Apa gunanya galeri? dan Bagaimana kami dapat menjalin kerja sama?
 
Mulai Maret 2018, Cemeti - Institute for Art and Society akan meluncurkan arah program, laman, dan identitas visual yang baru. Sasaran kami adalah menyelidiki kemungkinan sebuah galeri bertindak sebagai tempat aksi warga. Kami akan berkolaborasi dengan kaum artis, pekerja budaya, peneliti dan aktivis untuk menjalin hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat di seluruh Yogyakarta melalui program jangka panjang, residensi, platform pendidikan artistik dan kuratorial, dan banyak lagi yang belum ditentukan.

TENTANG PROGRAM RESIDENSI

Program residensi ini mendorong proses riset dan pertukaran pengetahuan secara terbuka, dan menghubungkan warga bukan saja dengan artis, kurator, perajin, peneliti dan cendekiawan setempat, tetapi juga dengan berbagai kelompok masyarakat dari seluruh Yogyakarta. Ambisi yang mendasari program residensi adalah mendorong dan mendukung para artis untuk menyapa komunitas setempat secara langsung, membangun hubungan yang bermakna, dan menanggapi isu-isu penting pada konteks lokal maupun konteks lebih luas melalui kerja mereka. Selama program residensi, Cemeti akan menyediakan studio dan meja kerja sebagai tempat berkarya dan sebagai titik tolak untuk menjelajahi kota. Tim Cemeti akan bertindak sebagai mitra diskusi selama program residensi melalui Breakfast Club mingguan, tempat para artis dapat berbagi minat, bertanya, dan menyampaikan hal-hal yang menyita pikiran mereka. Selama kunjungan, para peserta program residensi akan diminta berpartisipasi dalam sejumlah acara publik. Ini mencakup Kamar Tokek, sebuah platform insidental bagi warga untuk berbagi segala sesuatu mulai dari film, buku, makanan, karya seni sampai gagasan. Program residensi akan diakhiri dengan sebuah presentasi final, yang dapat berbentuk pameran, performance, ceramah, lokakarya, atau apa pun yang cocok untuk karya dan praktik para artis.

BIDANG DAN TANGGAL

Seni visual, dengan minat khusus pada praktik seni dan sosial; lama kunjungan: 3 bulan dari September hingga November 2018.

PERSYARATAN

Artis yang tinggal dan berkarya di Jerman
Wajib memiliki kecakapan berbahasa Inggris
Memiliki pengalaman 2-3 tahun sebagai artis di luar masa studi
Belum pernah belajar atau tinggal di Indonesia, maupun berpartisipasi dalam program Goethe-Institut Indonesia apa pun. 
 

FORMAT DAN DOKUMEN LAMARAN

Harap mengirim dokumen-dokumen berikut kepada Anna Maria Strauss di Goethe-Institut Indonesia: annamaria.strauss@goethe.de - Tenggat waktu pendaftaran: 31 Maret 2018
  1. Surat motivasi yang menyebutkan bidang yang ditekuni, termasuk gagasan awal/topik penelitian potensial yang ingin Anda kembangkan selama program residensi di Cemeti (maks. 1 A4)
  2. Portofolio (maks. 10 MB)
  3. Riwayat hidup
Seleksi untuk residensi ini akan dilakukan oleh sebuah komite yang terdiri dari Goethe-Institut Indonesia, Cemeti - Institute for Art and Society dan Portikus, Frankfurt.

MANFAAT

Goethe-Institut akan menanggung biaya tiket pesawat, visa, dan antar-jemput bandara. Goethe-Institut juga akan memberikan uang harian kepada artis, serta anggaran untuk produksi. Selain itu, artis akan menerima fee sebesar €2.100,00. Akomodasi dan ruang studio artis, berikut sejumlah peralatan dan perkakas, akan disediakan oleh Cemeti Institute. Kecuali itu, Cemeti akan menyediakan tenaga asisten program (25 jam/minggu) untuk membantu para artis dalam proses penelitian dan produksi.