Perburuan Objek secara Digital Tur Perpustakaan lewat App

Bibliotheksrallye Jakarta
© Goethe-Institut Indonesien

Goethe-Institut Jakarta punya kemasan baru untuk tur perpustakaan: Berbekal app Actionbound, tur perpustakaan menjadi perburuan objek secara digital dan interaktif dengan banyak teka-teki dan tugas yang menantang.

Istilah "tur perpustakaan” telah mendapat makna baru di Goethe-Institut Jakarta. Barang siapa menyaksikan tur perpustakaan di sana akan melihat kelompok-kelompok kecil melintasi perpustakaan sambil membawa tablet: para peserta sedang mencari jawaban.  Ada yang memandang berkeliling dengan bingung, ada yang memasang senyum kemenangan. Tur perpustakaan klasik dengan keterangan lisan kini telah digantikan oleh perburuan objek dengan tablet.

Dengan app Actionbound dapat dibuat apa yang dikenal sebagai bounds pada tablet. Prinsipnya sama seperti perburuan objek klasik:  ada teka-teki dan tugas yang mengharuskan para peserta berinteraksi dengan lingkungan sekeliling dalam rangka mencari solusi. Penggunaan foto, tangkapan layar, lokasi GPS, kode QR dan mini-games juga dimungkinkan.

App tersebut mendorong para peserta kursus untuk menjelajahi perpustakaan sambil bermain. Para peserta misalnya harus menemukan buku-buku tertentu di rak, mencari tahu jam buka perpustakaan, mendokumentasi penelusuran OPAC dengan tangkapan layar, atau mengambil selfie yang kreatif. Dengan demikian setiap tim mengumpulkan sendiri pengetahuan mengenai perpustakaan dan langsung memanfaatkannya. Perpustakaan pun berubah dari tempat belajar yang sunyi dan sepi menjadi tempat pengalaman aktif.

Pertanyaan peserta tur perpustakaan untuk menggali informasi muncul lebih jarang dari yang diduga. Biasanya masih terlalu dini untuk meminta penjelasan lanjutan. Namun dengan tur perpustakaan gaya baru ini, permasalahan dapat langsung diidentifikasi.
Begitu semua tim telah merampungkan perburuan objek, jawaban yang diusulkan langsung dinilai oleh app. Kelebihan dan kekurangan tiap-tiap tim akan terlihat secara bersamaan dan tanpa memerlukan banyak upaya, sehingga dapat langsung dikomunikasikan. Tim perpustakaan pun dapat secara terarah membahas masalah yang dihadapi para peserta, dan menjelaskan jawaban yang benar.