Temukan di sini rekaman seminar daring dan bahan bacaan mengenai akses terbuka untuk institusi GLAM.
Seminar Daring
Seri seminar daring “Retas Budaya” menyajikan informasi praktis bagaimana institusi GLAM (galeri, perpustakaan, arsip, museum) dapat menggunakan teknologi digital untuk membuka koleksi budayanya sehingga dapat digunakan ulang oleh pengunjung.
Edisi Pertama: "Data Budaya Terbuka di Indonesia"
19 Juni 2020
Pada edisi pertama, Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, akan membahas situasi data budaya terbuka saat ini di Indonesia.
Apa yang telah dilakukan pemerintah dalam mendukung data budaya terbuka yang bisa diakses dan digunakan ulang oleh masyarakat? Apakah strategi ke depan dari pemerintah untuk dapat mendukung data budaya terbuka?
Hilmar Farid - Presentasi - 19 Juni 2020
Edisi Kedua: "Wikimedia Commons untuk Institusi GLAM"
3 Juli 2020
Edisi seminar daring kali ini akan mengenalkan Wikimedia Commons, sebuah repositori terbuka yang dapat digunakan oleh institusi GLAM untuk menyajikan koleksi mereka ke publik.
Apa saja yang ditawarkan oleh Wikimedia Commons sebagai repositori terbuka bagi instansi GLAM untuk menaruh koleksinya di sana? Apa manfaat yang didapat dari Wikimedia Commons bagi instansi GLAM?
Rachmat Wahidi - Presentasi - 3 Juli 2020
Edisi Ketiga: "Kurasi Menjadi Karya"
17 Juli 2020
Edisi seminar daring kali ini akan mengeksplorasi cara-cara memanfaatkan tulisan fiksi dan non-fiksi untuk mengkomunikasikan koleksi budaya milik institusi GLAM.
Seluk beluk Sistine Chapel yang dideskripsikan dengan begitu detail dalam novel Dan Brown, perjalanan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam buku sejarah, hingga coffee table book yang berisi kompilasi karya-karya Van Gogh; buku bisa menjadi jendela yang membuka imajinasi pembacanya untuk dapat melihat koleksi galeri, perpustakaan, pameran seni, museum, dan badan arsip dengan cara yang menyenangkan.
Dengan kolaborasi yang tepat, buku bisa menjadi saluran distribusi informasi, promosi, dan monetisasi baru bagi institusi GLAM.
Bagaimana koleksi-koleksi museum ataupun galeri seni bisa dituangkan dalam kisah fiksi ataupun tulisan non-fiksi? Apa saja yang harus diperhatikan ketika penulisan? Seperti apa seluk beluk penerbitan buku itu sendiri? Temukan jawabannya di seminar daring Retas Budaya “Kurasi jadi Karya”!
Paulus Eko Nugroho - Presentasi - 17 Juli 2020
Edisi Keempat: "Akses Terbuka & Hak Cipta"
30 Juli 2020
Pada edisi keempat seminar daring ini, kami mengundang Ari Juliano Gema selaku Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beliau yang juga merupakan mantan Pimpinan Legal Creative Commons Indonesia bersama dengan Bhredipta Socarana (Creative Commons Indonesia) akan mengupas tentang masalah hak cipta yang umumnya ditemui institusi GLAM.
Aspek legal apa saja yang harus diperhatikan sebelum suatu koleksi bisa menjadi akses terbuka? Bagaimana menentukan status hak cipta dari suatu koleksi atau memilih lisensi yang tepat? Mengapa koleksi domain publik sebaiknya dibuka aksesnya? Segala pertanyaan mengenai hak cipta yang perlu diketahui sebelum menuju akses terbuka akan dijawab di seri seminar daring kali ini.
Ari Juliano - Presentation - 30 July 2020
Edisi Kelima: "Data + Budaya"
14 Agustus 2020
Provinsi mana yang memiliki candi terbanyak? Lukisan apa saja yang menggambarkan alat musik tiup kayu? Lagu apa yang memiliki melodi terpanjang? Kota mana yang melahirkan komposer musik terbanyak? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan memanfaatkan data terstrukur, bertaut, dan terbuka yang dikumpulkan oleh Wikidata.
Wikidata memungkinkan informasi atau arsip budaya yang saat ini sudah ada namun tercecer di internet menjadi terkoneksi satu sama lain. Apa jadinya kalau data tersebut dapat saling melengkapi satu sama lain atau saling “berbicara” satu sama lain?
Seminar daring kali ini akan mengenalkan Wikidata sebagai pusat data warisan budaya. Bagaimana data terstruktur bisa berperan dalam pencatatan warisan kebudayaan? Apa pentingnya membuat data warisan budaya menjadi data yang terstruktur, bertaut, dan terbuka? Bagaimana institusi GLAM dapat memanfaatkan ekosistem data bertaut terbuka secara maksimal dalam pencatatan warisan kebudayaannya? Mari mengeksplorasi data dan budaya di seminar daring Retas Budaya!
Raisha Abdillah - Presentation - 14 August 2020
Dr. Fariz Darari - Presentation - 14 August 2020
Edisi Pertama: "Data Budaya Terbuka di Indonesia"
19 Juni 2020
Pada edisi pertama, Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, akan membahas situasi data budaya terbuka saat ini di Indonesia.
Apa yang telah dilakukan pemerintah dalam mendukung data budaya terbuka yang bisa diakses dan digunakan ulang oleh masyarakat? Apakah strategi ke depan dari pemerintah untuk dapat mendukung data budaya terbuka?
Hilmar Farid - Presentasi - 19 Juni 2020
Edisi Kedua: "Wikimedia Commons untuk Institusi GLAM"
3 Juli 2020
Edisi seminar daring kali ini akan mengenalkan Wikimedia Commons, sebuah repositori terbuka yang dapat digunakan oleh institusi GLAM untuk menyajikan koleksi mereka ke publik.
Apa saja yang ditawarkan oleh Wikimedia Commons sebagai repositori terbuka bagi instansi GLAM untuk menaruh koleksinya di sana? Apa manfaat yang didapat dari Wikimedia Commons bagi instansi GLAM?
Rachmat Wahidi - Presentasi - 3 Juli 2020
Edisi Ketiga: "Kurasi Menjadi Karya"
17 Juli 2020
Edisi seminar daring kali ini akan mengeksplorasi cara-cara memanfaatkan tulisan fiksi dan non-fiksi untuk mengkomunikasikan koleksi budaya milik institusi GLAM.
Seluk beluk Sistine Chapel yang dideskripsikan dengan begitu detail dalam novel Dan Brown, perjalanan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam buku sejarah, hingga coffee table book yang berisi kompilasi karya-karya Van Gogh; buku bisa menjadi jendela yang membuka imajinasi pembacanya untuk dapat melihat koleksi galeri, perpustakaan, pameran seni, museum, dan badan arsip dengan cara yang menyenangkan.
Dengan kolaborasi yang tepat, buku bisa menjadi saluran distribusi informasi, promosi, dan monetisasi baru bagi institusi GLAM.
Bagaimana koleksi-koleksi museum ataupun galeri seni bisa dituangkan dalam kisah fiksi ataupun tulisan non-fiksi? Apa saja yang harus diperhatikan ketika penulisan? Seperti apa seluk beluk penerbitan buku itu sendiri? Temukan jawabannya di seminar daring Retas Budaya “Kurasi jadi Karya”!
Paulus Eko Nugroho - Presentasi - 17 Juli 2020
Edisi Keempat: "Akses Terbuka & Hak Cipta"
30 Juli 2020
Pada edisi keempat seminar daring ini, kami mengundang Ari Juliano Gema selaku Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beliau yang juga merupakan mantan Pimpinan Legal Creative Commons Indonesia bersama dengan Bhredipta Socarana (Creative Commons Indonesia) akan mengupas tentang masalah hak cipta yang umumnya ditemui institusi GLAM.
Aspek legal apa saja yang harus diperhatikan sebelum suatu koleksi bisa menjadi akses terbuka? Bagaimana menentukan status hak cipta dari suatu koleksi atau memilih lisensi yang tepat? Mengapa koleksi domain publik sebaiknya dibuka aksesnya? Segala pertanyaan mengenai hak cipta yang perlu diketahui sebelum menuju akses terbuka akan dijawab di seri seminar daring kali ini.
Ari Juliano - Presentation - 30 July 2020
Edisi Kelima: "Data + Budaya"
14 Agustus 2020
Provinsi mana yang memiliki candi terbanyak? Lukisan apa saja yang menggambarkan alat musik tiup kayu? Lagu apa yang memiliki melodi terpanjang? Kota mana yang melahirkan komposer musik terbanyak? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan memanfaatkan data terstrukur, bertaut, dan terbuka yang dikumpulkan oleh Wikidata.
Wikidata memungkinkan informasi atau arsip budaya yang saat ini sudah ada namun tercecer di internet menjadi terkoneksi satu sama lain. Apa jadinya kalau data tersebut dapat saling melengkapi satu sama lain atau saling “berbicara” satu sama lain?
Seminar daring kali ini akan mengenalkan Wikidata sebagai pusat data warisan budaya. Bagaimana data terstruktur bisa berperan dalam pencatatan warisan kebudayaan? Apa pentingnya membuat data warisan budaya menjadi data yang terstruktur, bertaut, dan terbuka? Bagaimana institusi GLAM dapat memanfaatkan ekosistem data bertaut terbuka secara maksimal dalam pencatatan warisan kebudayaannya? Mari mengeksplorasi data dan budaya di seminar daring Retas Budaya!
Raisha Abdillah - Presentation - 14 August 2020
Dr. Fariz Darari - Presentation - 14 August 2020
Sumber Bacaan
Buklet Kerja Sama di Era Digital
Buklet ini mengenalkan kita pada data budaya terbuka serta menyajikan cara-cara bagaimana lembaga kebudayaan dapat menarik keuntungan lewat penyediaan sumber daya digital secara terbuka.
Buku Pegangan Data Terbuka
Buku ini merupakan pengantar bagi mereka ynag ingin membuka datanya. Aspek hukum, sosial, dan teknis dari data terbuka dibahas di sini. Buku ini mendiskusikan juga mengapa, apa, dan bagaimana data terbuka itu, mengapa menuju keterbukaan data, apa itu terbuka, dan bagaimana 'membuka' data.
Domain Publik di Indonesia
Buklet ini memberikan gambaran umum mengenai domain publik dalam konteks hukum hak cipta di Indonesia. Ditujukan bagi institusi yang ingin membuka koleksi domain publiknya, buklet ini juga menyediakan panduan praktis bagaimana menghitung masa berlaku hak cipta serta bagaimana mendorong pemanfaatan domain publik digital.