Indonesia
Pre-Jury

Pra-juri lebih dari 30 profesional pendidikan sains lokal dan komunikasi sains dari negara-negara yang berpartisipasi terlibat erat dalam pemilihan film.

Di Indonesia pra-juri pada tahun 2026 terdiri dari anggota-anggota berikut:
Bertha Natalina Silitonga

Bertha Natalina Silitonga merupakan dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Pelita Harapan yang mengampu mata kuliah rumpun sains. Selain mengajar, ia aktif melakukan penelitian di bidang pendidikan sains serta menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan bagi guru sekolah dasar.

Saat ini, Bertha sedang menempuh studi doktoral di The University of Queensland, Australia, dengan fokus penelitian pada pembelajaran berbasis inkuiri, literasi sains, dan pendidikan sains masa depan. Salah satu publikasinya, AI-Assisted Learning: A Systematic Review, membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pendidikan sekaligus menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Melalui keterlibatannya sebagai juri Science Film Festival 2026, Bertha berharap dapat mendorong masyarakat untuk melihat sains dan AI secara lebih kritis serta menginspirasi lahirnya pembelajaran yang inovatif dan bertanggung jawab.

Dosen PGSD Universitas Pelita Harapan / Peneliti Doktoral di The University of Queensland

Muhamad Arel Putra Massi

Muhamad Arel Putra Massi, atau Arel, merupakan siswa kelas XI Jurusan Perhotelan yang aktif dalam bidang akademik, organisasi, dan pengembangan diri. Ia dikenal sebagai siswa berprestasi yang secara konsisten meraih juara umum serta dipercaya menjabat sebagai Ketua ROHIS di sekolah.

Di luar sekolah, Arel memiliki ketertarikan pada olahraga bulu tangkis serta mempelajari Bahasa Jerman dan Bahasa Jepang. Pada tahun 2026, ia berhasil meraih gelar Winner Putera Wisata Bengkulu 2026 dan akan mewakili Provinsi Bengkulu di tingkat nasional.

Selain aktif di berbagai bidang, Arel juga memiliki minat terhadap dunia sains. Kesempatan menjadi juri Science Film Festival 2026 menjadi pengalaman berharga baginya untuk memperluas wawasan sekaligus mengapresiasi film sebagai media pembelajaran yang inspiratif.

Siswa SMKN 7 Kota Bengkulu

Dzana Emmanuelle Panjaitan

Dzana Emmanuelle Panjaitan was born in Lausanne, Switzerland on the 9th of February 2010. She is now a 9th grader in SMPK 4 PENABUR Bilingual Jakarta. Dzana lived in Switzerland until she was 2 years old then moved to Surabaya until she moved to Jakarta in 6th grade.

Not only school subjects, Dzana has extra lessons including ballet, Mandarin, German, taekwondo, and piano. She has joined several piano competitions and showcases, joined a taekwondo match and got a silver award, and is now in advanced 1 ballet.

Dzana is also fond of photography, cooking, and musical theater. She once won 1st place in a photography competition in her old school. A few months prior, she joined a short movie competition by Bank Indonesia and made a short musical on Rupiah.

Science has always been something interesting for Dzana, this chance of being a judge in the Science Film Festival will be a memorable experience.

Siswi SMPK 4 Penabur Bilingual Jakarta

Jap Brandon

Jap Brandon lahir di Jakarta, Indonesia pada tanggal 26 Juni 2015. Saat ini, ia duduk di kelas 5 di Universal School Jakarta. Brandon tinggal di Jakarta Selatan, tepatnya di daerah Gatot Subroto.

Selain pelajaran sekolah, Brandon juga mengikuti pelajaran tambahan seperti Mandarin, Basket, Renang, dan Kelas Piano. Pada bulan Mei 2025, Brandon mengikuti kompetisi Universal Got Talent dan memenangkan penghargaan spesial “Heart and Soul Award”. Ia juga berpartisipasi dalam Shark Tank Junior pada bulan Februari 2025 dan meraih penghargaan “Produk Paling Inovatif” atas ciptaannya berupa alat pencuci buah dan sayur yang terbuat dari bahan alami antibakteri yang kuat.

Brandon memiliki minat yang sangat besar dalam bidang musik, khususnya piano. Ia sangat menyukai lagu-lagu Yiruma dan telah memainkan lagu “River Flows in You” dalam dua konsernya.

Brandon merasa sangat senang mendapatkan kesempatan menjadi juri dalam Science Film Festival ini. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Brandon.

Universal School Jakarta

Quinnelle Marielka Wijaya

Quinnelle Marielka Wijaya merupakan siswi SMAK Frateran Maumere yang memiliki minat pada komunikasi visual, fotografi, dan biologi. Ia percaya bahwa film mampu menyampaikan sains dengan cara yang lebih menarik, inspiratif, dan mudah dipahami.

Ketertarikannya pada dunia visual diwujudkan melalui fotografi alam, dokumentasi kegiatan sekolah, serta eksplorasi berbagai genre film untuk mempelajari sinematografi dan penyampaian cerita. Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi, pernah menjadi pengurus OSIS, pembawa acara, serta mewakili sekolah dalam berbagai kompetisi, termasuk Olimpiade Sains Nasional tingkat SMP dan lomba Bahasa Inggris.

Sebagai juri Science Film Festival 2026, Quinnelle berharap dapat mengapresiasi karya-karya yang menghubungkan sains, kreativitas, dan komunikasi visual sehingga mampu menginspirasi generasi muda

Siswi SMAK Frateran Maumere