Indonesia
Pre-Jury

Pra-juri lebih dari 30 profesional pendidikan sains lokal dan komunikasi sains dari negara-negara yang berpartisipasi terlibat erat dalam pemilihan film.

Di Indonesia pra-juri pada tahun 2021 terdiri dari anggota-anggota berikut:
Alifiano Raditya Putra

Aisyah Naqiyah Salsabila (usia 11 tahun) dilahirkan pada tahun 2010 dan merupakan pelajar kelas 5 SD ITQAN Islamic School Bandung. Di waktu senggang, Aisyah suka menonton film animasi jepang, membuat prakarya, menulis diary dan juga bermain bersama kedua adiknya. Untuk mendukung ketertarikannya terhadap matematika dan juga proses pembelajaran di sekolah, Aisyah mengikuti les privat matematika dan senang mencari cara paling mudah untuk menyelesaikan berbagai soal matematika. Selain itu ia tertarik dengan beragam Bahasa, yang selain dipelajari disekolah seperti Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Sunda, juga yang ia pelajari secara otodidak yaitu Bahasa Jepang. Ketertarikannya terhadap film animasi jepang, membuatnya gemar untuk membaca komik dan juga referensi mengenai film-film di internet. Sejak Aisyah berusia 8 tahun, ia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengikuti Science Film Festival yang diselenggarakan di Goethe-Institut Bandung bersama orangtuanya. Dalam setiap eksperimen yang dilakukan, ia selalu antusias dan aktif berpartisipasi. Oleh karenanya ketika ia terpilih untuk menjadi juri cilik Science Film Festival, ia sangat senang dan tidak sabar untuk berpartisipasi juga tentunya belajar lebih dalam tentang sains dengan cara yang sangat menyenangkan!

Science Film Festival 2022 - Pre-Jury - Aisyah Naqiyah Salsabila

Murid SD ITQAN Islamic School Bandung

Alfath Fatansyah Nur

Alfath Fatansyah Nur biasa dipanggil "Alfath" lahir pada tahun 2007. Saat ini Alfath merupakan pelajar kelas 9 atau tingkat akhir di SMPN 1 Anggeraja. Selain mengikuti pembelajaran rutin di sekolah, Alfath juga aktif dalam ekstrakurikuler wajib seperti Pramuka dan Baca Tulis Al-Qur´an (BTA). Untuk memperdalam kemampuan BTAnya Alfath biasanya pergi ke Masjid.

Alfath juga memiliki beberapa ketertarikan di beberapa bidang seperti, film, sains, dan anime. Alfath memiliki Genre film favorit yang menggunakan alur lampau atau "Historical". Alfath juga memiliki satu film yang sangat berkesan baginya yaitu, Dokumenter Pemberontakan G30SPKI, Alfath merasa bahwa Dokumenter di film tersebut sangat tragis yang menampilkan penculikan para jendral, penjemputan para jendral di depan kediaman mereka, Itu sebabnya Alfath merasa sangat senang karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi Juri Cilik Science Film Festival (SFF).

Science Film Festival 2022 - Pre-Jury - Indonesia: Alfath Fatansyah Nur

Murid SMPN 1 Anggeraja

Angelika Bernadeta Kolin

Angelika Bernadeta Kolin atau yang biasa di sapa dengan Angel, lahir di Sorong  pada tahun 2005, dan saat ini duduk di bangku kelas XI SMA YPPK AGUSTINUS KOTA SORONG. Angel gemar melakukan kegiatan sosialisasi dan organisasi dalam lingkungan sekolah, ia juga senang bernyanyi dan menari. Memasak adalah kegiatan terfavorit Angel. Angel selalu melakukan eksperimen-eksperimen untuk menciptakan suatu masakan baru yang belum pernah dibuat oleh orang lain. Karena suka berorganisasi, Angel pernah menjadi ketua OSIS di bangku SMP dan juga pengalaman menjadi ketua ambalan Pramuka di bangku SMP.

Science Film Festival 2022 - Pre-Juri - Indonesia: Angelika Bernadeta Kolin

Murid di SMA MODEL YPPK AGUSTINUS KOTA SORONG

Dewi Siti Hanizar

Dewi Siti Hanizar lahir di Kota Putussibau. Kota di Hulu Sungai Kapuas, yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia, dan bertugas pertama kali sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Tahun 1986 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Putussibau sebagai staf, pada tahun 1991 sempat bertugas di SMA Tugu Soehato dan SMP Negeri 25 Semarang, mendampingi Suami tugas belajar, akhir Tahun 1995 kembali ke Putuusibau, kemudian pindah ke Pontianak pada tahun 1998 dan ditempatkan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, dan berkesempatan melanjutkan Pendidikan S1 dan S2 di FKIP Universitas Tanjung Pura Jurusan Administrasi Pendidikan. Pada Tahun 2006 pindah tugas ke UPT Sanggar Kegiatan Belajar Kota Pontianak dan pada 2016 kembali dipindahkan ke UPT Pusat Iptek dan Bahasa Kota Pontianak sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha, pada Oktober Tahun 2021 mendapat kepercayaan sebagai Plt. Kepala UPT Pusat Iptek dan Bahasa Kota Pontianak.  Dengan kepercayaan ini Dewi berharap dapat mengembangkan ide-ide kreatif dalam bidang Ilmu Pengatahuan Teknologi dan Bahasa sesuai Tugas Pokok dan Fungsi UPT Pusat Iptek dan Bahasa Kota Pontianak.

Dewi menyenangi dunia olah raga dan seni, dan suka menulis puisi,  sangat bersyukur diberi kepercayaan sebagai Juri dalam kegiatan Science Film Festival (SFF). Ini menjadi kado terindah diujung masa baktinya sebagai seorang Abdi Negara, karena tahun 2023 akan memasuki masa purna tugas.

Kegiatan Science Film Festival (SFF) merupakan Kerjasama antara Goethe-Institut Jakarta dengan UPT Pusat Iptek dan Bahasa Kota Pontianak yang menginjak Tahun ke 4 (empat), Dewi berharap kerja sama tersebut akan terus terjalin, mengingat sains dan ilmu pengetahuan sangat menarik serta tidak akan habis-habisnya  untuk digali dan dicari keberadaannya, yang terpenting adalah dipelajari sebagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia, mari ikut berperan sesuai kemampuan dan kesempatan yang ada pada kita.

Science Film Festival 2022 - Pre-Jury - Indonesia: Dewi Siti Hanizar

PLT. Kepala UPT Pusat Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Bahasa Kota Pontianak

Prita Kusumaputri

Prita Kusumaputri saat ini bekerja sebagai jurnalis Deutsche Welle Indonesia. Dia juga mengelola akun Instagram @dw.nesia, yang banyak membagikan informasi seputar kabar dari Jerman dan Eropa, diaspora Indonesia di Jerman dan Eropa, gaya hidup serta bahasa Jerman yang ribet.

Prita telah berpengalaman di dunia jurnalistik selama lebih dari lima tahun. Sebelumnya, Prita adalah reporter di NET MEDIATAMA, dan pernah menjadi content writer di MRA Media Group. Ketertarikannya yang tinggi terhadap bidang komunikasi, digital media, research, fakta dan data, serta layout design membawanya fokus pada bidang yang ia geluti saat ini.

Selain dunia pers, Prita punya perhatian yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Menjadi juri dalam mengurasi film anak-anak untuk program tahunan Science Film Festival (SFF) Indonesia 2022 dengan tema "Kesempatan yang Setara di Dunia Sains" adalah kesempatan yang membanggakan baginya.

Science Film Festival 2022 - Pre-Jury - Indonesia: Prita Kusumaputri

Jurnalis Deutsche Welle Indonesia