Dari Sekolah ke Klinik:
Langkahku Menuju Profesi Dokter di Jerman

OAS Nov25: Dari Sekolah ke klinik © Goethe-Institut Indonesien

Tertarik untuk kuliah kedokteran di Jerman? Temukan daya tarik, tantangan, dan tips persiapan lengkapnya di webinar ini. Informasi realistis untuk langkah awal studi medis kamu!

Kuliah Kedokteran di Jerman: Daya Tarik dan Tantangan yang Perlu Diketahui

Jerman menjadi pilihan populer bagi calon mahasiswa kedokteran karena sejumlah daya tarik. Biaya pendidikan yang relatif rendah, dibanding negara lain dengan kualitas pendidikan setara, memungkinkan mahasiswa fokus pada studi tanpa beban finansial besar. Tidak adanya batasan usia untuk mendaftar juga memberikan fleksibilitas lebih bagi pelamar dari berbagai latar belakang. Selain itu, lulusan kedokteran dari universitas Jerman diakui di seluruh Uni Eropa, membuka peluang kerja lintas negara. Selain itu, program spesialisasi di Jerman umumnya sudah berbasis kerja, dokter residen menerima gaji layaknya pekerja pada umumnya. Pilihan spesialisasi pun beragam, dengan peluang riset medis yang luas.


Namun, kuliah kedokteran di Jerman juga memiliki tantangan tersendiri. Bahasa Jerman adalah keterampilan yang sangat diperlukan untuk berkomunikasi di rumah sakit dan memahami materi kuliah. Selain itu, sistem pendidikan mengharuskan mahasiswa untuk lebih mandiri dan proaktif mencari informasi dan mendaftar ke berbagai universitas dan tempat magang yang sesuai minat dan rencana masa depan.

Dalam webinar ini, narasumber akan berbagi pengalaman mengenai perjalanannya berkuliah di Jerman, terutama dalam bidang kedokteran — mulai dari cara mendaftar universitas, sistem pendidikan kedokteran di sana, hingga hal-hal yang perlu dipersiapkan sejak awal. Materi ini ditujukan bagi siapa pun yang ingin memahami jalur studi kedokteran di Jerman secara lebih jelas dan realistis.
 

Persyaratan ikut serta

Narasumber

Patricia Mary Elizabeth
adalah alumni SMA Santa Ursula BSD, lulus tahun 2017. Saat SMA, ia mengikuti olimpiade bahasa Jerman tingkat provinsi dan nasional, ujian fit, Sommerjugendkurs di Jerman. Selain itu ia mendapat beasiswa kursus bahasa Jerman di Goethe-Institut Jakarta dan beasiswa Studienkolleg Indonesia. Setelah lulus kedokteran di Universität Heidelberg, saat ini ia sedang bekerja menjadi dokter di salah satu pusat donor plasma di Karlsruhe sambil mengerjakan penelitian di Heidelberg.

Ikuti kami