Goethe-Institut

Indonesia
Pre-Jury

Pra-juri lebih dari 30 profesional pendidikan sains lokal dan komunikasi sains dari negara-negara yang berpartisipasi terlibat erat dalam pemilihan film.

Di Indonesia pra-juri pada tahun 2021 terdiri dari anggota-anggota berikut:
Alifiano Raditya Putra
Science Film Festival 2020 - Pre-Jury - Indonesia: Emil Radhiansyah

Murid SD Islam Al Alaq Jatibening

Alifiano Raditya Putra biasa dipanggil "Ymo (imo)", lahir pada tahun 2012 dan sekarang adalah pelajar kelas 3 di SD Islam Al Alaq Jatibening. Di sekolah, selain mengikuti kegiatan belajar mengajar rutin, Ymo juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotik.
Di luar sekolah, Ymo mengikuti les piano dan mengaji. Selain bidang-bidang yang Ymo pelajari secara formal, Ymo memiliki ketertarikan pada drama, sains, games, dan literasi. Ymo adalah anak yang senang bertanya dan bercerita mengenai banyak hal. Di waktu luang, Ymo menonton film atau kartun pendek. Salah satu film yang sangat berkesan untuk Ymo adalah film `Wonder` (2017). Ymo merasa cerita tentang Auggie, sang karakter utama,sangat menyentuh hati. Ymo juga senang mempelajari berbagai fakta menarik dari video edukasi yang tersedia di internet, bermain gim online, menggambar cerita dan karakter dari imajinasinya, dan membaca buku. Ymo sangat senang memiliki kesempatan menonton banyak film dari seluruh dunia dengan menjadi juri cilik Science Film Festival.

Eko Adi Prasetyanto
Science Film Festival 2021 - Pre-Jury - Indonesia: Eko Adi Prasetyanto

Wakil Rektor bidang Penelitian dan Kerja Sama Unika Atma Jaya

Eko Adi Prasetyanto memulai karier sebagai peneliti dengan  menyelesaikan masa studi master-PhD (kombinasi) selama 4,5 tahun dan berhasil lulus pada tahun 2010 dari INHA University, Korea Selatan. Setelah menjalani masa post-doctoral singkat di Korea Selatan, Eko diundang untuk bergabung sebagai post-doctoral researcher di Westfälische Wilhelms-Universität Münster, Jerman di bawah supervisi Prof. Luisa De Cola untuk mengembangkan bidang penelitian baru yaitu material untuk aplikasi biologis dan medis. Pada tahun 2012, Eko bersama dengan Prof. Luisa De Cola memindahkan penelitiannya ke Institut de Science et d'Ingénierie Supramoléculaires, Université de Strasbourg, Strasbourg, Perancis.Pada tahun 2017, Eko bergabung dengan Unika Atma Jaya sebagai pengajar di Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Sepanjang kariernya sebagai ilmuwan, Eko sudah menghasilkan lebih dari 60 artikel yang diterbitkan di jurnal ilmiah. Saat ini, Eko juga menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Penelitian dan Kerja Sama Unika Atma Jaya. Sebuah kebanggaan bagi Eko terlibat dalam kegiatan Science Film Festival 2021 yang bertema “Kesehatan dan Kesejahteraan”. Eko percaya bahwa Science Film Festival akan memberikan semangat baru bagi kita semua di masa pandemi ini.

Agustina Dwi Retno Nurcahyanti
Science Film Festival 2021 - Pre-Juri - Indonesia: Evy Rachmawati

Jurnalis Harian Kompas

Evy Rachmawati adalah jurnalis di Harian Kompas dan saat ini mengemban tugas sebagai Kepala Desk Humaniora yang membidangi isu-su pendidikan, kebudayaan, sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan, serta lingkungan hidup. Sehari-hari, Evy mengelola rubrik pendidikan-kebudayaan dan ilmu pengetahuan-teknologi serta menjalin komunikasi dengan komunitas-komunitas sains dan kalangan akademisi dalam rangka menjalankan kerja jurnalistik. Selain aktif di dunia pers, Evy juga seorang penikmat film dan karya sastra dari berbagai genre. Terlibat dalam kegiatan Science Film Festival yang diprakarsai Goethe-Institut menjadi kebanggaan baginya mengingat Harian Kompas selama ini dikenal sebagai media yang menaruh perhatian khusus terhadap berbagai isu, termasukperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam negeri maupun dunia internasional.
Bagi Evy, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kunci dalam membangun peradaban dunia dan pijakan bagi suatu bangsa dalam membuat lompatan kemajuan. Melalui dunia film sains, edukasi mengenai pentingnya sains dan teknologi dapat lebih mengena dan mudah diterima berbgai lapisan masyarakat.

Katriel Simatupang
Science Film Festival 2021 - Pre-Jury - Indonesia: Katriel Simatupang

Murid SPH Kemang Village

Katriel Simatupang lahir pada tahun 2010. Saat ini, ia duduk di kelas 5 SPH Kemang Village. Katriel sangat menyukai dunia seni dan memiliki minat besar terhadap melukis dan menggambar. Di samping itu, ia suka sains dan gemar melakukan eksperimen langsung dengan bahan-bahan alam. Katriel mengisi waktu luang dengan bermain drum, piano, dan bernyanyi. Ia juga senang berkebun dan bersemangat setiap kali menemukan hewan seperti siput, kumbang koksi, dan belalang. Seri Percy Jackson adalah seri buku kesukaannya dan acara-acara produksi Nat Geo menjadi pengantar tidur bagi Katriel.
Katriel senang mendapat kesempatan menjadi salah satu juri muda pada Science Film Festival, karena ia akan dapat menonton aneka film dan belajar hal baru dari beragam orang serta budaya.

Pogy Kurniawan
Science Film Festival 2021 - Pre-Jury - Indonesia: Pogy Kurniawan

Ketua Yayasan Alliance Française de Medan (AF Medan)

 
Pogy lulus dari Teknik Kimia University of Bristish Columbia, Vancouver, Canada, dan memiliki pengalaman kerja di berbagai bidang seperti hydrometallurgy, semiconductor gas distribution, dan manufaktur alat listrik. Ia juga terlibat di dalam berbagai aplikasi sains dan teknologi di dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, sains adalah salah satu sarana  untuk lebih mengerti Tuhan dan mengelola ciptaan-Nya. Sejak kembali ke Indonesia setelah hampir 15 tahun berkiprah di luar negeri, Pogy mulai memperhatikan kondisi pendidikan di Indonesia dan berusaha membagikan pengalamannya belajar dan bekerja di negara asing kepada murid-murid di Sumatra Utara. Program Science Film Festival bagaikan jawaban atas kerinduan Pogy untuk menyalurkan kecintaan akan sains kepada generasi muda Indonesia. Sejak pertama kali mengikuti Science Film festival di tahun 2012, sebagai suatu acara kolaborasi antara Goethe-Institut Jakarta dengan AF Medan, Pogy langsung bertekad untuk memperkenalkan Science Film Festival kepada sekolah-sekolah di Medan dan Sumatra Utara. Dari satu sekolah di kota Medan, Pogy kini sudah membawa Science Film Festival “masuk” ke puluhan sekolah lainnya di Medan dan kota-kota lain di Sumatra Utara. Menjadi salah satu juri Science Film Festival 2021 adalah suatu kehormatan bagi Pogy, sekaligus “hadiah favorit” karena ia juga adalah seorang pecinta film dan serial TV produksi berbagai negara. Ia berharap agar film-film yang terpilih untuk ditayangkan Science Film Festival Indonesia 2021 adalah film-film terbaik yang akan disukai semua penonton.