Akses cepat:

Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)

Digital Discourses
Mohamad Savic Ali (Indonesia)

Taktik-taktik untuk melawan Ekstremisme Daring

Anonimitas, kecepatan, dan efisiensi menjadikan komunikasi daring alat yang tidak ternilai untuk menemukan orang-orang yang berpandangan sama, untuk bertukar gagasan, dan mengoordinasi kegiatan. Alat-alat itu dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang terpinggirkan untuk mencari sokongan di antara sesama, namun dapat pula digunakan oleh kelompok-kelompok ekstremis untuk menyebarluaskan ideologi mereka, merekrut anggota baru, dan dalam kasus terburuk, mengoordinasi serangan. 

Siapa yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan menangani ekstremisme daring? Apakah sebuah platform dapat dimintai pertanggungjawaban atas konten yang diunggah? Apakah mengurangi kecepatan atau memblokir akses ke alat-alat komunikasi daring itu merupakan jawaban di masa krisis? Dalam panel ini, kita mengontraskan dan membandingkan bagaimana masyarakat berbeda menyikapi masalah tersebut. 

Mohamad Savic Ali Mohamad Savic Ali | © Mohamad Savic Ali Mohamad Savic Ali, direktur dua laman Islam, yaitu NU Online dan islami.co. Selama beberapa tahun ia menangani isu ekstremisme agama di ruang daring. Ia juga anggota Jaringan Gusdurian yang secara konsisten berupaya membangun jembatan penghubung di antara komunitas-komunitas
agama.



 

Top