Akses cepat:

Langsung ke konten (Alt 1)Langsung ke menu sekunder (Alt 3)Langsung ke menu utama (Alt 2)
Alur Bunyi© Groupe Dejour

2021
Alur Bunyi

Serial program Alur Bunyi kembali hadir di tahun 2021 dengan suatu eksperimen baru bersama musisi, kolaborator, dan komposer jazz ternama Azfansadra Karim (Adra Karim) yang akan menjadi kurator serial di program Alur Bunyi tahun ini.
 


Kurator

Musik jazz, kontemporer, dan elektronik adalah 3 instrumen utama yang menjadi lambar kolaborasi musik yang akan kami coba kembangkan dan presentasikan dalam serial Alur Bunyi tahun ini. Tentu saja, program Alur Bunyi ini akan memberikan ruang eksplorasi kepada para musisi dan seniman untuk lebih leluasa mengembangkan karya-karya musik mereka. Tanpa adanya keterbatasan ruang lingkup, para musisi dan seniman diharapkan bisa melahirkan bentuk-bentuk ekspresi baru.
 
Alur Bunyi edisi 2021 akan tetap bereksperimen dengan hibriditas budaya sebagai gagasan utama. Kami akan tetap menciptakan rangkaian penampilan karya musik dengan konsep Alur Bunyi yang sejak tahun 2017 menjadi serambi bagi para musisi dan seniman yang memiliki latar belakang beragam, bereksperimen dengan berbagai macam bunyi dan nada yang diciptakan mereka dalam rangkaian komposisi dan karya musik.

Azfansadra Karim–yang lebih dikenal dengan nama Adra Karim–adalah seorang pengajar, komposer, penata musik, dan produser yang juga aktif bekerja sebagai musisi panggung. Pria kelahiran Jakarta, 27 Mei 1981 ini tumbuh dengan memainkan berbagai macam genre musik, mulai dari musik rock, elektronik, hingga jazz.

Pada tahun 2006 selesai berkuliah di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, Adra Karim melanjutkan pendidikannya di Artez Academy Of Music, Enschede, Belanda,  dengan mengambil jurusan Jazz Organ. Ia kemudian meneruskan studinya di Prins Claus Conservatorium (PCC), Groningen, Belanda dan pada tahun 2013 meraih gelar sarjana dan magister dengan penelitian berjudul „Aplikasi Kotekan dan Pelog Bali Dalam Komposisi dan Aransemen Jazz“. Dalam karir musiknya, Adra Karim sudah tampil di berbagai festival, seperti Java Soulnation Festival, Java Jazz Festival, Festival Jazz Indonesia, dan We The Fest.

Ia pun pernah tampil dan melakukan tur ke beberapa negara di Eropa seperti Italia, Slovenia, Lithuania, Estonia, Latvia, serta Spanyol bersama musisi Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika. Bersama musisi Indonesia, ia tur bersama band Her Coat of Arms ke Asturias, Spanyol (2016); Tomorrow People Ensemble dalam Festival Jazz Blue Note dan Kanazawa Street Festival (2016); dan Rafi Muhammad Trio (2017 & 2018) di Jepang. Di dalam negeri, Adra Karim juga melakukan tur keliling Indonesia bersama Barasuara.

Tahun 2017 dan 2018, didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Adra Karim mengorganisasi proyek konser “Vinculos for Indonesia” bersama OCAS, sebuah orkestra simfonia dari Asturias, Spanyol. Proyek ini membawa tur symphonic orchestra ke beberapa daerah di Indonesia (Danau Toba, Kepulauan Seribu, Ambon, Palu, Parigi, Pekanbaru) dimana akses informasi dan kesempatan melihat langsung orkestra simfonia sulit didapat.

Selain sebagai pemain musik, Adra Karim saat ini sibuk bekerja sebagai edukator, komposer, penata musik untuk big band dan orkestra, produser, serta musisi rekaman untuk studio. Ia aktif berkarya bersama Sic Mynded dan Zatua serta menyelesaikan proyek solonya. .Ia juga kini menjabat sebagai Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta periode 2020-2023.



 
Pandemi global Covid-19 membuat tahun 2020-2021 menjadi tahun yang penuh dengan tanda tanya dan sangat menantang bagi semua kalangan masyarakat dunia. Tidak terkecuali ekosistem seni di Indonesia yang terkena dampak langsung ketika salah satu upaya untuk menekan angka penularan virus korona adalah dengan membatalkan dan meniadakan berbagai kegiatan pertunjukan secara langsung (live).

Oleh karena itu, para pelaku seni–terutama seni pertunjukan–bereksperimen dan mencoba berbagai cara untuk tetap bertahan dan menampilkan karya-karyanya. Pada akhirnya, pertunjukan daring menjadi salah satu solusi bagi pelaku seni untuk menjaga agar kegiatan seni tetap aktif dan ekosistem seni dapat dilestarikan.

Dalam menghadapi situasi ini, Alur Bunyi yang digarap oleh Goethe-Institut Indonesien pun beradaptasi menggunakan metode yang sama agar program-program yang sudah direncanakan untuk tahun 2020 dapat tetap berjalan, sekaligus menjadi panduan dalam merencanakan program pada 2021.

Tahun ini adalah tahun keempat bagi rangkaian konser Alur Bunyi dalam membuka ruang, waktu, dan peluang bagi berbagai komponis, musisi, serta produser musik untuk mempersiapkan dan mempersembahkan karya-karya mereka kepada para penikmat seni yang haus akan kegiatan yang segar dan berbeda. Setelah sebelumnya menjangkau penonton terutama di Jakarta, format daring kini membuat Alur Bunyi dapat menyapa publik di seluruh Indonesia.

Rangkaian konser yang tersebar sepanjang 2021 ini menyajikan kreasi-kreasi musik dan bunyi yang dikolaborasikan dengan berbagai seni lintas disiplin, dikaji, serta dipentaskan melalui medium teknologi dalam seni musik yang terus berkembang. Sebagian karya bahkan menampilkan pengawinan dengan penggalian seni tradisi Indonesia.

Tidak lepas dari prinsip eksplorasi seni suara, Alur Bunyi tahun ini membuka ruang untuk para pelaku seni di bidang musik elektronik dan musik jazz, mengingat perkembangan dan kualitas keduanya yang meningkat pesat di Jakarta. Dua haluan musik yang terkadang berbeda dalam konsep dan cara berpikir ini disinggungkan dalam membentuk karya, sehingga akan menjadi sangat menarik untuk disimak.

Latar belakang dan disiplin para pelakunya yang terkadang berbeda menjadi komponen penting dalam proses penyelarasan bahasa dan perpaduan visi dari bentuk kolaborasi pembentukan karya. Kebebasan dari belenggu kategori musik diharapkan membuka dan mendorong segala kemungkinan eksplorasi sehingga dapat membuahkan gagasan-gagasan baru yang menarik dalam seni suara.

Dengan terus memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku seni untuk menggali dan tidak berhenti mencari, keberadaan Alur Bunyi diharapkan dapat menjadi suatu wadah pertukaran ilmu, gagasan, serta pengetahuan teknis dan teknologi dalam seni, terutama dalam seni suara. Tersedianya ruang-ruang inilah yang akan terus mendorong ekosistem seni di Indonesia semakin berkembang dan lestari.

 

Profil Artis


Live Streaming


Alur Bunyi di Instagram

Detail

Elizabeth Soegiharto
elizabeth.soegiharto@goethe.de


 

Top