Pameran For Keepsake, Keep Me

For Keepsake, Keep Me © Annie Spratt

15. - 26.03.2017
09.00 - 17.00 WIB

GoetheHaus

Pusat Kebudayaan Jerman Jakarta
Jl. Sam Ratulangi 9-15
10350 Jakarta

Tentang Kain dan Cerita Mereka | Kurator: Ika Vantiani

Fashion mengubah kain dan tekstil menjadi sesuatu yang dapat dipakai, walau tak selamanya terjangkau. Fast fashion kemudian mengubah mereka menjadi sesuatu yang tak hanya dapat dipakai namun juga terjangkau dan bersifat musiman. Kedua pendekatan, baik disadari maupun tidak, berujung pada fakta bahwa kain atau tekstil umumnya dipandang berdasarkan nilai kebendaannya, baik untuk harga, gaya ataupun merek. Untungnya, hal ini hanyalah setengah bagian dari bagaimana fashion menentukan perspektif kita atas penggunaan kain dan tekstil sejak berabad-abad lalu.
 
Setengah bagian lainnya adalah tindakan fashion yang kita lakukan, ketika kita menyimpang sepotong kain atau tekstil sebagai media yang membantu memelihara momen masa lalu. Sesuatu yang kita simpan secara diam-diam (atau terbuka) atau bahkan dibawa ke manapun kita pergi karena itulah satu-satunya yang membuat kita merasa tenang, nyaman dan aman dalam menjalani hidup. Kita tak lagi peduli atas bentuk ataupun tekstur aslinya, apalagi harga ketika pertama dibeli. Sekarang ia menjadi tak ternilai dikarenakan kenangan dan ingatan pribadi untuk hidup hari ini tanpa melupakan hari kemarin.
 
Perilaku ini menginspirasi penyelenggaraan pameran "For Keepsake, Keep Me!" (Sebagai Kenang-kenangan, Simpanlah Aku). Kami mengundang masyarakat Jakarta untuk berbagi cerita kain mereka, serta mengajak publik untuk mendengarkan masing-masing cerita dan mengalami perasaan yang dibawa oleh potongan kain dan tekstil tersebut dalam pameran. Dari sedih hingga bahagia, kecewa hingga berpengharapan, mereka berjalinan secara indahnya dan menjadi program pendukung Fast Fashion yang pertama dalam rangkaian IKAT/eCUT.
 

Proyek IKAT/eCUT
Program Pendukung

Kembali