26.02.2020 | 17.00 WIB
Durasi: 150 menit
PFN
Jl. Otto Iskandardinata Raya No. 125-127, Jakarta Timur
The Last Ideal Paradise
Performans dan instalasi|Instalasi dan performans khusus situs karya Claudia Bosse mengenai terorisme, teritori dan pemikiran politis
- Harga Gratis | Disarankan memakai sepatu yang kokoh!
Pementasan perdana karya ini berlangsung di Düsseldorf pada 2016. Yang akan ditampilkan di Jakarta merupakan versi adaptasi istimewa untuk Jakarta dan lokasi pementasannya berdasarkan riset dan sejumlah pertemuan serta wawancara yang dilakukan di Jakarta antara 2018-2019. Pementasan ini akan menampilkan paduan suara yang terdiri dari pegiat seni dan seniman pertunjukan asal Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar dan Lampung.
Konsep, ruang, obyek, koreografi: Claudia Bosse // Bunyi, media: Günther Auer // Menampilkan: Rotraud Kern, Mun Wai Lee, Alexandra Sommerfeld, Pat Toh, Ilse Urbanek // Ghost Team: Akbar Yumni, Alfiah Rahdini, Ayu Permata Sari, Ibed Surgana Yuga, John Heryanto, Laksmi Notokusumo, Liswati, Rita Matu Mona, Riyadhus Shalihin, Yola Yulfianti // Asistensi / Pimpinan produksi theatercombinat: Dagmar Tröstler // Koordinasi proyek Jakarta: Dinyah Latuconsina // Manajemen produksi Jakarta: Maya, Ranggi Arohmansani // Kolaborasi instalasi: Dea Widya // Riset: Akbar Yumni, Dinyah Latuconsina // Penasihat: Karlina Supelli // Komunikasi: Oliver Maus // Komunikasi & Pers Jakarta: Ryan Rinaldy, Wilton Djaya, Luna Pujianto, Aisyah Nabilaa Antani // Pimpinan teknis: Marco Tölzer // Pimpinan teknis Jakarta: Sigit D. Pratama, Fajar Merian, thisPLAY // Liason Officers Jakarta: Louisiana Wattimena, George Ante // Admin theatercombinat: Alexander Kosnopfl // Produksi: theatercombinat // Koproduksi: FFT Düsseldorf dalam rangka Internationale Koproduktionen. Living Dead – Spukgestalten im Theater der Gegenwart // Didanai oleh: Wien Kultur // Dengan dukungan: Kunststiftung NRW
Adaptasi produksi Jakarta: Goethe-Institut Indonesien
IDEAL PARADISE dimulai pada 2015 sebagai instalasi dengan wawancara dari Kairo dan Athena, yang mencerminkan situasi politik dan perubahan sosial yang sedang terjadi. Di Weltmuseum Wien, sejumlah ruangan Neue Hofburg menampilkan material dari koleksi etnografi, obyek serta video. Karya tersebut kemudian menyebar secara nomadik di wilayah kota, mampir di Tanzquartier Wien, kemudian mengembangkan lanskap performatif di Bukarest. Di bekas pusat pengiriman pos di Düsseldorf, Claudia Bosse bersama para penampil dan paduan suara yang beranggotakan warga setempat menggabungkan semua tahapan tersebut sehingga menjadi the last IDEAL PARADISE. Pementasan di Jakarta menambahkan satu level lagi kepada proses ini.